Mas Nino dan Kelabilan Awal 20-an

*Boleh kan kalau saya sekali-kali melabil di blog ini?*
Whateverlah ya... haha
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Cerita bermula dari tugas Seminar Masalah-Masalah Komunikasi. Secara saya adalah manusia malam maka ketika sedang berselancar di dunia maya di tengah malam, saya menemukan ide menarik untuk makalah seminar tersebut. Idenya adalah...
"Komodifikasi Perempuan Dalam Majalah Gaya Hidup Pria (Studi Kasus Esquire dan Da Man)"
Ketika di kelas, kita di suruh bikin kelompok dan saya bersama @Ema_FitriaR dan @seeta_lescha memproklamirkan diri tergabung dalam satu kelompok. Kita lalu di minta mengumpulkan tiga ide. Ide yang diajukan waktu itu adalah "Komodifikasi Perempuan Dalam Majalah gaya Hidup Pria", "Fashion Journalism: Antara idealisme dan Kepentingan Ekonomi Media" dan "Standardisasi Majalah Franchise di Indonesia: studi kasus majalah Female Indonesia". Akhirnya yang terpilih adalah Komodifikasi Perempuan tersebut.
Singkat cerita jadilah kami bertiga memulai pembuatan makalah. Dalam perjalanannya, setelah meneliti beberapa majalah gaya hidup pria terjadi perubahan majalah yang di angkat. Esquire dan Da Man di skip dan sebagai gantinya adalah Men's Health Indonesia dan Cosmopolitan Men Indonesia. Oleh karena tidak bisa mendapat waktu wawancara dengan Fira Basuki (pemred Cosmo Men) akhirnya hanya di pakai satu majalah yaitu Men's Health Indonesia.
Well, wawancara MHI ini nggak penting-penting amat ya diceritain. Masalahnya adalah, gara-gara tugas ini saya jadi labil. Seperti yang sudah di bilang di postingan beberapa hari yang lalu, saya kesel karena waktu ke Men's health nggak jadi ketemu Mas Nino padahal rencana awalnya kan wawancara dia tapi malah ganti Mas Gilang karena mas Nino ke rumah sakit. Sebenarnya pas di lihat di majalahnya (bagian catatan redaksi) si Mas Nino kelihatan ganteng gitu meski sepertinya sudah om-om (perkiraan sih 35-40 tahun gitu) tapi kok jadi gregetan ya??
Heran deh. Waktu suka sama Steve kok ya biasa aja, nggak sampe gregetan parah kayak gini, otaknya juga masih tetap di tempat, belum melayang kemana-mana. Tapi, sama mas Nino kok kayak gini? Senyum-senyum sendiri, geli sendiri, ngebayangin yang nggak-nggak *hayo lo mikir apa, hah*. Intinya jadi labil parah. Abis, siapa suruh punya muka dan body yang oke banget kayak gitu...???
Setelah sukses ngerampok foto-foto dia di facebook fanpage Men's Health, kelabilannya malah makin menjadi-jadi, haha.
*kualat gara-gara ngetawain @Ema_FitriaR yang suka sama Uno-Uno yang notabene udah om-om juga, hehe..
Penasaran?? Nih, beberapa fotonya...

Foto waktu nonton bareng Darah Garuda Femina Group. Sial, gue ada di sana, ikutan nonton bareng juga (menang kuis U FM) tapi karena waktu itu belum ada apa-apa sama mas ini jadinya ya biasa aja, nggak nyariin dia. Coba nontonnya sekarang, di jamin langsung ngajak foto bareng *sambil meluk, xixi*

Hobinya olahraga ya mas?? Ya iyalah, sesuai gitu deh sama majalah yang di pimpinnya..

Di Red Carpet kok sendirian sih mas?? Coba ya gue sekarang udah jadi pemred, kan bisa nemenin... *lol*

*Slurp...

*uwoooo...

Pemred yang humble sampe-sampe turun tangan langsung nyiapin acaranya. Kayak gitu tuh pemred yang seharusnya. Bisanya nggak cuma merintah-merintah, marah-marah dan intimidasi anak buahnya (kok jadi kayak nyindir Adeline ya???)

Well, intinya si mas-mas ini udah menuhin kriteria 5M cowok idaman deh: Matang (banget, kalau di lihat dari umurnya), Menawan (pastilah, liat aja tampangnya. Buat ukuran Bapak-bapak sih dia menawan banget), Mapan (Pastilah. Pemimpin Redaksi majalah pria nomor satu di Indonesia bisa kebayang kan gajinya berapa??), Mahir (ini memang masih butuh pembuktian tapi kalau di lihat dia kerja di mana dan isi majalahnya seperti apa kayaknya bisa ditebak deh kemahirannya, hehe) dan mas-mas (M kelima ini tambahan terakhir dan tentatif, hehe).
Tapi ya setelah di pikir-pikir, ini cuma kelabilan aja kok. Kenapa saya menyukai mas Nino ya paling karena dia seorang pemimpin redaksi. Sekali lagi, PEMIMPIN REDAKSI. Tahu kan apa artinya kata itu buat saya? Yup, itu adalah cita-cita terbesar saya, jadi mungkin ya kalau suka sama Pemimpin redaksi bisa kecipratan suksesnya, hehe *ngarep mode: accute.
Kalau ni ya Men's Health bikin acara di FISIP, pastinya saya akan minta ke mas Raymon (orang Humas FISIP) biar saya yang jadi LO-nya. Dijamin, full service spesial buat mas Nino.
Atau kalau mas Nino butuh asisten (asisten untuk urusan apa saja kecuali domestik rumah tangga alias dapur dan memasak *excuse bikinin kopi okelah*) saya pasti akan sangat bersedia. Ya, siapa tahu bisa ketularan suksesnya kan dan ntar bisa jadi pemimpin redaksi juga deh, hehe... Tapi, kalau seandainya itu terjadi dan di saat yang bersamaan Adeline juga butuh asisten bakal milih yang mana ya? Dua-duanya kan tawaran yang menggiurkan. Jadi bingung *dilema*.
Well, mari kita tunggu sampai kapan kelabilan ini akan bertahan? Apakah kalau presentasi Seminar udah kelar, kelabilannya udahan juga? Yeah, we'll see.
Eh eh eh.. tapi masih penasaran nih?? Mas Nino udah merit atau masih lajang ya?? Pertanyaan yang lebih krusial lagi, mas Nino lurus-lurus aja kan?? Ya, secara nemu gitu kan satu forum *** yang ngomongin dia dan dia dijadiin fantasi gitu sama si *** (hiyuuuhhh, geli....)

love,

n.b: tapi kalau dengan kenal sama mas Nino dan kerja buat dia bisa buka jalan buat masuk ke dunia majalah dan dia bisa dijadiin pijakan, knapa nggak???

Comments

  1. this post is creepy. haha
    ya semoga tulisan lo bisa menjadi panduan bagi orang-orang di luar sana yang penasaran sama mas nino. (gay and bitches for sure, xp).
    gw sih masih penasaran wawancara marketingnya, hwehehe

    ReplyDelete
  2. Gay and bitches?? lol...
    Hah, brarti selera gue lebih tinggi dr lo. Gue sih ngincer pemrednya sedangkan lo cukup terpuaskan oleh marketingnya, haha.

    ReplyDelete
  3. hwakakakakakakak....LABIL mode:acute!
    udah ada yang punya iph..

    ReplyDelete
  4. matang, mapan, menarik, mahir, mas2, haha..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts