Review buku #5 Insurgent by Veronica Roth

Insurgent
Veeronica Roth





Yuk, lanjutin petualangan di Chicago masa depan. (Baca review Divergent di sini)
Setelah Erudite dan Dauntless traitor berhasil menaklukkan Abnegation, Tris, Four, Caleb, dan Marcus berhasil lolos dan menghentikan simulasi. Mereka pun pergi ke Amity untuk bersembunyi, bareng beberapa orang Abnegation yang berhasil lolos. Di sana, mereka mendapat perlindungan karena Amity ini mengutamakan perdamaian. Tapi enggak lama, karena tentara Dauntless traitor mendatangi Amity. Mereka pun menyamar seperti Amity, tapi gagal karena perawakan Four alias Tobias yang enggak Amity banget. Akhirnya, Tris, Tobias, Caleb, dan Susan berhasil kabur. Mereka naik ke satu kereta yang ternyata diisi oleh para factionless, salah satunya adalah Edward, initiates Dauntless yang gagal. Ternyata, ada seorang perempuan yang menunggu kedatangan mereka di Factionless safe house.
Enggak lama-lama di factionless, Tris dan Tobias bergerak menuju Candor, sedang Caleb dan Susan bareng para Abnegation yang tersisa. Di Candor, ada beberapa Dauntless yang enggak menjadi traitor. Mereka pun tinggal di sana. Dauntless yang kehilangan pemimpin, Erik karena jadi traitor, memilih pemimpin baru, yaitu Tobias, Tori, dan Harrison.
Merasa sudah kembali kuat, mereka kembali ke Dauntless compound. Tapi, Erudite kembali menyerang dengan simulasi mereka. Tujuan Erudite jelas, agar para Divergent menyerahkan diri. Tobias enggak mengindahkan ancaman tersebut karena sudah punya rencana sendiri dengan Factionless. Sedangkan Tris enggak percaya dengan Factionless dan memilih menyerahkan diri. Saat mau dieksekusi, dia diselamatkan Peter dan kembali ke Dauntless.
Ternyata Factionless dan Dauntless sudah merencanakan sesuatu. Di sisi lain, Tris penasaran dengan informasi yang dijaga sampai mati oleh Marcus dan diincar oleh Jeanine. Jika dia pengin tahu informasi itu, maka Jeanine enggak boleh mati. Sedang Tobias dan Factionless serta Dauntless lainnya pengin Jeanine mati.
Ceritanya rumit? Bingittttt. Karena Insurgent jauh lebih kompleks dibanding Divergent.
Surprisingly, gue lebih enjoy saat membaca Insurgent ketimbang Divergent. Simply karena ada banyak adegan action di sini. Dan pace ceritanya juga menegangkan dari awal, meski di beberapa bagian Veronica menurunkan tempo jadi kita bisa bernapas. That’s the point.
Kedua, karena ceritanya sendiri. Lebih jelas aja menurut gue tujuannya apa. Jika di Divergent awalnya kita diajak melewati masa inisiasi Tris lalu di sepertiga akhir ada Jeanine dan tujuan revolusinya, maka di Insurgent sejak awal tujuannya udah jelas, yaitu menghancurkan Jeanine dan Erudite. Cuma jalannya lebih berliku. Dan itu yang bikin seru karena prosesnya dilihatin. Me likey.
Dan yang paling gue suka adalah muncul banyaknya twist. Dari awal sudah banyak bermunculan twist-twist yang bikin gue penasaran. Twist paling oke tentu saja di akhir, yang bikin enggak sabar membaca Allegiant.
Who is Edith Prior?
Tapi gue jadi suka kesal sama Tris. Kok ini anak makin gengges ya? Curiganya dia dan keengganannya untuk jujur sama Tobias itu gengges aja. Dan hubungan cinta Tris-Tobias menurut gue—sama seperti Divergent—enggak terlalu penting, he-he-he.
Pertanyaan lainnya, sama seperti kejanggalan ketika membaca Divergent, gue enggak sepenuhnya mengerti dengan dunia ciptaan Veronica ini. Soalnya ada adegan Christina menyebut sebuah nama yang menurut Marcus itu bukan nama Abnegation. Gue belum mengerti aja pola mendetail tentang masing-masing fraksi ini. Mungkin harus baca esai soal Divergent ini biar bisa mengerti kali, ya. Soalnya gue berpatok ke Tolkien. Dunia Tolkien punya banyak ras, dan penamaan di setiap ras itu gue udah mengerti. Sebut nama yang indah-indah, gue tahu itu elf. Nama agak macho, itu human. Nama singkat, itu dwarf. Nama lucu-lucu, itu hobbit. Something like that. Gue bisa menebak ras mereka apa hanya dari namanya. Tapi untuk Veronica gue belum mengerti aja, kenapa Edith itu nama Abnegation dan kenapa Joshua bukan nama Abnegation. Someone who has the answer, please help. Maybe someday, if I have free time, I want to learn more about Divergent world, he-he-he.
But so far, I love Insurgent more than Divergent. Meski endingnya bikin gue khawatir dengan Allegiant. Dengan ending begini, gue takutnya Allegiant jadi malah maksa. Moga-moga sih enggak.

Comments

  1. blagu bener . emang bisa bikin ? ya tapi gapapa sih kan itu pendapat anda :)

    ReplyDelete
  2. tapi terima kasih atas infonya :)
    saya jadi ga sabar mau beli ketiga buku itu :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts