Saturday, May 28, 2011

Vogue Germany June edition - Liebe

Ada yang menarik dengan Vogue Jerman edisi bulan Juni 2011 ini. Hal pertama yang menarik perhatian saya adalah tema yang diangkat: Liebe alias Cinta. Untuk mendukung tema ini, tidak tanggung-tanggung, tiga pilihan cover yang menghadirkan 3 pasang model kelas dunia yang sedang have a relationship.
Cover 1 - Alessandra A,mbrosio and Jamie Mazur

Photograph by Alexi Lubomirski. They also featured in editorial, cute and sexy.






Cover 2 - Karolina Kurkova and Archie Drury

Photograph by Alexi Lubomirski. And the question is, are they engage or already married? They also featured in editorial. Cool and sexy.






Cover 3 - Anja Rubik and Sasha Knezevic

My favorit cover because i heart Rubik so much, and her fiancee, Sasha Knezevic is so damn hot, right? And there are the editorial from Vogue Deutsch. The hot couple in fashion donning sexy editorial for Vogue Germany, photograph by Alexi Lubomirski and styled by Nicola Knels, They wears Roberto cavalli, ralph Lauren and Bluemarine. The couple was engaged last Christmas in Vienna and planning for a wedding this July in Europe with her wedding gown designed by Peter Dundas of Pucci. Wow, romantic!!!











Cool, right? COba majalah Indonesia ada yang foto-fotonya sebagus ini, atau kapan ya ada Vogue Indonesia? *Tetep*

Love, iif

Monday, May 23, 2011

Modern Fairy Tale

Percaya nggak kalau fairy tale itu ada?

Banyak pro dan kontra dalam hal ini. Sebagian besar pihak menganggap bahwa it's impossible, too beautiful to be true, tidak akan ada bahagia selamanya dan sebagainya. Namun, masih ada yang percaya bahwa keajaiban itu ada, tergantung dari sisi mana kita melihatnya, jika bersyukur maka kita akan bahagia, bahwa cerita cinta ibarat dongeng sebenarnya merupakan pengejawantahan dari realita (thanks to my accidentally responden).
Lalu, bagaimana dengan saya? Saya percaya bahwa fairy tale itu ada. Saya tidak usah menengok jauh-jauh ke Inggris sana, saat Kate Middleton dipercaya sebagai Cinderella abad 20-an. Saya pun telah menyaksikan wujud nyata fairy tale tersebut, dengan mata kepala saya sendiri.

Saat itu, saya masih berusia 15 tahun, masih terlalu dini untuk memahami cerita tersebut. Namun, di masa awal usia dewasa saya, saya kembali mengingat kisah itu.

Sebut saja namanya Riri. Kebetulan, ibunya adalah teman ibu saya. Riri adalah seorang gadis sderhana dari kota kecil di Sumatra. Keluarganya sederhana -ibunya guru, ayahnya pegawai kantor walikota-, dia pun tak kalah sederhananya, baik dari segi penampilan maupun prilaku.
Riri, sama seperti gadis kota kecil lainnya memilih untuk kuliah di Jakarta. Selepas kuliah, dia bekerja di suatu perusahaan. Dalam salah satu pekerjaannya, dia bertemu dengan direktur salah satu perusahaan tambang terkemuka di Indonesia, sebut saja PT KS. Pria lajang berusia akhir 20an, tampak elegan dengan segala kuasa dan kekayaannya.
Namun, siapa sangka kesederhanaan Riri menarik hatinya? Pertemuan pertama itu langsung menumbuhkan benih-benih cinta. Pria itu merasa telah menemukan sebagian hatinya. Saat itu juga hatinya berkata 'she's the one!'.
Namun, Riri menolaknya. Dia merasa tidak pantas. Meski teman-temannya berkata bahwa dia bodoh karena menolak anugrah itu, Riri bergeming dengan keputusannya. Dia merasa takut. Dia hanya gadis biasa dari kota kecil. Tak punya kuasa apa-apa. Kehidupannya sungguh bertolak belakang dengan pria itu. Apakah lingkungannya bisa menerima Riri? Apakah keluarga pria itu -yang merupakan salah satu petinggi PT KS- bisa menerima seorang gadis biasa masuk ke keluarga besarnya yang sangat menjunjung tinggi gengsi? Pertanyaan itu menyeruak dalam pemikiran Riri.
Namun, penolakan Riri tidak menyurutkan langkah pria itu. Dengan mantap dia menyebut nama Riri sebagai pendamping hidupnya kepada keluarganya. Dengan yakin dia terbang ke kota asal Riri dan meminta restu dari keluarga Riri. Lagi-lagi penolakan didapatnya. Keluarga Riri bukanlah keluarga yang silau akan harta. Mereka takut Riri tidak bisa diterima oleh keluarga pria itu. Kita hidup di Indonesia. Menikah bukan hanya diantara dua insan, tapi juga ada penyatuan keluarga didalamnya.
Pria itu tidak menyerah. Puncaknya ada disaat ayah Riri terkena serangan jantung. Sebelum meninggal, sang ayah sempat berpesan 'jika kebahagiaan Riri ada ditangannya, maka lakukanlah'. Dia serasa mendapat lampu hijau. Dia selalu ada di masa-masa sulit Riri yang terpuruk waktu ayahnya meninggal. Butuh waktu dua tahun hingga akhirnya Riri sadar bahwa dia juga mencintai pria itu. Meski telah menerima berkali-kali penolakan, pria itu tetap bergeming. Riri baru benar-benar yakin saat keluarga besar pria itu menerimanya dengan tangan terbuka.
Saya masih ingat hari pernikahan Riri. Saat Riri menangis di pelukan ibu dan kakak laki-lakinya. Saat Riri menangis waktu ijab kabul karena ketidakhadiran sang ayah. Saya bisa merasakan aura kasih sayang dan cinta yang teramat dalam ketika pria itu memeluk Riri dan menenangkannya.
Bulan Maret lalu, saya kembali bertemu dengan Riri di salah satu mall di Jakarta. Saya kaget saat seseorang menepuk pundak saya dari belakang.
"Apa kabar, adik kecil?" Tanyanya.
Tak ada yang berubah dengan Riri. Tetap sederhana seperti dulu. Tak jauh dari sana, saya melihat pria itu -suaminya- sedang menggendong putri kecil mereka di pundak. Dia tersenyum. Kembali saya bisa merasakan suasana magis seperti yang saya rasakan di hari pernikahan mereka.
Kami pun berbincang di salah satu kedai kopi. Riri menceritakan kehidupannya, bahwa dia tidak salah mengambil keputusan. Dia beruntung masih diizinkan bekerja meski awalnya sang suami ingin membawanya ke PT KS. Dia juga berhasil membujuk suaminya untuk tinggal sendiri, keluar dari kemewahan rumah mertua, dan hidup mandiri sebagai sebuah keluarga. Mereka memiliki dua anak. Yang pertama, laki-laki (6 tahun) dan perempuan (2 tahun). Sekarang PR Riri hanya satu, membujuk sang ibu yang tinggal sendirian di kampung halamannya untuk tinggal bersamanya karena sang ibu tidak mau pindah. Alasannya, dia tidak cocok dengan kehidupan kota besar.
Sebelum berpisah, Riri berpesan pada saya "Do you believe a fairy tale?"
"Iya"
"Good. Aku sudah merasakannya and now, it's your turn!"
Saya terkesiap. Akankah saya juga bisa memiliki fairy tale itu?

Mengutip kata-katanya Vivian Ward dalam Pretty Women: "I want a fairy tale" dan kalimatnya Jane Nichols dalam 27 dresses "One day, that would be my day!" (Thanks @tyarabuffon for this statements).

So, apakah kalian masih meragukan fairy tale?
"I want a fairy tale, with my own way, becasuse one day, that would be my day!"

Love,
Iif
Nb: makasih ya kak Riri dan suami atas ceritanya.

Sunday, May 22, 2011

Quarter-Life-Crisis-Wanna-Be

Sabtu, 21 Mei 2011.
Berawal dari kehebohan saya menonton Master Chef Indonesia. Bukan karena saya suka memasak dan bercita-cita menjadi koki handal. Bukan. Saya menyukai tayangan tersebut karena salah satu juri, Chef Juna Rorimpandey. Saya yang tidak aware dengan acara tv pun tahu kalau Chef Juna jadi juri gara-gara teman saya @chikamarsiska. Ya, saya akui saya tertarik pada chef itu sejak pertama kali melihat dia. I thinks, he's so sexy. Yeah, saya memang sukanya tipikal-tipikal badboy gitu. Jadilah akhirnya saya memfavoritkan acara itu karena ada chef Juna (bukan karena acara itu ya saya suka chef Juna ---> teruntuk si rese Riri -teman saya-).
Kehebohan itu juga melanda teman saya, Maya Safira (@mayasfr). Hari Sabtu kemaren, iseng kita saling ВВМ-an membicarakan chef satu itu. Namun, pembicaraan pun melebar kemana-mana. Berhubung kita adalah penggemar novel-roman-yang-kata-sebagian-besar-orang-adalah-novel-cheesy-yang-nggak-banget, maka bisa dipastikan isi otak kita sama. Apalagi kalau bukan tentang keinginan-mendapatkan-cinta-dan-pria-seperti-yang-ada-di-novel. Ya, kalau dibilang fairy tale itu memang ada, bisa dinyatakan bahwa kita adalah pemimpi fairy tale.
ввм pun berlanjut hingga malam. Para fakir asmara ini pun mencoba menelaah makna cinta dari sudut pandang kita -yang tentu saja- telah terkotaminasi adegan-adegan di novel roman.
Obrolan berawal dari pria idaman. Dimana saya sebagai seseorang yang liberal sama sekali tidak mempermasalahkan rokok-tato-duda dan mengidam-idamkan seorang badboy, obrolan pun berkembang. Berikut isi obrolan Quarter Life Crisi kita.

Maya: Mungkin karena kefakiran asmara ini bikin kita gampang iri ama orang-orang kayak Aline atau perempuan cantik pinter diluar sana yang effortlessly bisa dapat laki sesuai keinginan

Iif: But at least I beliave that everybody's special. Ada satu sisi dari tiap diri yang istimewa. Hanya pria tertentu yang bisa melihat sisi itu and yup, his yours. Gue lagi ngebayangin cowok, 7 tahun lebih tua, tinggi dan bodynya sedeng, kulit coklat, rambut acak-acakan, rahang tegas, ada bekas cukuran. Trus kerjanya musisi/pelukis/fotografer/penulis/chef.

Maya: Iya if makanya yang paling penting itu cinta tanpa syarat, apa adanya. Laki yang bisa nerima gue dengan segala kelebihan dan kekurangan gue. Betul yang lo bilang, yang bisa lihat apa keistimewaan kita itu. Mungkin itu akan terasa istimewa ya. Karena kalau cewek yang udah kelihatan sempurna jelas kelihatan lebihnya, kalau cewek yang biasa aja perlu usaha laki itu untuk gali lebih dalam. Dimana usaha itu jadi tantangan. Hahaha

Iif:Iya. Gue pernah baca kalimat, bahasa Inggrisnya gue lupa pastinya. 'Jangan cintai seseorg anyg sempurna, tapi cintai seorang biasa sesempurna mungkin'

Maya: Kalau gue selalu suka laki bersih maksutnya yang kulitnya masih agak-agak putih nggak yang coklat gitu. Tapi bewok atau jenggot-jenggot tipis tetep harus ada. Dia tipe tinggi, badan pas yg bagus pake kemeja yang lengannya di gulung, usia 5-8 tahun lebih tua *nyari lowongan jodoh*

Iif: Tapi ya itu, tau sendirilah jalanan banyak cabangnya. Pasti ada kok someone di luaran sana yang lagi nyari jalan ke hati kita. Cuma jalannya nggak gampang, dia harus nebang rumput2 pengganggu dulu, kadang ditengah jalan ketemu orang lain dulu. Tapi jika dia udah lelah nyari dan Tuhan bilang sekarang waktunya, maka dia akan datang. Makanya, daripada pusing kan ya nunggu, kenapa nggak coba percepat waktunya. Dia lagi kebingungan nyari jalan di luar sana, lalu kenapa kita diam saja? Kenapa nggak coba ikut merajah jalan, at least bersihin rerumputan liar biar dia bisa lihat jalan ke kita dan langsung ikuti jalan itu.

Maya: Bener ip. Makanya gue selalu doa ke اللّه buat mempertemukannya disaat yang tepat. Gue kadang suka mikir, lagi ngapain ya calon gue. Kapan ya ketemunya. Nah berbesar hatinya sih mungkin saat yang tepat itu belum sekarang. Masalah usaha, emang bener ip. Cuman ntah knapa sampe sekarang aja gue belum ada laki yang bikin gue suka beneran. Jadi bingung juga. Apalagi gue tipe cuek dan pasif yang pengennya dideketin duluan. Hahahaha. Makanya kadang mikir enaknya jadi cewek menarik yang bikin laki-laki dengan sendirinya ngedeketin. Ehe tapi ya giliran gue ngerasa ada laki yang gue nggak suka kayaknya deketin gue juga males. Haha. Payah deh gue orangnya. Soalnya gw pikirannya selalu pengen dapat 1 laki yang gue pacarin untuk dinikahin. Yang emang dia jodoh gue. Gue nggak mau nyoba-nyoba gitu kalau bisa.

Iif: Gue sih punya prinsip, sebelum lo menyayangi orang lain, sayangi dulu diri lo sendiri. Jika lo sayang sama someone tentunya lo ingin ngasih yang terbaik kan? Nah, makanya gue ingin ngasih yang terbaik dulu buat diri gue. Mungkin sekarang belum ada karena gue sendiri masih belum ngasih yang terbaik buat diri gue. Masih ada banyak hal yang ingin gue capai. Makanya gue percaya kalau Allah masih nyimpen si someone itu sampai nanti gue udah bisa ngasih yang terbaik dan sayang sepenuhnya sama diri gue. Karena dengan begitu, gue bisa sayang sepenuhnya sama orang lain dan ngasih yang terbaik sama dia tanpa ada penyesalan dalam diri gue. Makanya gue ngk ngoyo karena gue ingin ngebuktiin diri dulu. Jika gue berhasil, maka gue yakin 'dia' akan datang. Soal usaha, menurut gue masing-masing orang beda. Ada yang tipikal dongeng yang maunya nunggu pangerannya datang. Gue juga mau nunggu tapi bukan berarti duduk bengong aja. At least gue berjalan satu dua langkah ke arah dia. Sampai sekarang belum ada yang bisa bikin gue berdebar-debar jantungan klepek-klepek mimisan pingsan *lebay*. Tapi gue yakin, jika saatnya tepat maka dia akan datang, dengan cara yang tepat juga. Tentunya, dialah orang yang tepat

Maya: Jadi intinya "cintai dirimu, maka kau akan dicintai jodohmu" hahaa. Emang bener ip. Gue belajar memperbaiki diri dulu dah

Iif: Itu prinsip gue karena gue nggak ingin ntar nyesel. Gue juga nggak ingin dia nyesel dapetin gue. Bukankah setiap orang ingin terlihat dan melakukan yang terbaik bagi orang yang dicintainya?

