Thursday, March 20, 2014

Review Buku #6 Allegiant by Veronica Roth

Allegiant





Welcome to Allegiant, 3rd and final book from Divergent series.
Di akhir buku dua, Insurgent, kita dibuat penasaran oleh siapa itu Edith Prior. Di video itu Edith mengatakan tentang kehidupan di luar compound dan mengajak siapa saja untuk tinggal di sana. Video itu membuat beberapa orang yang masih percaya kepada kehidupan dalam bentuk fraksi, dan menolak kehidupan tanpa fraksi dengan Evelyn sebagai pemimpin, membentuk Allegiant, yang dipimpin oleh Cara dan Johanna Reyes.
Dan, Tris serta Tobias tergabung ke dalam kelompok ini.
Allegiant dibagi dua, mereka yang pergi keluar compound untuk mencaritahu maksud video Edith Prior, dipimpin oleh Cara, dan mereka yang tinggal untuk merencanakan perlawanan terhadap factionless tyrant, dipimpin oleh Johanna Reyes. Tris, Tobias, Caleb, Christina, Uriah, Peter, Tori, dan satu anak Erudite yang gue lupa namanya, bergabung dengan Cara. Dibantu oleh Johanna Reyes, mereka berusaha keluar dari compound. Sayang, ada satu yang terpaksa mati, Tori.
Mereka pun berhasil sampai ke Bureau of Genetic Welfare. Sebelum sampai di sana, mereka bertemu dua orang dari Bureau, Zoe dan Amar. Dan, kehadiran Amar membuat Tobias kaget karena setahu dia Amar mati karena ketahuan Divergent (Amar ini mentor Tobias waktu inisiasi pas masuk Dauntless).
Mereka pun akhirnya bertemu pimpinan Bureau, David, yang juga mengetahui masa lalu Nathali Prior alias ibu Tris. Dan Tris mengetahui siapa sebenarnya ibunya.
Dan, mereka juga diberitahu apa sebenarnya kehidupan compound yang mereka tempati. Ternyata, di masa depan, Bureau ini bertanggungjawab membuat ekspresimen gen yang menghasilkan beberapa manusia yang ditempatkan di wilayah tertentu, salah satunya Chicago. Mereka mengadakan percobaan seperti apa kehidupan dengan fraksi-fraksi ini. Dan Tris juga menemukan kalau Divergent itu sebenarnya adalah genetically pure (GP) dan yang lain adalah genetically damage (GD). Which is, Divergent yang selama ini dia tahu berbahaya dan harus dimusnahkan oleh Jeanine Matthews ternyata adalah eksperimen gen yang berhasil. Dan ternyata, meski Tobias memperlihatkan sikap seperti Divergent, hasil pemeriksaan gen menunjukkan kalau dia GD. Nah lho…
Kehidupan di Bureau yang tenang ternyata enggak selamanya aman. Para Allegiant menemukan kenyataan kalau Bureau mengendalikan semua kehidupan mereka. dan, sebelum Bureau bertindak menghancurkan Chicago, mereka harus menghancurkan Bureau terlebih dahulu.
Jika Insurgent banyak action, Allegiant banyak unsur politisnya menurut gue.
Seperti review gue di Insurgent, gue sempat skeptis dengan Allegiant karena tokoh antagonis utama, Miss JM, mati. Jadi, musuh mana lagi yang akan mereka hadapi? Ternyata permasalahan jadi lebih kompleks. Seru sih, cuma rada ngebosenin hehe. Dan sebagai penutup, gue merasa buku ini datar-datar aja.
Yang agak gue sayangkan karena Miss JM mati. Coba dia masih hidup, pasti pertanyaan kenapa dia pengin menghancurkan Divergent, dan apakah dia mengetahui tentang Bureau sehingga itu jadi alasan dia membunuh Divergent, kita enggak pernah tahu. Tapi mungkin saja dia tahu karena dia mengerti asal asul Tris.
Surprise, buku ini diangkat dari dua PoV, yaitu Tris dan Tobias. Jadi, lebih banyak cerita yang bisa dieksplor. Tapi, berhubung tahu seperti apa pemikiran Tobias, gue jadi ilfil sama dia. Cemen bo. Asli. Selama ini cuma tahu dia appearancenya doang dan pendapat Tris, setelah menyelami pemikirannya kok ya cemen banget. Gampang kepengaruh. Duh, bang Theo, kok kamu jadi seperti itu? aku ilfil, he-he-he.
Oke, itu cuma ratapan fangirl haha. Karena secara logika, make sense kenapa Tobias jadi begitu. Gue suka ketika Tris bilang Tobias memilih join sama Evelyn dan enggak dengerin Tris karena dia desperate pengin ngerasain punya ibu. Dan ketika Tobias lagi-lagi berbuat kesalahan dengan join sama Nita dan lagi-lagi enggak dengerin Tris, simply karena dia desperate saat tahu dia GD.
Dan Caleb. Duh, kasiannya kamu punya adek macam Tris, he-he-he *oke, lagi-lagi ini ratapan fangirl*
Seperti buku-buku sebelumnya, penempatan adegan mesra-mesraannya masih ganggu. Man, lo lagi dalam keadaan antara hidup dan mati, waktu yang lo punya untuk nyelametin orang compound dan menghancurkan Bureau cuma tinggal semalam, masiiiiih aja sempat-sempatnya make out. Dooh!
Frankly speaking, gue suka gaya nulis Veronica. Tapi, ketika bercerita dari PoV dua orang, enggak kerasa bedanya. Kalau enggak ada nama di awal bab, gue udah bingung ngikutinnya. Tetaplah Simone Elkeles paling juara urusan ini.
So far, meski kurang memuaskan, gue cukup menikmati buku ini. Bagi penggemar sci-fi akan berasa kurang nendang ya, cuma bolehlah buat refreshing. Ide cerita membagi kehidupan ke dalam fraksi-fraksi ini juara banget, sih. Itu kekuatan utama dari buku ini.
Tapi kalau boleh memilih, gue paling suka Insurgent.
Next, seri apa lagi yang harus kita ikuti?

26 comments:

  1. Kak allegiant yang indonya udah keluar belom?

    ReplyDelete
  2. setahu aku belum. Aku baca yg bahasa Inggris soalnya

    ReplyDelete
  3. Akhir dari ceritanya gmn kak?Tris dan four tetep pacaran?

    ReplyDelete
  4. Tris tewas....mas tobias ngejomblo.....

    ReplyDelete
  5. Ih sebel bgt ngga happy ending!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin happy ending itu dah terlalu mainstream.. jadi dibikin sad ending

      Delete
  6. masa sih tris endingnya tewas??? begitu tau ending nya ini jadi ilfill mau baca nya deh ..
    so sad huhu..

    ReplyDelete
  7. iya denger2 sih katanya tris mati :(
    walahhh sedihh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dia mati ditembak david....
      agak kesel sih liat mukanya david di film allegiant, my beatrice prior mati ditembak gitu aja sama david dibuku ketiga :(

      Delete
  8. terus reaksi tobias waktu tris tewas gimana? allegiant bahasa indonesia udah bisa po di mizanstore.com

    ReplyDelete
  9. jadi Edith Prior itu termasuk seseorang yang ikut dan tinggal dalam program faksi2 itu atau dia berada di luar?

    ReplyDelete
  10. itu kira-kira ada lanjutan buku ketiganya ga kak?

    ReplyDelete
  11. eh salah maksudnya buku keempatnya kak

    ReplyDelete
  12. Menurutku. Allegiant bener-bener datar sebagai babak akhir pamungkas sebuah Trilogy, ga tau kenapa Veronica Roth seperti terjebak di imajinasinya sendiri, banyak sekali karakter yang membingungkan. contoh ni ya:
    1. Veronica pernah memperkenalkan kita pada kakaknya Will yang bernama Cara, di buku pertamanya dideskripsikan kalau Cara membenci Beatrice,dan Vero juga tidak mendeskripsikan kalau Cara sangat mirip dengan Jeanine Matthews sementara di Allegiant Vero memperkenalkan Cara sebagai sosok yang baik dan sangat mirip dengan Jeanine Matthews. (Mungkin ini untuk kepentingan ke"eksis"an Kate Winslet di sekuel Divergent, mungkin loh ya..secara JM kan mati di Insurgent).
    2. Sampai di paruh halaman aku masih belum ngerti siapa lagi nih yang jahat? David?
    3. allegiant tidak lebih tebal dari dua seri sebelumnya, jadi sebenernya kalau Vero mau mempertebal lagi babak pamungkasnya pemv\baca tidak akan keberatan, dan pasti lebih jelas.
    4. Allegiant jadi seperti buku harian Natalie Prior

    Gitu aja sih, tapi aku salut sama pembagian faksi,idenya juara banget.
    Ratting 7/10 menurutku haha

    ReplyDelete
  13. Insurgent dan allegiant buku versi bahasa indonesianya udah ada, di gramedia banyak. Cuma allegiant kualitas kertasnya kurang bagus,
    Kayak kertas koran gitu-____-

    ReplyDelete
  14. Yah.. Tris tewas :D
    tapi nggak apalah nggk ada seri ke 4 kan.. wkwkwk

    ReplyDelete
  15. walapun ada trilogi yang baru kaya Divergent trilogy, hati gua tetep The Hunger Games Trilogy

    ReplyDelete
  16. Jujur kecewa banget sama Allegiant, gue kirain bakal semenarik dan semenegangkan Insurgent tapi gue rasa novel ini datar banget. Tumpang tindih banget jalan ceritanya

    ReplyDelete
  17. Ni cerita kayak di huger games ya cuma beda faksi dan panemya gtu

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih kejam hunger games menurut saya...
      untungnya Tris bisa sembunyikan jati diri dia kalau dia divergent di buku pertama.

      Delete
  18. kalo di gramed batam udah ada belom ya

    ReplyDelete
  19. Gue baru aja selesein nih buku hr ini. Dan menurut gue cma ada satu kata. MBULET! Teerlalu banayak yg ingin disampaikan sampe-sampe ga fokus sm inti ceritanya. Meskipun gtu gue salut sama ending yg diberikan oleh penulisnya cz bener-bener diluar ekspektasi gue. N krn gue cew yg cukup sensitif gue sempet jg menitikkan air mata (hahahaha). Tapi tetep, kalo film adaptasinya udh keluar gue pngen ending nya lebih happy, cz sayang bgt klo liburan nonton film bukannya ngilangin stress (walau sesaat) malah tambah jd bad mood... Ya kan?

    ReplyDelete
  20. Bagi saya, Novel ini cukuplah berakhir di INSURGENT.
    Pura-pura gak tau aja kalo sebenarnuya ada novel super weirdo kaya ALLEGIANT itu.
    Hahahah
    Vero, you're bitch!
    Yes you are.
    :ngakak

    ReplyDelete
  21. Bukan Anda saja berarti yang jijik sama Tobias dibuku ini, gue juga jijik booo! Semenjak dia tau Gen dia rusak, bener2 down gitu. Overall emang cuma Tris yang gue suka, dia perempuan, berani, mandiri, kayak gak mau repotin semua orang, dan selalu bergerak sendiri menurut gue. Keren!
    Tapi sayangnya, film ini super weirdo banget :(

    ReplyDelete