The K2: Rollercoaster Kehidupan Keluarga Calon Presiden Korea dan 5 Alasan Kenapa Kim Jeha dan Anna Pantas Bahagia


I love Ji Chang Wook after I watched his epic drama, Healer. By the time I read that Ji Chang Wook will be on new action drama, I feel happy. Apalagi ini dramanya TvN, stasiun TV yang punya sejarah nayangin drama-drama keren. Jadi, bertambah alasan untuk ngikutin The K2.
Later I know that YoonA will be a part of this drama. Ngomongin soal visual, pasti cakep banget. Ji Chang Wook dan YoonA, pasangan yang pas. Tapi YoonA masih agak diragukan di drama. Katanya, di drama God of War Zhao Yun, YoonA oke, tapi karena enggak nonton, jadi enggak bisa komentar apa-apa. Terakhir nonton dia di Prime Minister and I, tapi karena di sana dia jadi another-ordinary-bubbly-girl, meski aktingnya sedikit meningkat, tapi kurang berkesan. Begitu tahu karakter Go Anna bukan tipikal girl next door, dan sedikit dark, I have a little hope for YoonA.
Hasilnya? Amazing, YoonA membantah semua prejudice yang dilekatkan ke dia. I never see YoonA in Anna. Dan chemistry dia dengan Ji Chang Wook itu juara. Ramyun scene will always be my favorite, karena bikin gemes aja nonton JCW ngomel-ngomel sendiri pas lihat kepolosan Anna lewat CCTV, he-he.

Rollercoaster ala The K2

Ketika berita soal The K2 muncul, terdapatlah nama penulis skenario Yong Pal yang bikin cerita ini. Banyak yang khawatir karena Yong Pal emang bikin trauma. Selain akting Kim Tae Hee yang bikin emosi jiwa, ceritanya juga ambyar di tengah jalan. Enam episode awal menjanjikan, lalu tiba-tiba byaaar jadi enggak jelas.
Jadi, gue pun menyimpan kekhawatiran yang sama.
The K2 mempunyai awal yang menjanjikan. Kelihatan ini drama ber-budget besar, dengan permainan kamera yang keren dan bikin adegan action makin menegangkan. Dari episode 1, JCW udah bag big bug babak belur. Meski sudah berdarah-darah, JCW masih cakep.
Oh sedikit out of topic. Menurut gue, JCW ini tipe cowok yang gue susah buat ngejelasin dia masuk kelompok mana. He’s not your typical flower boy like Lee Joon Ki or Lee Min Ho. Dia juga bukan tipikal cowok yang ganteng kelar. He looks like a flower boy but at the same time he looks so manly. Dia bisa dibilang ganteng kelar tapi di saat yang sama ada sesuatu di diri dia yang bikin enggak bisa berpaling. Susah dijelasinlah cakepnya dia kayak apa. Dan JCW ini gerak-genic, karena di foto dia enggak terlalu breathtakingly beautiful, tapi kalau sudah di gambar bergerak, he took my breath away ha-ha. Apalagi kalau udah akting, two thumbs up.
So, back to The K2. Di tengah-tengah, kelihatan cerita mulai keteteran. Entahlah, mungkin penulisnya pengin memuaskan imajinasi JeNa shippers karena adegan manis mereka makin banyak. Not that I am complaining, gue suka sih sama mereka, tapi bukan berarti cerita awal jadi keteteran. Masuk episode sepuluh, celah untuk jalan keluar dari semua masalah belum kelihatan. Tinggal enam episode lagi, pasti deh semua diburu-buru.

#JusticeForAnna

Menjelang akhir, cerita masih agak keteteran. Untung akting semua cast nyelametin cerita, jadi ceritanya enggak keteteran amat. Sebagai perbandingan, Yong Pal literally based on Joo Won. He carried that drama alone. Jadi, meski cerita keteteran, akting Joo Won tetap enggak bisa nyelametin dramanya. Keuntungannya The K2 adalah, meski cerita keteteran, sinematografi dan cast bisa menutupi. Terutama cast. Mereka berempat, ditambah Choi Sung Won dan Park Kwang Soo, bisa nutupin celah itu.
Sesuai judul subbab ini, concern gue ada di karakter Anna. Di sinopsis awal, dibilang kalau Anna mengalami masalah psikologi dan menjadikan Jeha sebagai sarana untuk balas dendam. Harapan gue sempat meningkat ketika Anna kabur dengan pura-pura jadi Miran. Juga pas Anna bantuin Jeha ketika diserang di lokasi photoshoot. Saat itu mikir, oke Anna akan balas dendam sama Choi Yoo Jin dan manfaatin Jeha. Tapi apa? Setelah itu, karakter Anna berubah total jadi damsel in distress. Dikit-dikit, Jeha. Dikit-dikit, Jeha. Ini, sih, enggak kayak yang dijanjiin sejak awal. That’s why I need #JusticeforAnna

