Review on Magazine

Kali ini berbeda. Sebagai pekerja media, harusnya gue yang menulis untuk majalah, tapi kali ini malah ditulis, hehhe. Mungkin kedengerannya norak atau bakal ada yang komentar, yaelah gitu doang sampe segitunya, but for me, it's more than 'gitu doang'. It's a big step, you know?
So, what am I talking about?

Jadi, kira-kira pertengahan Mei, ada message yang masuk ke Facebook. Secara gue cek facebook lebih males dari Prissy *efek baca Gone With the Wind* jadilah message itu baru kebaca tiga hari setelahnya. Ternyata isinya bener-bener bikin kaget.
Message itu dari someone yang mengaku kerja di CHIC Magazine dan berniat membuat review blog gue di majalahnya. Seriuosly? Gue sampai bengong. Setidaknya ada tiga pertanyaan besar haunted me when i read that message:
1. Emang di Indonesia udah kekurangan blog kece ya sampai-sampai itu wartawan (namanya Icha) nyasar ke blog ini?
2. Mbak Emma (Emma Aliuddin, EIC CHIC) pasti lagi siwer atau ngantuk atau laper atau apalah itu yang menyebabkan menurunnya konsentrasi waktu si Icha ini ngajuin blog gue di rapat redaksi.
3. Kalau mbak Emma ternyata 100% sadar, berarti Icha yang lagi nggak konsen karena merasa ada something di dalam blog gue.
Setelah 3 pertanyaan itu diajukan dan semuanya ditolak sama Icha, berarti gue bisa menyimpulkan bahwa blog gue emang kece *ditimpuk berjamaah* or at least ada something di dalamnya. Something yang gue sendiri nggak bisa lihat tapi Icha bisa. Dan waktu Icha nanyain kesediaan gue buat direview, tanpa pikir dua kali gue langsung bilang IYA.
Kapan lagi coba dapat promosi gratis, ya kan?
Dan setelah berkali-kali ngobrol via email, akhirnya Icha ngasih tahu kalau review blog gue udah keluar. Ada di edisi 116 (30 Mei-13 Juni 2012). Nih buktinya :D
Isi reviewnya kurang lebih begini:
Rajin Posting Flash Fiction
Berawal dari tantangan, akhirnya blogger in jadi "ketagihan" untuk membuat flash fiction. Teks: Precillia Meirissa
Flash Fiction (FF) adalah sebuah cerita, hampir mirip cerpen namun lebih singkat. Biasanya FF terdiri dari 500-1000 kata dan ditutup dengan ending yang mencengangkan. "Awalnya aku membuat FF ini karena ada proyek menulis di twitter, yaitu 15 Hari Ngeblog FF dengan judul berbeda setiap hari," cerita perempuan yang akrab dipanggil iif ini. Nah, dari tantangan kedua temannya yang membuat proyek tersebut, Wangi dan Momo, Iif jadi "ketagihan" untuk membuat FF. Perempuan yang aktif blogging sejak April 2010 ini mengaku keasyikan membuat FF karena ceritanya cukup singkat dan tidak memakan banyak waktu untuk membuatnya.
Dalam dua bulan belakangan ini, ia sering membuat cerpen dan FF dari tweetnya di akun @CPurnadiredja yang merupakan salah satu karakter perempuan ciptaannya di antologi cerpen dalam sebuah buku berjudul The Coffee Shop Chronicles yang terbit pada bulan ini, "Untuk cerpen dari tweet ini saya saling berbalas dengan teman saya. Beruntung, saya memang suka nulis dan saya pikir daripada cerpen-cerpen itu hilang begitu aja, lebih baik saya publish di blog. Sekaligus meminta komentar pembaca dan membuat tulisan saya jadi lebih baik lagi," katanya.
Serunya, dengan akun rekaan twitter tersebut, ditambah dengan dua akun rekaan @mikeararya dan @narendrabaya yang dibuat oleh temannya yang bernama Adit, blogger, makin gencar membuat FF. Cerita yang ia buat pun beragam, mulai dari yang simpel hingga rumit, berkisar seputar interaksi dari tiga akun rekaan ini.
Ingin membaca beberapa FF atau cerpen hasil karyanya? Tinggal klik label flash fiction atau story. Terdapat kurang lebih 100 judul yang ia posting. Seperti dalam postingan yang berjudul Pertaruhan, I Do, Kereta, Go and Fight, Payung Ungu Amela, dan Kamu Pukul Enam Pagiku. Jika penasaran, beli juga bukunya. Selamat berkunjung.

Second, masih seputar review tapi kali ini bukan atas nama pribadi melainkan bareng-bareng, yaitu review buku The Coffee Shop Chronicles. Berawal dari foto yang diberikan oleh temen gue @chikamarsiska di grup Whattsapp CERRIIL berisi review buku TCSC di majalah CHIC lalu @seeta_lescha juga ngasih foto berisi review TCSC di Femina. What? Kaget gila. Terlebih TCSC jadi Editor's Choice di CHIC dan Pilihan Editor di Femina. Yeaiiii.
Berikut reviewnya:
CHIC Magazine edisi 118 (27 Juni-11Juli)
The Coffee Shop Chronicles
Coffee Shop sudah menjadi tempat nongkrong yang tak ada matinya terutama di kota besar. Di tempat ini, apa pun bisa terjadi. Dari pengunjung yang sekedar mau menyeruput kopi, dijadikan tempat bekerja, tempat ngobrol dengan teman, tempat kencan, bahkan mencari pacar. Bermula dari sebuah tulisan fiktif tentang sebuah coffee shop di Malioboro, Yogyakarta, yang ditanggapi dengan tulisan lain, mengalirlah berbagai kisah yang terjadi di coffee shop itu. Sampai terkumpul 33 cerita dari 22 pengarang, dengan satu benang merah, lokasi yang sama. Kisahnya pendek, rata-rata tiga halaman, tapi sangat fokus dan menggigit. Mudah dicerna sehingga bisa menjadi teman perjalanan dari dan ke kantor. (Erika)

Majalah Femina edisi 23-29 Juni 2012
The Coffee Shop Chronicles
Berisi 33 buah cerita cinta pengunjung sebuah coffee shop di Yogyakarta. Ada cerita tentang si Arsitek dan kekasihnya, pasangan backpacker yang berbagi pancake, bahkan pengantin wanita yang melarikan diri di hari pernikahannya. Menariknya, cerita satu ke cerita lain membentuk jalinan cerita utuh yang terkesan alamiah. Buku ini buah ide yang brilian karena ditulis oleh 22 orang. Dengan gaya penulisan deskriptif yang indah, buku ini mampu menyeret emosi Anda masuk dan terlibat di dalamnya.

Meski kontribusi gue cuma seiprit (menyumbang dua tulisan di buku ini) tetap aja bangganya nggak ketulungan. Nggak pernah nyangka kalau sebuah proyek iseng akan menjadi seperti ini. Kalau boleh dikasih judul, maka The Coffee Shop Chronicles ini akan berjudul Never Ending Story. Gue yakin, setelah ini akan banyak cerita-cerita membanggakan lainnya yang muncul dari TCSC maupun teman-teman TCSC.

Termasuk, gue. Next: yang direview adalah buku pribadi *amin* :p

Love,
iif

PS: Tambahan. Selang beberapa hari setelah bikin review ini, TCSC juga direview oleh GoGirl Magazine edisi Juli dan juga ada di Tribun Jogja dan Bernas Jogja. Uwoooo.
Tambahan lagi: Sister Juli juga memuat review TCSC. yeaiii

Comments

  1. CIE IIF...WAY TO GO..WAY TO GO JADI ARTEIISSS *ini ceritanya gw tereak*

    ReplyDelete
  2. @nanien: CIE NANIEN... CIE... *thanks Nien*
    @chung: Thanks, chung
    @fhia: next time will gonna be our day ya, Fi :))

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts