One Step Ahead

Hari ini adalah hari pertama magang di Sister. Perasaan pertama: deg-degan...Jadilah pagi ini datang over time a.k.a jam 8 padahal masuk jam 8.30, nunggu Mbak Faunda (pemred-red) sampai jam setengah 9 lewat *ditemani insiden HP nge-hang*. Ketemu Mbak Faunda langsung dibawa ke kantor Sister. Lantai 4 cyinnnn dan naik tangga *alamat olahraga naik turun tangga 4 lantai tiap hari*. Alhasil, sampai atas ngos-ngosan.
Sama mbak Faunda dikenalin ke karyawan lainnya, mbak Fika, mbak Tasya dan mbak Margie. Mbak Margie itu supervisor aku lho... dan saya juga dapat satu kubikel + satu komputer.
Awalnya sempat bengong dulu alias nggak ada kerjaan. Daripada bengong nggak jelas juntrungannya, akhirnya saya membuka file di komputer dan menemukan beberapa file terkait Sister edisi Maret, April, Mei dan Juni. Ada behind the scene-nya juga, alias yang rencananya mau dimasukin ternyata nggak jadi.
Selang beberapa waktu kemudian, mbak Margie memberikan pekerjaan. yess,,, pekerjaan pertamaku, here i go. Saya pun disuruh membuat artikel boystuff. Akhirnya saya pun googling dan nemu deh... Tapi ternyata ada dua yang ditolak karena udah pernah dimuat sebelumnya. Disuruh nyari lagi dan alhamdulillah selesai.
Setelah itu, saya disuruh menghubungi seorang ahli gizi dan meminta jadwal wawancara tentang makanan bergizi. Besok harus sudah mengubungi si Dokter Samuel itu. Deadline Rabu. Selain itu, juga disuruh bikin calender event dan kalau tanggalnya kosong disuruh isi sama fun fact atau random knowledge atau mungkin ulang tahun artis. Deadline: Kamis.
Dan, besok kemungkinan disuruh liputan. yeaiii....

So far sih menyenangkan, tapi kok beda ya sama yang ada di bayangan saya? Apa karena baru hari pertama dan waktu pengerjaannya masih panjang kali ya makanya suasana dikejar deadlinenya belum kerasa.
Selama ini yang ada di pikiran saya adalah seperti di film-film. Karyawan yang melenggang dengan gaya yang chic -well, kalau ini sih ada-, pemred yang marah-marah trus banting-banting tulisan yang salah -well, si Mbak Faunda sih ketawa-ketawa aja, santai banget anaknya- pokoknya *setan* majalah belum ketemu -ya, meski pengen ngerasain tetep aja bersyukur karena nggak ada-.

Internship ini bagi saya adalah sebuah pembekalan, bekal menuju masa depan di bidang yang saya minati ini. Satu langkah maju demi menggapai cita-cita. Siapa tahu nanti saya bisa sesukses Anna Wintour...

Atau seperti Carine Roitfeld


Dan mungkin saja seperti Park Ki Ja (meski hanya tokoh fiktif) yang bertangan besi tapi benar-benar paham dunia majalah itu seperti apa sampai-sampai dia berdedikasi penuh sama majalahnya dan menentang pemilik yang lebih mengutamakan iklan dan bisnis..


Atau seperti Nina Garcia yang membuat acara TV sendiri setelah dia berhasil mengembangkan majalah yang dipimpinnya..

.

Dan, tentu saja keinginan terbesarnya adalah menjadi seperti Fira Basuki yang sukses dalam dua bidang yang sangat saya cintai: menjadi seorang editor in chief sekaligus novelis. Dan dia bisa menyeimbangkan keduanya dan sukses dalam kedua hal tersebut...


So, apakah saya siap untuk menjalaninya???
And i answered: YESSS.....!!!!!
Here am i to reach all my dreams...

love, iif

Comments

Post a Comment

Popular Posts