Review #24 Beautiful Liar by Dyah Rinni

Beautiful Liar
Dyah Rinni



Lunetta terbiasa tinggal bersama ayahnya sejak orangtuanya bercerai. Ayahnya ini penipu sehingga mereka harus tinggal berpindah-pindah. Entah untuk menghindari kejaran polisi, atau menghindar dari korban yang ditipu ayahnya. Lalu suatu ketika, Lunetta harus tinggal bersama ibunya karena posisi ayahnya yang berbahaya.
Lunetta enggak suka dengan ibunya sehingga dia memutuskan untuk mencari masalah agar bisa kembali ke ayahnya. Begitu juga ketika Lunetta sekolah di sekolah swasta elit yang seperti istana kerajaan Yunani. Dia pun memutuskan untuk jadi ‘penipu’ agar dikeluarkan dari sekolah dan kembali ke ayahnya. Tapi kehidupan normal yang diberikan ibunya lama-lama membuat dia betah. Begitu juga teman-temannya di sekolah. Termasuk cowok ngeselin yang sering jadi penghalang rencananya, Badai.
Jadi, Beautiful Liar ini salah satu pemenang lomba 7 Deadly Sins yang diadain GagasMedia tahun lalu.
Gue udah lama nunggu-nunggu novel ini. Alasannya simply karena pemenang lomba. Ketika lomba itu diadain, sempat kepikiran buat ikut. Tapi mundur karena susah dan enggak tahu mau nulis apa. Makanya gue penasaran sama hasil pemenangnya (Psst, salah satunya karya temen gue, mbak Yuska Vonita. Can’t hardly wait for her debut novel). Apalagi nama mbak Dyah Rinni yang udah mumpuni bangetlah.
Begitu tahu novel ini berlatar remaja, makin kagetlah gue. Gimana caranya bisa menulis novel SMA dengan tema serius begini?
Hasilnya? Gue speechless.
This novel is perfect. With capital P.
Tema yang diangkat unik banget. Bedalah dibanding novel-novel remaja umumnya. Untuk urusan tema, two thumbs up-lah buat mbak Dee. Cewek penipu yang dibentuk oleh keadaan. Alasan Lunetta melakukan tindakan tersebut sesuai dengan umurnya, yaitu kangen sama ayahnya dan merasa sulit beradaptasi dengan kehidupan baru yang ditawarkan ibunya.
Selain itu, unsur-unsur pendukung juga khas remaja banget. persahabatan dan cinta, juga masalah keluarga. Tapi semuanya mendukung tema utama novel ini yang mengangkat dosa greed.
Unsur-unsur lain juga patut diacungi dua jempol, seperti alur yang lancar bak jalan tol, chemistry antar tokoh yang kuat banget, bahkan tokoh minor sekalipun, dan bahasa yang enak dibaca. Emang sih ceritanya sinetron banget, tapi kalau sinetron kayak begini mah gue mau mantengin tv he-he.
Kekurangannya mungkin di editing. Eh itu banyak typo (as usual. We talk about GagasMedia, remember?) dan yang ganggu pas baca sih pengulangan kata. Maksudnya gue ngerti, salah satu buat dihapus tapi kayaknya skip jadi ya enggak sempat dihapus, deh. Contoh (lupa halaman berapa karena gue selesai baca udah lama banget): … saat ini ….. ….. …. Saat ini. nah, yang kayak begitu tuh sering kejadian.
Kalau kekurangan lumayan major sih ya penulis yang membiarkan tokoh Bella menghilang entah ke mana menjelang akhir. Padahal peran dia penting, lho. dan subkonflik Bella itu sering banget terjadi di kehidupan nyata.

Jadi, secara keseluruhan, aku puas dengan novel ini. sebuah pembuka yang manis. Dan cover yang kece. Kalau dijembrengin ketujuh seri ini cakep kali, ya. Dan gue menasbihkan mbak Dyah Rinni sebagai penulis novel young adult Indonesia nomor satu yang aku suka. Yihhaaa….

Comments

Post a Comment

Popular Posts