[Indonesian Romance Reading Challenge] #13 Kotak Mimpi

Kotak Mimpi
by Primadonna Angela




Primadonna Angela. Setidaknya namanya sudah menjadi jaminan sebuah novel. Kali ini gue membaca Kotak Mimpi, sebuah novel yang sudah agak lama.
Kotak Mimpi bercerita tentang Isabella Larissa, seorang pencipta lagu terkenal yang menyadari dirinya jatuh cinta pada manajernya sendiri, pria yang selama ini selalu ada untuknya dan membantunya bangkit dari saat-saat terendah dirinya, tapi juga dikenal sebagai Si Anti Komitmen, Arya. Namun di sisi lain, Bella juga bertemu kembali dengan Patrick Senjaya, model has been yang juga mantan pacarnya dan membuat Bella berada di titik terendah. Patrick memintanya menciptakan lagu untuk dibawakan duet dengan Noreen, si sosialita putri pemilik jaringan televisi terbesar, si perempuan plastik. Meski gondok, Bella menciptakan lagu untuk mereka di villa Noreen di Bali tapi anehnya, Noreen malah gencar mendekati Arya. Arya sendiri sikapnya juga aneh. Ketika baru saja Arya dan Bella mengungkapkan isi hati mereka, tiba-tiba ada berita yang mengejutkan keduanya dan membuat Bella kembali drop.
Well, ceritanya seru sih—dengan latar belakang musik yang kebetulan pas banget karena sekarang gue juga lagi nulis novel berlatar musik—dengan gaya penceritaan Mbak Donna yang mengalir. Hanya saja, mungkin ini karena nama kali ya, I found that Bella is so gengges. Just like Bella Swan, the most gengges-ies girl I’ve ever met. Dan Isabella Larissa ini juga gengges. Bikin gemas karena sikap-sikapnya. Suka memikirkan yang nggak-nggak. Apalagi menjelang ending. Bukannya mencari penyelesaian, eh ini malah lari dan menimbulkan masalah baru. Meninggalkan Arya membereskan semuanya sendiri. Untung Arya cinta banget sama dia jadi mau-mau aja nyelesaiin masalah Bella. Bella juga suka menyimpulkan sendiri tanpa bertanya dan kesimpulan yang diambilnya itu cuma berdasar ke perasaannya. Seolah-olah dia cewek paling menderita sedunia. Come on, pengen gue jitak deh si Bella ini biar kuat dikit.
Gue memang sulit suka ke tokoh cewek yang oh-so-miserable dan hanya berharap bantuan dari orang lain atau kabur dari masalah. Bella memang nggak berharap bantuannya Arya, tapi dia kabur dari masalah.
Untung gaya penceritaan Mbak Donna begitu mengalir dan Arya yang gorgeus jadi gue bisa bertahan dengan sikap gengges Bella. Hanya saja endingnya terlalu cepat menurut gue. Ya itu tadi, Bella nggak usaha apa-apa untuk menyelesaikan masalahnya. Kalau boleh memberi saran, akan lebih bagus kalau tiba-tiba Bella berjuang melawan Noreen-Patrick. Nggak capek apa seumur hidup menderita gitu? Lagian, ini nama besar dia loh yang rusak, masih aja nggak mau speak up. Malesin banget deh si Bella ini, hihihi. Biasanya, seseorang akan memiliki kekuatan begitu saja, kekuatan yang selama ini terpendam, ketika berada di saat terdesak? Well, Bella nggak tuh. Dia malah diam bersembunyi. Untung aja Arya benar-benar cinta sama dia jadi Arya balik ke dia.
Well, mulai saat ini gue nggak akan mau memakai nama Bella untuk karakter gue karena sepertinya kata Bella sudah bersinonim dengan kata gengges *lol*

Comments

  1. So far tokoh plg gengges dan annoying itu Zoey Redbird, If. Bella Swan dan Bella-Bella yang lain ga ada apa-apanya, doh! Nulis ini ampe kesel sendiri ama si Zoey itu (House of Night series).
    Aku belum pernah baca bukunya Dona. Segera deh.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts