[Indonesian Reading Romance Challenge] #24 I For You by Orizuka

I For You
Orizuka


Princessa Setiawan and Benjamin Andrews. Sepasang pangeran dan putri yang selalu bersama. Kaya, good looking, Benji yang penuh pengertian, Cessa yang naïf dan lugu, dan untunglah mereka tidak terlalu pintar malah cenderung bodoh dengan peringkat bawah di kelas meski hal itu nggak membuat mereka terlihat normal, masih too good to be true. Setelah selama ini home schooling, Cessa membujuk ayahnya untuk masuk ke sekolah umum hanya karena ingin merasakan hidup normal seperti yang dia lihat di film Disney. Akhirnya keinginannya dikabulkan dan Benji ikut sekolah. Mereka dinobatkan sebagai pasangan fenomenal satu sekolah.
Then they met Surya and Bulan, kakak adik miskin yang sekolah karena beasiswa. Surya si jenius dan Bulan si atlet panahan. Takdir mereka bertemu and the rest of the story. Hingga sebuah kenyataan membuat mereka harus saling mengucap goodbye.
So, this is the first experience. Orizuka udah nerbitin banyak buku dan berhubung buku-bukunya ala-ala Korea gitu, jadilah gue males bacanya meski banyak review bagus untuk buku-bukunya Orizuka. But now I read her book for the first time. Minjem pula. I For You. Semata karena buku ini tanpa Korea-Koreaan. Baiklah.
Gue selesai baca buku ini dalam tiga jam. Ceritanya yang ringan dan bahasa Orizuka yang sedikit mendayu-dayu bikin gue nggak betah dan ujung-ujungnya banyak skip. Tapi masih ngerti sih ceritanya kayak apa. Salut gue acungin karena Orizuka mengangkat penyakit yang belum pernah (atau seenggaknya ini pertama kalinya gue nemuin penyakit ini di novel Indonesia) sehingga menambah pengetahuan banget. Von Willebrand Disease. Penjelasannya pas banget, dan cara pengobatannya juga menambah pengetahuan banget.
Once more, di awal gue berharap Benji memberontak ketika dia sadar dia memiliki hidup sendiri, bukan hanya sebagai pangeran penolong untuk Cessa. Ada bagian ketika gue pengin banget Benji memberontak, ketika Cessa nggak mau sekolah dan Benji jatuh cinta sama Bulan. Tapi… ketika akhirnya malah Cessa yang melepas Benji, semakin membuat Benji terlihat too good to be true.
But afterall, this is a light book. Cuma, not my cup of tea aja tapi nggak menutup kemungkinan gue akan baca buku Orizuka lainnya.

For Benji, see you ten years to go yah. Ketika kamu udah gede dan jadi arsitek. Semoga kamu seganteng Hamish, hihi.

Comments

Popular Posts