[Indonesian Romance Reading Challenge] #20 Autumn Once More

Autumn Once More
Ika Natassa, AliaZalea, Ilana Tan, dkk



Antara puas dan nggak puas baca buku ini. Puas karena ceritanya two thumbs up semua. Nggak puas karena namanya juga cerpen jadi bacanya nanggung. Dooh! But first of all, I wanna say thank to Ijul aka @fiksimetropop karena telah memilih gue sebagai pemenang kuis dadakan yang diadakannya. Nggak nyangka sih secara selama ini hoki gue terhadap kuis-kuisan berada di titik terendah hihihi. Autumn Once More sudah masuk wishlist gue dan mendapatkan buku ini secara gratis jelas berkah dobel buat gue. Gue memasang ekspektasi tinggi terhadap kumcer ini, mengingat nama-nama yang terlibat di dalamnya. Bahkan editor yang selama ini sering berada di belakang meja sekarang muncul ke permukaan, bersama penulis binaan mereka. Setidaknya—for me—tiga nama penulis, Ika Natassa, Ilana Tan, AliaZalea, plus dua nama editor, Hetih Rusli dan Rosi L Simamora cukup menjadi jaminan kerennya buku ini.
And this is it.
Autumn Once More berisi 13 cerita. Ditilik dari judul-judulnya, so Metropop banget. Gue membayangkan judul-judul ini kemudian dielaborasi menjadi sebuah novel utuh. Keren pastinya. Yuk mari kita bahas satu-satu.

Be Careful What You Wish For by AliaZalea
Oke, begitu dibuka sudah langsung disuguhi cerpen Mbak Alia (finally I met her at gathering penulis dan pembaca GPU 6 April kemaren. Jika biasanya di konser musik ada koor penonton menyanyi bareng, kali ini ada koor kita menyebut nama tokoh plus detail-detail di dalam novel-novel mbak Alia. Keren euy). Cerpen ini bercerita tentang seorang cewek yang diam-diam naksir teman sekantornya tapi hanya bisa diam dan memandang penuh kekaguman dari jauh. Till one day, si cowok pergi. Si cewek menyesal. Lalu bersumpah jika ada kesempatan mereka bertemu lagi, she will make an effort. And there he is. Mereka bertemu lagi. Ketika melihat nama Mbak Alia, gue mengharapkan another hot-sexy-and-most-wanted-guy ala-ala Mbak Alia. Memang sih Gonta digambarkan so yummy but it’s not enough. Mungkin karena keterbatasan halaman dan minimnya interaksi Gonta dengan si cewek, jadi seksinya nggak terlalu dieksplor. Ceritanya ringan dan seru and—hate to say it—refers to myself. Apalagi bagian stalking. Percayalah, yang pertama kali mengemukakan kalimat kemampuan stalking cewek lebih jago ketimbang anggota FBI itu patut dikasih ucapan terima kasih because he/she is right. Dan ketika naksir seseorang, di jaman serba cepat dan teknologi maju seperti sekarang, cuma orang bego yang nggak ngestalk gebetannya, hihihi. Cerita Mbak Alia lumayanlah untuk opening.

Thirty Something by Anastasia Aemilia
Memang benar kalau tema klasik satu ini nggak bakalan pernah mati. Sampai kapanpun, friendship turns into lover akan selalu ada dan masih akan selalu menarik untuk disimak. This story is one of my favourite. Tentang sepasang sahabat, Rachel dan Erik, yang diam-diam saling cinta tapi malam ini adalah malam terakhir mereka bertemu karena besok Erik terbang ke Jepang untuk kerja. Di malam itu semuanya terbuka. Perasaan mereka. Namun ada sebuah perjodohan dan cincin yang mengikat di jari Rachel karena being thirty-something and single is not that easy in her family. Meski memberikan ending yang realistis, gue masih gemes sama Rachel. Come on. Masih ada kesempatan gitu untuk dapetin Erik tapi dia nggak mau berusaha. Ini kenapa gue gregetan karena this is only a short story jadi nggak jelas keberatan keluarga Rachel tuh kayak apa. I want her to fight for her love. Coba mbak Anastasia Aemilia mungkin mau ngelanjutin cerita ini because I’m falling in love for them both.

Stuck With You by Christina Juzwar
Bayangkan tiga kali terjebak di lift kantor yang mati bersama cowok ganteng tapi jutek? I think it’s heaven. Sambil stuck cuci mata. Ini yang terjadi sama Lita. Di hari pertama sudah terjebak di lift sama dua cowok ganteng. Yang satu humble yang satu minta dipites. Sialnya, si jutek Ares ini malah jadi atasan Lita. Lita yang awalnya naksir Harris si humble eh malah berbalik ke Ares ketika tahu Harris is such a player. Mengabaikan logika cerita—hei, mana ada lift yang rusak berkali-kali? Memang sih dibilang gedung perkantoran itu sudah tua, tapi kalau lift rusak terus menerus, pasti udah dicomplain dari kapan tahu tuh sama pekerja di sana. Apalagi orang kayak Ares—ceritanya lumayan simple. Tapi nggak sampai ngefavoritin gue. Nggak tahu kenapa, rasanya racikannya kurang pas. Mungkin karena gue merasa pengin tahu lebih banyak tentang Lita-Ares aja kali ya jadi gue ngerasa Harris hanya cameo nggak penting yang sengaja dimunculin untuk menambah konflik tapi gongnya nggak dapet. (Ngerti nggak? Gue juga nggak ngerti dengan bahasa gue yang belibet hehe).

Jack Daniel’s vs Orange Juice by Harriska Adiati
Ini judul yang paling gue suka. Soooo contradictive. Gue bisa merasakan betapa cupunya si Dennys memesan orange juice di club hihihi. Ceritanya ala-ala sinetron pintu hidayah gitu—minus adegan azab hahaha. Jadi, seorang cowok metropolitan yang mengaku nggak bangsat-bangsat amat bernama Dennys telah bersumpah mau menjalani hidup baik alias no alcohol no smoke. Istilahnya Dennys, from super-duper-asyik-dan-tanpa-beban lifestyle to jaga-hati-jaga-kelakuan lifestyle. Ini semua gara-gara Dennys naksir anak Pak Haji dan Bu Hajjah tetangganya. Karena Pak RT bilang cewek baik-baik ya akhirnya sama cowok baik-baik, jadilah Dennys menerapkan pola hidup baru. No more minum-minum dan rokok. No more clubbing, berganti subuh ke mushalla. Ceritanya kocak. Lucu. Pengin bilang ke mbak Harriska, selain jadi editor, mungkin mau jadi penulis juga. This is one of my favourite. Enough said.

Tak Ada Yang Mencintaimu Seperti Aku by Hetih Rusli
A psychological romance. Tentang seorang cowok yang posesif dan nggak terima diputusin ceweknya yang tahan sama sikapnya. Keturunan dari bokapnya juga yang punya kelainan mental. Ide ceritanya bagus tapi gue nggak suka sama gaya menulisnya. Selama ini gue suka sama mbak Hetih, editor yang siapa-sih-yang-nggak-kenal-dia? Tapi ketika baca cerpen ini, sorry, not my type.

Critical Eleven by Ika Natassa
Jujur deh, ada berapa banyak yang beli novel ini gara-gara penasaran sama sosok Bapak Aldebaran Risjad? Sedikit banyak gue juga penasaran—iya, gue udah follow Ale. Ceritanya tentang perempuan bernama Tanya yang terbayang pertemuannya dengan cowok oke bernama Aldebaran Risjad aka Ale di atas pesawat. That’s it. Tapi gaya bercerita Ika tetap juara dengan banyaknya frasa Inggris di sana sini. This is a sneak peak for her upcoming novel yang katanya baru akan keluar 2014 ntar. Ugh. Gue nggak ngerasain feel dan greget yang sama ketika membaca cerpen ini dengan saat membaca novel Ika. Because I know that is a great story tapi terlalu singkat. Ide sederhana di tangan Ika bisa jadi luar biasa. Nah, ide Critical Eleven di penerbangan dikaitkan ke pertemuan dengan seseorang itu luar biasa banget. Belum lagi filosofi bandara, tujuan hidup, dan toko bukunya. Seperti biasa, tulisan Ika ya quoteable banget. Jadi, gue menunda penilaian gue terhadap cerita ini sampai 2014 nanti.

Autumn Once More by Ilana Tan
Gue baru tahu kalau judul ini diambil dari cerpen Ilana Tan yang menjadi sidestory dari Autumn In Paris, novel favorit gue dari semua novel Ilana Tan. Ceritanya tentang Tatsuya Fujisawa dan Tara Dupont yang menghabiskan sehari penuh di Disneyland Paris. Bagi yang sudah membaca Autumn In Paris pasti kenal pasangan ini. Cerita mengambil setting di awal-awal pertemuan mereka. Yang belum baca Autumn In Paris nggak usah khawatir nggak bakal ngerti karena cerita ini cukup jelas. Malah yang belum baca novel lebih beruntung karena bisa meraskaan keindahan cerita ini. Buat yang sudah baca seperti gue, dijamin akan sedih karena kembali bertemu Tatsuya, pria super-duper-manis-dan-ganteng yang kita semua tahu nasibnya sangat tragis. Ketika melihat nama Tatsuya, gue langsung berkaca-kaca karena ingat kisah hidupnya. Mengikuti cara bercerita Ilana yang manis, gue semakin sedih karena di sini mereka berbahagia tapi gue sudah tahu apa yang menanti di kehidupan mereka nanti. Air mata. Dan gue sukses menangisi Tatsuya.

Her Footprints on His Heart by Lea Agustina Citra
Another yummy guy from this book. Memang, Metropop itu gudangnya cowok-cowok yummy—enough said. Ceritanya tentang Ana, designer baju pengantin dan tunangannya, Rendy, an internist. Mereka aman-aman saja sampai Rendy ketemu Anne, pacarnya waktu SMA yang ninggalin dia gitu aja. Melihat masih ada cinta di mata mereka, Ana memilih untuk menyerah, membiarkan Rendy kembali bersama Anne karena dia melihat Rendy bahagia bersama Anne. Dooh! You’re so gengges Ana. Anne too. Memang sih kebahagiaan orang yang kita cinta itu hal mutlak, tapi membiarkan pria yang kita cintai kembali ke pacar lamanya, it’s impossible. Ada gitu di dunia nyata kayak gitu? Well, untunglah Ana nggak sampai gigit jari sepanjang masa karena Rendy kembali kepadanya. Tapi, gaya berceritanya gue suka.

Love Is A Verb by Meilia Kusumadewi.
MY FAVOURITE. CAPITAL ONE. Yup, ini cerita paling juara di buku ini. Paling realistis. Paling humani. Paling jleb. Paling nendang. Semua jempol untuk cerita ini. Idenya sederhana, tentang cewek normal yang ingin pacarnya menunjukkan perhatian di mata dunia tapi si pacar malah lempeng dan anti PDA. Timal yang kepo update semua social media Rangga jadi uring-uringan karena Rangga rajin komen foto di Instagram orang atau temannya di Facebook tapi nggak pernah nanggepin page Timal, even a simple like. Timal uring-uringan dan eng ing eng, minta putus. Jelaslah abis itu dia makin uring-uringan karena masih sayang sama Rangga. Untung dia segera disadari temannya. My favourite line, from Mira, Timal’s friend. “Cowok itu emang nggak mudah berkata-kata. Nggak mudah nyampein perasaannya. They show you their love, we say it out loud.” Nendang banget kan? Di saat cewek-cewek maunya PDA dan menegaskan he’s mine, tapi nggak pernah berbuat untuk menunjukkan perhatiannya, cowok malah kebalikannya. Penting mana, komen di post facebook atau like di Instagram ketimbang disamperin langsung buat kasih ucapan selamat? Action is better than words, it’s true. Tapi ya, buat cowok, nggak apa-apa loh sekali-kali nunjukin perhatian di depan umum sama ceweknya. Intinya, cerita ini mengajak kita untuk lebih mengamati, bukan sekadar melihat. Untuk lebih meresapi, bukan sekadar mendengar. Because just like John Mayer said, Love is a verb.

Perkara Bulu Mata by Nina Addison
Gue nggak terlalu terlarut sama novel pertama Nina, Morning Brew. But this short story is soooooo great. Bermain dari POV 1 beberapa orang. Tentang dua pasang sahabat, Lilian, Vira, Jojo, Albert. Tentang Vira yang baru menyadari kalau bulu mata Jojo itu bagus banget. Bikin matanya jadi lebih hangat dan teduh. Bulu mata. As simple as that. Tapi cinta bisa tumbuh dari hal paling sederhana sekalipun. Namun karena mulut Lilian yang ember, isi hati Vira terkuak. Jojo menjaga jarak. Setelah mengumpulkan keberanian, mereka kembali bertemu, as a friend. Namun Jojo akhirnya menyadari kalau bulu mata Vira juga bagus banget. This is one of my favourite tapi akan jauh lebih oke jika Mbak Nina menuliskannya ke dalam novel utuh. Cerita ini ada potensi untuk ke sana. Serius. Dan gue tunggu, semoga Mbak Nina ada niatan untuk itu.

The Unexpected Surprise by Nina Andiana
Tentang seorang cewek sukses yang sering bertengkar sama mamanya lalu memutuskan hidup mandiri dan terpaksa menginap di rumah ketika si mama ulang tahun sehingga akhirnya mereka bisa ngobrol heart to heart dan si cewek menyadari kesalahannya dan menyadari bahwa kecerewetan si mama adalah tanda sayang. Well, datar. Itu perasaan gue. Nggak unexpected sama sekali. Memang sih ceritanya realistis banget karena si mama kebanyakan emang cerewet—I feel that—dan kita yang merasa malas meladeni kecerewetan itu lalu memilih untuk menjauh—I did that. Tapi lumayanlah untuk memberi warna lain setelah semua cerita cinta-cintaan semua.

Senja Yang Sempurna by Rosi L Simamora
Ide sederhana tentang seorang cowok yang lima tahun ngegantungin cewek yang mencintainya karena takut berkomitmen. Di saat si cewek menyerah, dia menyadari kebodohannya. Ketika mencoba fight for her, he’s already late. Ada cowok baru di sana. Well well well, like Hetih, gue juga mengagumi mbak editor satu ini tapiiii seperti Hetih juga, gue nggak suka gaya menulisnya. Terlalu mendayu-dayu dengan banyak metafora. Not my type. Sorry.

Cinta 2 X 24 Jam by Shandy Tan
Never read Shandy Tan’s novel before but this is the sweet ending for this book. Akhir yang manis sekaligus tidak terduga. Tentang si ‘aku’ yang dalam waktu 2 X 24 jam jatuh cinta pada Lingga, pria yang sangat sempurna, lalu mendapatkan sebuah kenyataan yang membuatnya patah hati. Juga dia harus terbuang. Pertanyaannya, siapa si aku, dan unexpected twist di ending membuat gue ngakak. Brilliant! Tapi gue juga berpikir, di mana-mana, cowok yang begitu sempurna pasti ada yeng ditutup-tutupi. Yeah, I don’t want to say that but I’m pretty sure you know what I mean, hihihi.

Overall, I loooooove this book. Sebuah penyegaran. Maybe there is a next book? Kumpulan cerpen Amore mungkin? If yess, please put Rina Suryakusuma on the list. Yah, semoga beberapa cerpen yang berpotensi menjadi novel benar-benar terwujud. Selain Critical Eleven tentunya karena cerita itu sudah pasti dalam bentuk novel. yang belum pasti ya tanggal terbitnya, hiks.

Comments

  1. Shandy Tan cerpennya bagus2 & sering nongol di berbagai mjlh. Jd pgn baca juga :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts