[book review] Remember Me? by Sophie Kinsella

Remember Me?
Sophie Kinsella





What will you do when you wake up in the morning and realize that you lost your memory for three years? Before you sleep you know that you at year 2004 but when you wake up, today is 2007.
Are you freaking out?
Meet Lexi Smart who doesn’t know herself because of temporary insomnia. She doesn’t know that she has a gorgeous, rich, wonderful, and can drive a speedboat husband. She doesn’t know why her friends treat her like they never hangout together before. She shock when she found that now she is one of a senior management and her position is director of flooring. She shock when she knows that now she is living in a great loft-style living apartment. When she look at the mirror, she doesn’t believe in her eyes. She has a hot body, long leg, good teeth. She has a walk in closet full of branded things.
She thinks her life was sooo perfect. But she doesn’t know about every little thing of her life.
And most of all, she doesn’t know she has an affair with Jon the architect, her husband’s friend.
And when she wakes up at the hospital, she know nothing about her life.
Oke, mau pengakuan dulu. Sebagai pecinta chicklit dan hopeless romantic sejati, gue merasa berdosa belum pernah baca buku Sophie Kinsella. Even Shopaholic series. My bad. Jadi, ketika gue kepikiran suatu ide dan disadarkan akan buku yang mirip, akhirnya gue membaca buku Tante Sophie juga.
Remember me? jadi buku Sophie pertama yang gue baca. Beruntung gue langsung baca versi Inggris. Bukannya meragukan terjemahannya, cuma gue pengin pengalaman pertama untuk buku dari penulis sekelas Sophie, gue mau baca versi asli. Karena gue jujur aja menyesal lebih dulu kenal Lauren Weisberger lewat terjemahan yang enggak begitu gue suka.
Back to the book. Ya, enggak heran kalau Sophie Kinsella dipuja banyak orang karena tulisannya memang keren banget. Witty and lincah dan fresh dan chicklit banget. Cewek banget. Remember me? punya premis yang enggak biasa. Tentang cewek amnesia parsial dan mencoba mengingat kembali hidupnya. Permasalahannya juga cewek banget. Karir, keluarga, cinta, sahabat, semua campur jadi satu.
Cerita diawali dengan Lexi yang amnesia. Lalu kita diajak untuk mulai mengenal kehidupan Lexi. Sophie berhasil membawa pembaca untuk menebak-nebak seperti apa kehidupan Lexi dulu. Di beberapa part gue sempat berteriak gemes karena Lexi yang enggak mengenal dirinya sendiri. Perlahan-lahan kita mulai bisa mengenal siapa Lexi dan apa yang membuatnya berubah sedrastis ini.
Tokoh-tokohnya real tanpa ada yang too good to be true. Memang, sih, Eric Gardiner itu kaya, ganteng, sukses, baik, perhatian, tapi dia memperlakukan istrinya seperti rekan bisnis. Yakali abis beliin kalung buat istrinya trus sekalian ngasih invoice ke istrinya? Buset dah ada ya cowok kayak gitu? Haha…
Tokoh Jon juga manis tapi grasa grusu. Dia enggak bisa terima Lexi lupa siapa dia. Sophie enggak terlalu detail menggambarkan seperti apa Jon ini selain pintar, arsitek, ganteng, dan seksi. Sifatnya enggak terlalu digali karena memang Lexi enggak kenal dia. Dan Lexi yang antiselingkuh enggak bisa terima dia punya affair dengan teman suaminya. Jadilah Lexi terus menghindari Jon jadi karena buku ini dari PoV 1, kita enggak terlalu tahu perasaan Jon.
Konfliknya sebenarnya ringan, tentang cewek yang mulai mencoba mengenali siapa dirinya setelah sebuah kejadian mengubah hidupnya sehingga dia berubah jadi cewek yang bukan dia. Tapi ditambah bumbu amnesia jadi makin seru.
I love the ending. Gue janji akan membenci Sophie kalau tiba-tiba di ending Lexi ingat semua dan byarrr… all problem solved. Untungnya enggak. Lexi mencoba menyelesaikan masalahnya meski ingatannya belum kembali. Cuma gue agak sedikit kurang sreg dengan ending Lexi tiba-tiba ingat nada lagu kenangan dia sama Jon dan end up sama Jon. Rasanya terlalu tiba-tiba. Gue lebih suka jika mereka mulai dari awal, seperti orang baru, dan Jon bisa sedikit bersabar.
Tapi overall, buku ini sukses menambah jumlah cewek-cewek yang terhipnotis oleh tulisan Sophie. I have to read Shopaholic series after that.

Comments

Popular Posts