Review #11 If I Stay - Gayle Forman

If I Stay
Gayle Forman





Pagi dingin bersalju. Mia Hall enggak pernah menyangka kalau hidupnya di pagi itu akan berubah untuk selamanya. Ketika keluarganya memutuskan mengunjungi keluarga Henry dan Willow, sahabat orangtuanya, kecelakaan terjadi. Dan Mia mendapati dirinya berada antara dunia. Dirinya sebagai ‘arwah’ yang bisa melihat apapun yang terjadi di sekelilingnya, dan dirinya yang terbaring koma. Selama masa itu, Mia menghadapi berbagai kehilangan, juga menyaksikan semua orang terdekatnya berjuang mengatasi kesedihan mereka.
If I Stay…
Okeeee, telat banget gue baca buku ini. Sebenarnya udah penasaran sejak lama karena sebagai penyuka novel genre young adult, Gayle Forman dan If I Stay adalah novel wajib baca. Finally, I read this. Beberapa bulan sebelum filmnya keluar (dan udah nonton traillernya).
Sejak awal, gue udah antisipasi kalau novel ini bakalan sedih banget. Dan… bener banget. Asli, enggak nyangka bakal sesedih ini. Terutama bagian yang berkaitan dengan Teddy. Hiksu.
Cerita ini cuma terjadi dalam waktu satu hari. Sosok arwah Mia yang keluar dari tubuhnya dan melihat apa yang terjadi di sekitarnya. Ide novel ini udah biasa. ada banyak banget yang memakai ide ini. Tapi, apa yang membuat novel Gayle Forman ini sukses besar?
Eksekusinya. Asli, juara. Cuma memakan waktu satu hari, dan teknik flashback di beberapa bagian. Tapi itu sudah mampu mengaduk emosi pembaca. Yang paling gue suka adalah bagian flashback yang letaknya pas dan membawa kita lebih mengenal kehidupan Mia sebelum kecelakaan terjadi.
Gran and Gramps. Gue suka kakek nenek ini. Terutama Gramps yang pendiam, tapi sekalinya ngomong langsung bikin gue nangis kejer.
Kim, best friend that every girl want. Sahabat yang gue yakin bikin mupeng semua cewek yang mengenal Mia. Apalagi bagian Mia dan Adam menyusup ke dalam ruangan Mia. Atau Kim yang mengajak Mia ngobrol. Ikatan persahabatan mereka kuat banget.
Adam. Rocker yang head over heels sama Mia. Adegan Kim dan Adam itu bikin ketawa sekaligus nyes karena romantis bingit. No wonderlah Adam ini jadi saingannya Augustus Waters dalam memperebutkan mahkota favorite book boyfriend (tapi pilihanku tetap Augustus dong, he-he-he).
Karakter Mia sendiri gue suka. Cewek insecure yang merasa enggak bisa diterima di lingkungannya. Cewek yang merasa beda sendiri. Hanya saja sebenarnya masalahnya adalah dia enggak melihat sekelilingnya, cuma berpusat ke dirinya aja. tipikal cewek remaja pada umumnya. That’s why I like her.
Dan ketika pemain cello bertemu rocker, apa yang terjadi?
Silakan menangis ketika baca If I Stay.
Sekarang sih gue sedang baca kelanjutannya, Where She Went. Ditulis dari sudut pandang Adam, kejadiannya tiga tahun setelah kecelakaan tersebut. Hmm… jadi khawatir nasibnya Where She Went jadi kayak Point of Retreat- Colleen Hoover.

Comments

  1. Ini buku keluaran 2009 ya? Dimana yaa nyari buku ini ?makasih sblmnya

    ReplyDelete
  2. dapet rekomen baca buku ini dari temen. dari reviewnya bikin penasaran.. ada rekomen lain? salam kenal btw! :D

    ReplyDelete
  3. aku baru baca bukunya , ga nyangka bakal sesedih ini , rasanya ga sanggup ngelanjutin , dan adam bener-bener jadi saingannya augustus waters , hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts