[Indonesian Romance Reading Challenge] #35 Fly To The Sky by Nina Ardianti dan Moemoe Rizal

Fly To The Sky
Nina Ardianti dan Fly To The Sky






Edyta
Edyta has a quarter life crisis when she got 26 years old. A mess-maker, doesn’t have a boyfriend, brothers complex, sembrono, ceroboh, pelupa, punya dua kakak yang punya segudang jebakan batman untuk mengecek setiap cowok yang dibawa Edyta ke rumah, juga Ihsan, sahabat kakaknya Ilham yang juga tetangganya dan teman sekantornya. Abang-abangnya ini juga enggak pernah bosan-bosan menyomblangkan Edyta dengan teman-temannya.
Suatu ketika Edyta dikenalkan sahabatnya, Syianna, kepada Radit, sahabat pacarnya Syianna, Yudha. Radith yang punya senyum breathtaking sehingga dijuluki Mr.Take-My-Breath-Away oleh Edyta ini perlahan-lahan dekat dengan Edyta,
Di sisi lain, Edyta dicomblangin abangnya Ferro dengan temannya Bara. Dua jam nunggu sampai Edyta bete, Bara enggak datang dengan alasan buntut anjingnya kejepit pintu. Pas mau pulang, hari hujan. Jadi, deh Edyta mampir ke restoran CandraKirana. Lagi-lagi dia berbuat kekacauan dengan nyerobot meja orang. Tapi Edyta malah kenalan dengan cowok itu. Ardian.
Ardian
Ardian, pilot Indonesia Airbridge yang terkenal playboy tapi sedang dalam keadaan jomblo sekarang. Punya OCD, meski dikit, sehingga semua yang dilakukannya selalu rapi dan teratur. Sahabatnya, Leila yang juga pramugari ngecomblangin dia dengan pramugari baru, Mawar.
Ardian punya kebiasaan mengenang kematian ibunya di restoran CandraKirana di meja yang sama. Tapi, semua rencana yang sudah dia susun dengan matang malah berantakan gara-gara Edyta. Dalam pertemuan pertama, Ardian sudah tahu kalau Edyta enggak memenuhi semua checklist tentang cewek idaman yang dia punya. Tapi, ketika Ardian dekat dengan Mawar yang notabene memenuhi semua checklist itu, dia malah terus kepikiran Edyta.
Masalahnya, takdir seolah-olah sedang mempermainkan mereka dengan ada-ada saja kejadian yang bikin mereka enggak ketemu padahal udah deket.
Tahun lalu Gagas Duet sempat menyita perhatian gue tapi parahnya, gue cuma baca satu, Bittersweet Love. Itu pun gara-gara ditulis Adit, haha. Tapi, dari bisik-bisik tetangga di Goodreads banyak yang memuji Fly To The Sky. Kenapa akhirnya gue baca buku ini karena gue suka tulisan Nina dan Moemoe. Ketika satu buku ditulis mereka berdua, combo attack banget ya bo, haha.
Ketika baca buku ini gue langsung ingat film Serendipity, salah satu film romcom yang bikin gue gregetan sepanjang nonton. Buku ini juga bikin gue gregetan sepanjang baca. Gue suka sikap Edyta yang dengan kecerobohannya itu bikin dia real banget. Part Edyta ini khas chicklit banget. Udah gitu percakapan-percakapannya juga lucu. Udah gitu tokoh-tokohnya udah pernah gue kenal di Simple Lie. Dan gue tahu juga kalau Ilham ternyata udah putus sama Rere, haha. Dan gue juga baru tahu kalau mereka pindah rumah, ya? di Simple Lie mereka tinggal di Tanjung Barat, tapi sekarang di Pejaten toh, hehe.
Bagian Moemoe juga seru. Two thumbs up untuk risetnya Moemoe tentang penerbangan. Ceritanya juga ringan dan enak buat diikutin. Kalau dari segi gaya menulis enggak usah dibahaslah ya. gue emmang suka sama mereka. Toh alasan gue membaca buku ini karena gue sudah kepalang suka dengan gaya menulis mereka.
Oh ya, gue suka judul tiap bab. Yang Edyta chikclit banget. Ardian bahasa penerbangan banget. Kesukaan Ardian ngasih nada di tiap gadget ala-ala penerbangan gitu bikin OCD-nya makin keliatan, hihi. Lucu.
Cuma satu komentar gue: TYPO DIMANA-MANA. Ampun banget, deh.
Mengenai ending, gue, sih, berharapnya Moemoe atau Nina mau berbaik hati gitu bikin kelanjutannya. Penasaran gimana Ardian yang OCD ketika pacaran saam Edyta yang mess-maker. Memang, sih, kata Ardian, Edyta is a mess-maker and I am a cleaner, tapi tetap aja penasaran, hehe.
Moral lesson: pasangan itu kayak puzzle. Ada yang menonojol, ada yang melengkung, jadi saling melengkapi.

Comments

Popular Posts