Maya: Tapi disisi lain laki itu juga usaha yang terbaik buat dirinya. Jangan jadi berat sebelah

Iif: Maunya sih gitu may. Dia juga berusaha uuntuk berbuat yang terbaik bagi dirinya dulu sebelum dia mutusin buat melakukan yang terbaik bagi someone yang dia sayang. Mudah-mudahan si 'dia' juga gitu may. Biar nanti kita ngejalaninnya dengan mantap tanpa ada penyesalan.

Maya: Aminn

Ya, begitulah percakapan kita. Semoga ada yang bisa ditarik ya teman dari percakapan itu.
N.B: May, ayolah. Ikut standar sendiri aja. Jangan ikutin standar pernikahan Indonesia yang hanya menyisakan waktu 2 tahun lagi, hihi.

Love,
Iif

Monday, May 9, 2011

42 Things To Do... Just Because You Can

Sebuah artikel menarik dalam 'kitab suci' saya a.k.a Cosmopolitan edisi Maret 2011. Artikel ini sangat cocok untuk para Fun Fearless Female yang tentunya mengenal kata berani. Berikut akan saya share artikel tersebut.

42 Things To Do... Just because You Can

Membatasi diri karena merasa tidak mampu? Sudah tidak jaman! Jika saat ini Anda benar-benar butuh tantangan, pelarian, dan ingin bersenang-senang, dengan senang hati Cosmo akan tunjukkan caranya...

1. Kumpulkan keberanian untuk berkata ‘Ya’ pada tantangan yang benar-benar Anda takuti – mulai dari speech di depan publik hingga sky diving. Fun? Exactly!
2.Hadiahi diri Anda sepasang sepatu, dress, jewelry...(Ah, you name it!) lansiran desainer ternama. Because you worth it!
3. Buatlah plakat dan ikut serta aksi unjuk rasa pada suatu hal yang Anda yakini...SEPENUH HATI!
4. Kabur sementara untuk road trip....and sing at the top of your voice. Tenang, itu bisa dimengerti kok!
5. Sadar kalau sikap orangtua yang belakangan ini menjengkelkan adalah karena mereka sangat mencintai Anda.
6. Ubah drastis potongan rambut Anda! Dan kalau Anda berkata, “Ah, hanya beberapa senti dari bawah saja ya,” itu berarti Anda tak punya nyali.
7. Berkelana menuju Venice dengan alasan cuma ingin mengayuh gondola. Hei, waspada kalau tiba-tiba seorang pria Italia yang superseksi menyenandungkan lagu untuk Anda. Owh, hawtness!
8. Mencium seseorang dengan liar – like your older brother’s friend. Memangnya kenapa?
9. Setelahnya, boleh kok jika ingin lebih dari ciuman. PS: lakukan dengan aman ya!
10. Percayalah pada orang dengan sepenuh hati, hidup, dan sepenuh...isi lemari Anda.
11. Ambil sebuah peta dunia, pejamkan mata, dan landaskan jari Anda di atasnya. Di manapun dan seberapa jauh tempat itu berada, pesan tiket liburan segera!
12. Cari pohon rindang dan baca buku di sana. Lihat efek dari hembusan semilir angin segar pada Anda.
13. Temukan keinginan Anda di ranjang dan jangan pernah takut meminta lebih pada si dia.
14. Begadang semalam suntuk bersama sahabat-sahabat wanita demi menonton DVD klasik. All in bed, marathon!
15. Hiasi backyard Anda dengan tanaman yang hasilnya bisa Anda makan...kelak.
16. Berenang di malam hari tanpa busana plus pria seksi di samping Anda. Just don’t get caught!
17. Kejutkan sahabat dengan early gift, 6 bulan sebelum ulang tahunnya, dan hadiah lain tepat saat hari H.
18. Kuasai sejumlah bahasa asing untuk menggoda pria-pria di luar sana, kalau perlu sealam semesta.
19. Indonesia itu luas! Pikirkan sebuah kota, dan berkelanalah ke sana. Sendirian! Jangan pernah kembali kalau tak ada oleh-oleh di tangan.
20. Fly first class. You’ll never forget it!
21. Pernah piknik romantis di tanah lapang sambil ditemani ribuan bintang? Coba deh!
22. Beli sepasang (errr..boleh lebih) killer heels! Lihat efeknya pada bokong Anda?
23. Do something kind for someone, just because.
24. Percaya diri untuk bilang, ‘I love you’ lebih dulu dari si dia.
25. Temukan perfect jeans, lalu beli sedikitnya..dua!
26. Tonton pesta kembang api bersama keponakan Anda yang belum pernah melihatnya.
27. Cuma Anda yang berhak jadi bos untuk hidup Anda sekarang dan di masa depan.
28. Ketahui reaksi yang benar saat menerima pujian. Jangan terlalu..berlebihan!
29. Baca kembali seluruh koleksi buku Tracey Cox Anda. Tip kencan, seks, dan relationship-nya akan semakin terekam di ingatan.
30. Kiss someone famous! Mendaratkan ciuman pada pria-pria Cosmo Man juga masuk hitungan, lho.
31. Minta naik gaji pada bos Anda. Just because you deserve it.
32. Berlatih dan libatkan diri untuk turnamen lari maraton.
33. Tonton lima episode How I Meet Your Mother dan Cosmo tantang Anda untuk sama sekali tidak tertawa terbahak-bahak.
34. Telepon ibu, ayah, dan saudara Anda hanya untuk bilang betapa sayangnya Anda pada mereka.
35. Donasikan uang Anda untuk beramal. Dan lihat after effect-nya. You must be proud of yourself!
36. Take the bus and get off somewhere random.
37. Raih pekerjaan impian Anda. Yakinlah Anda mampu.
38. Pergi berlibur tanpa harus beranjak ke mana pun (sama sekali).
39. Pilih seseorang yang layak dijadikan panutan. Lalu, tiru sikapnya.

40. Ajak kencan seorang pria seksi yang baru saja Anda temui.
41. Belajar surfing. Atau setidaknya, belajar bagaimana caranya agar jatuh dari papan seluncur dengan...tetap cantik.
42. See him, get him, keep him. Yes, Mr.Right does exist. (Cosmo/miw)

Source: Cosmopolitan Edisi Maret 2011, halaman 182

Well, menurut saya, untuk melakukan semua aksi di atas tidak hanya membutuhkan keberanian, tapi juga uang. Namun, tidak ada salahnya kok melakukan tantangan ini. Tinggal pilih and do it.

Love,
Iif

Saturday, May 7, 2011

Wanita dan Tontonannya

Fatwa iif
"Sesungguhnya perempuan dewasa muda menonton film kartun karena dia merindukan masa kecilnya. Saat hidup masih terasa indah, ringan, dan sederhana. Saat yang dikenal hanyalah gelak tawa dan rengekan. Saat hitam adalah hitam dan putih adalah putih, tak ada area abu-abu."

"Sesungguhnya perempuan dewasa muda menonton Ftv karena mereka haus akan kehidupan percintaan yang penuh intrik tapi berakhir bahagia, yaitu bersatunya si perempuan dengan pria yang dicintainya. Karena mereka ingin dicintai dan mencintai, lalu membawa kehidupan percintaan itu ke tahta tertinggi. Dan seperti kisah Disney klasik, and they'll live happily ever after."

Lalu, bagaimana dengan tontonan yang memperlihatkan para jagoan, seperti Power Ranger?
Percayalah, pria yang berani berjuang membela kebenaran dan menyelamatkan perempuan yang dicintainya atau kaum lemah, itulah pria sejati impian banyak orang. Ditunjang dengan postur tubuh yang tinggi, tegap, bahu lebar, dada bidang, dan sedikit bulu-bulu, maka tak pelak lagi, pria itu mampu meningkatkan fantasi para wanita.

Lalu, bagaimana dengan sinetron?
Percayalah, tontonan itu hanya untuk perempuan yang ingin melepas lelah sehabis bekerja dan ingin tontonan yang bisa ditertawakan.

Love,
Iif