A Bittersweet Ending

Oke, this is spoiler alert
Terlepas dari cerita yang keteteran, actually I love the last episode. Masih menegangkan, dan semua tokoh utama berada di satu tempat. You-and-I-will-die momen yang benar-benar bikin sesak napas. Dan untungnya, semua tokoh utama memiliki kejelasan akhir di sini (meski random killing di akhir cerita agak bikin turn off. I rather they root in jail. Karena mereka harus membayar semua kesalahan).
Choi Yoo Jin. Gue suka karakternya. Kejam but at the same time, fragile. And in the end, she got her husband love, eventought it just for five minutes. Dan Jang Se Joon akhirnya berbuat satu hal yang benar. Gue nangis sambil tersenyum di bagian ini.
Jeha and Anna. After all these years, they deserve to be happy. Especially Jeha. Gue sempat baca interview Ji Chang Wook kalau di skenario pertama yang dia terima, Jeha harusnya meninggal. Trus, entah kenapa akhirnya Jeha batal meninggal. I have mix feeling about that. Kalau Jeha meninggal, itu bagus buat dia dan ending ini realistis. Tapi, ini pasti bakal bikin penonton nangis darah. Kalau Jeha selamat, ending-nya enggak serealistis kalau dia meninggal, tapi ini juga bagus, because in the end of the day, he found his happiness with Anna.

Jadi, gue cukup puas menerima ending seperti ini.


5 Alasan Kenapa Kim Jeha dan Anna Pantas Bahagia

Enggak Punya Identitas
Cerita K2 berawal ketika Jeha difitnah sehingga dia jadi buronan, bukan cuma di Korea, tapi juga internasional. Akibatnya, hidupnya luntang lantung enggak jelas. Dan yang pasti, dia enggak punya identitas. Identitas dia yang sebenarnya enggak bisa dipakai, sehingga dia harus bersembunyi di balik identitas Kim Jeha yang diberikan Choi Yoo Jin buat dia.

Mencari Cinta Ayah
Seumur hidupnya, Anna cuma pengin ketemu ayahnya. Karena itu, dia mencoba kabur berkali-kali demi bisa bertemu ayahnya. Adegan Anna di gereja, menyanyikan lagu Amazing Grace sambil melihat ayahnya, that was my favorite part. In the end of the day, Anna finally had her father love. Meski cuma untuk sedetik, akhirnya dia bisa ngerasain cinta ayahnya.

Kehilangan Orang yang Dicintai
Dendam Kim Jeha didasari pada Raniya. Kegagalannya melindungi Raniya mendorongnya untuk melindungi Anna. Semakin dia kenal Anna, semakin dia pengin melindungi Anna. Di sisi lain, Anna selama ini dikurung sendirian. Kehadiran Jeha memberinya sedikit harapan. Mereka saling memberi harapan, that’s why they deserve their happiness.

Enggak Sengaja Kecemplung
Paling ngenes emang nasib Jeha. Dia cuma orang biasa yang enggak minta apa-apa, tapi nasib malah membawa dia terlibat dalam jeratan Choi Yoo Jin dan intrik politik. Kasian enggak, sih, lihat Jeha kelempar-lempar antara Choi Yoo Jin, Jang Se Joon, Park Kwang Soo, dan Choi Sung Won juga, plus Anna. Poor him. Let me hug you, Chang Wook, oppa, eh Kim Jeha.

They Deserve It
Enggak hanya karena mereka pantas bahagia setelah menjalani semua ketidakadilan dalam hidup, mereka juga pantas bahagia atas ketidakadilan yang diberikan si penulis skenario kepada karakter mereka. Dan pada intinya, I live for Jeha and Anna happiness.

Last but not least, my dear PD-nim, who is Kim Jeha real name?
Only Anna knows, he-he.

Comments

  1. Sebenernya ada 1 lagi yang harus dituntaskan. Pasangan petani yang kehilangan anaknya. Kalo Jeha mau 'angkat ortu', pasti double pleasure nih drama. Secara Anna udah gak punya siapa-siapa.

    ReplyDelete
  2. Iye .. Emang gue susah mau move on Dari Jena couple .. Awal episode gue sedih ama sosok karakter Jeha , Anna , Yoojin masing2 Punya penderitaan dimasa lalu . Anna dikurung jauh , Jeha jadi pelarian , Yoojin kurang kasih sayang !! Making gue ikutin ini drama making eggk bisa move on .

    ReplyDelete
  3. menurutku memang 16 episode terlalu cepet sih, harusnya tambah 1 atau 2 episode lagi. but over all ending yang cukup adil sih buat semuanya walaupun terkesan terburu-buru. dan jena couple pantas bahagia.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts