[Gagas Debut] Meet The Editor of Unfriend You

Meet The Editor: Unfriend You
Jia Effendie



Oke setelah membahas isi buku Unfriend You (cek review untuk ngedapetin buku gratis) dan ngobrol bareng Dyah Rinni untuk tahu proses kreatifnya, sekarang kita ngobrol sama editor buku ini, Jia Effendie, yang sebelumnya juga pernah ngobrol-ngobrol waktu ngebahas buku Beauty Sleep karya Amanda Inez.
.

1. Kekuatan apa sih yang membuat Gagas Media menerbitkan buku Unfriend You ini?
Unfriend You adalah companion book untuk buku nonfiksi “Cool in School” karya Aprishi Allita bersama buku Versus (Robin Wijaya) yang akan segera terbit. Ketiganya buku tentang perundungan atau bullying. Jadi, soal tema memang sudah dipersiapkan sebelumnya. Dan Dyah Rinni yang menyambut tantangan itu dengan menuliskannya.
2. Unfriend You mengangkat tema bullying, which is tema itu termasuk ‘seksi’ untuk dibicarain saat ini karena banyak ditemukan kasus bullying di sekolah. Menurut mbak Jia, apakah ada kaitan antara mengangkat tema cerita yang ‘seksi’ ini dengan kemungkinan diterbitkan? Karena tema ini tentunya sedang diomongin sekarang.
Karena Unfriend You adalah novel yang ide temanya datang dari penerbit, pertanyaan “kaitan mengangkat tema bullying dengan kemungkinan diterbitkan” jadi enggak relevan.
Namun, jika memang ada penulis yang mengirim naskah ke GagasMedia dengan tema ini, tentu saja kami akan mempertimbangkannya -- dengan catatan, naskahnya memang baik.
3. Neruda said there’s nothing new under the sun. Ini juga yang membuat banyak penulis baru sering hilang semangat melanjutkan tulisannya karena takut dianggap mirip dengan buku yang sudah ada. Apakah ada tip agar penulis baru enggak mengangkat hal yang sama meski temanya mirip?
Cari sudut pandang lain. Tulis dari angle yang tidak terpikirkan.
Woody Allen, misalnya. Dalam Midnight in Paris, dia melihat Paris berbeda dari pandangan orang kebanyakan. Orang-orang akan langsung berpikir kalau Paris adalah kota romantis, tempat menara Eiffel, dll. Namun, Woody Allen melihat kalau Paris paling indah ketika hujan dan pada tahun 1920-an.
Atau Neil Gaiman dalam novel Neverwhere. Dia menulis dunia bawah tanah London alih-alih London yang “normal”.
4. Mumpung sudah menuju akhir tahun, Mbak Jia bisa memprediksikan enggak tema apa yang akan digandrungi tahun depan? Dan genre buku apa saja yang akan banyak bermunculan tahun depan?
Sebentar, saya cari bola kristal saya dulu, ya :D
5. Proses revisinya berlangsung lama enggak? Apa ada hal yang sebelumnya ada di buku tapi menurut mbak jia harus dicut?

Prosesnya nggak terlalu lama, kok. Paling revisi minor aja, memperbaiki beberapa bagian yang kurang masuk akal.

Allright, thanks Jia for your time and answers. Yang mau kenalan lebih jauh sama Jia Effendie, bisa colek-colek dia di sini.

Nama: Jia Effendie
Pekerjaan: Editor GagasMedia
Alamat email: jiaeffendie@gmail.com
Alamat blog: http://jiaeffendie.com
Alamat Twitter: @JiaEffendie

Comments

Popular Posts