Review #13 Where She Went by Gayle Forman

Where She Went (If I Stay 2)
Gayle Forman





… cerita cinta Adam dan Mia pun berlanjut.
Tiga tahun setelah Mia sadar dari koma akibat kecelakaan yang merenggut nyawa semua anggota keluarganya, Mia dan Adam menjalani kehidupan masing-masing. Mia menuju Juilliard dan menjadi pemain cello terkenal—sampai dijuluki si anak ajaib saking hebatnya. Sedang Adam bareng bandnya jadi terkenal, dia pun menjalani kehidupan ala rockstar. From concert to concert, dikerubungi groupies, struggling lawan paparazzi, hubungannya dengan aktris besar dan kehidupan yang makin lama dirasanya makin menyesakkan.
Lalu di suatu malam, ketika Adam abis ngamuk di depan wartawan dan beruntung manajernya memundurkan keberangkatannya ke London sampai besok sore, Adam jalan-jalan di New York. Sampai akhirnya dia melihat poster pertunjukan Mia. Entah apa yang mendorongnya, Adam menonton pertunjukan itu. ketika hendak pulang, asisten Mia mencegahnya karena Mia mencarinya.
Dan mereka menghabiskan malam itu keliling New York. Sambil bertanya-tanya, apa alasan Mia meninggalkannya. Adam pun memikirkan ulang pencapaiannya sejauh ini, kecintaannya terhadap musik, anggota band, dan pacarnya.
Apakah Adam dan Mia bisa kembali bersatu?
Setelah dibikin nangis oleh If I Stay, gue pun penasaran pengin tahu lebih soal hubungan Adam dan Mia. Sebelum baca, enggak ekspektasi apa-apa, soalnya pengalaman baca Point of Retreat, lanjutan dari Slammed karangan Colleen Hoover yang ternyata enggak sebagus buku pertama. Polanya pun sama, buku kedua dari PoV si cowok, yaitu Adam.
Untunglah, gue menikmati buku ini (meski enggak segreget buku pertama). Di buku ini kita diajak untuk melirik kehidupan seorang rockstar yang sebenarnya. Gue suka penggambaran sifat Adam di sini, tentang kegamangan dia sewaktu jadi superstar.
Sama seperti If I Stay, novel ini pun memakai formula alur maju mundur. Jadi kita juga bisa mencaritahu kejadian apa saja yang terjadi selama tiga tahun ini, tepatnya sewaktu Mia pergi dan ninggalin Adam gitu aja. Semua pertanyaan-pertanyaan itu perlahan terjawab.
Meski gue baca terjemahan, gue related ke cerita. Terjemahannya bagus. dan di bagian penting dibiarin pake nama asli, yeaii. Dan yang paling juara adalah lirik lagu bandnya Adam yang ada di setiap judul bab. Asli, ada kek gitu yang nyanyiin beneran. Kayaknya seru, he-he-he.
Dan endingnya. Sebuah penutup yang manis. Enggak hanya sebagai penutup di buku ini, tapi penutup serial ini secara keseluruhan.
And now I can’t hardly wait to read another book from Gayle Forman. Just One Day series.

Comments

Popular Posts