Monday, April 25, 2011

Adeline Juni Mewengkang

Saat lagi blogwalking, saya menemukan foto ini:

Komentar pertama saya: teriak. Bagaimana tidak. Ini kan foto Adeline di mana dia sangat jarang tertangkap kamera. And, yeah, she's my idol. Meski katanya rada-rada intimidatif tapi bagi saya dia adalah pemimpin redaksi yang cool, fabulous, keren, cantik, modis dan semua-semuanya. Heart her.
Mbak Adeline, i'm your biggest fans. Mudah-mudahan saya bisa bekerja dibawah pimpinan mbak. I adore you so much.
Foto ini saya dapatkan disini.

Love,

Sunday, April 24, 2011

My Wish

Sebagai seorang pecinta majalah, saya punya dua keinginan. Saya sangat berharap dua majalah ini segera hadir di Indonesia.


Dan, terutama sekali ini



Namun, entah kapan keinginan ini terwujud. Terlebih Vogue. Mbak Reda (Reda Gaudiamo, publisher Kompas Gramedia Women Magazine Division) pernah berkata bahwa dia pernah mengajukan permohonan Vogue, tapi orang Vogue disana bilang "Jadi cuma segini? (mbak Reda tidak menyebutkan angka yang diajukannya) Ini sih setengah penjualan kita di Hungaria."
What?

Tapi, tetap berharap tidak ada salahnya kan? Seperti khayalan gila saya bersama tiga orang teman (@gustiayumm, @marissaanugrah, dan @restirest) kalau sepuluh tahun lagi, kita yang akan mendatangkan Vogue, hehe.

Aminnnn.
Love,

Saturday, April 23, 2011

Monday, April 18, 2011

If You Were With Me Now

I want to sing this song, especially for you, because, from the bottom of my heart, i want you here with me now.

If You Were With Me Now (Kylie Minogue ft Keith Washington)
Without you standing by my side
Love and good fortune passes me by
And you were my guiding light
It seemed so easy
When we said goodbye

How different would the world be now
If only we had worked it out somehow
What kind of fools are you and I
There would be stars up in the sky
If you were with me now

And I know I may go astray
But who's to say that we can't change our mind
My love burns stronger each day
If I'm sure of one thing

One love at a time
How could we throw our love away
When we had so much more than words can say
The darkest clouds would fade away
To bring the light into my day
If you were with me now

If loving you is right
Then turn back the hands of time

I'd do anything to make you mine

There's nothing that I wouldn't do

I could make you feel my love for you

If you were with me now
If you were with me now
If you were with me now

(Yang tercetak tebal itu adalah ungkapan hatiku yang sebenarnya, untukmu)

love,

Wednesday, April 13, 2011

Ingin Dikenal Dunia, Maka Menulislah

Sewaktu kecil RL Stine adalah tokoh paling jenius yang pernah mampir di ingatan saya. Begitu juga halnya dengan Enyd Blyton. Pun ketika mama memperkenalkan novel NH Dini. Saya merasa merekalah orang-orang hebat yang bisa mengguncang dunia dengan tulisan mereka.
Beranjak SMP, kakak saya membelikan buku The Lord of The Ring karangan JRR Tolkien. Trilogi itu begitu membius saya. Di saat anak-anak SMP mulai mengenal cinta monyet dan pacaran, saya justru memilih ‘kencan’ dengan Tolkien. Bagi saya, Tolkien adalah salah satu orang terhebat sepanjang massa, hingga sekarang. Bertahun berlalu, namanya masih tetap harum.
Itu hanya beberapa nama. Jika ditilik lebih jauh lagi, tentu saja akan muncul banyak nama yang terkenal akibat tulisan-tulisan yang mereka publikasikan. Sebut saja Meg Cabot, Agatha Christie, Jane Austen, Mark Twain, JK Rowling, Dan Brown, Sidney Sheldon, Teresa Palmer dan sebagainya. Dari dalam negeri, siapa yang tidak kenal NH Dini, Mira W, Marga T, Clara Ng, Andrei Aksana, Alberthiene Endah, Esti Kinasih, Sitta Karina, Dewi Lestari dan masih banyak lagi. Anda semua tentu tahu apa persamaan dari mereka. Yup, mereka dikenal dunia berkat tulisan.
Ada satu kalimat yang mengusik saya. Kalimat ini saya dapatkan dari sebuah spanduk di salah satu pusat perbelanjaan di bilangan Depok. Isi spanduk tersebut:
“Ingin mengenal dunia, bacalah. Ingin dikenal dunia, TULISLAH”
Saya setuju 100% dengan tulisan itu.
Semenjak kecil hingga sekarang, saya suka sekali membaca. Apapun saya lahap. Tidak mengherankan jika setiap awal bulan adalah waktu wajib saya ke toko buku. Tidak mengherankan juga jika di kamar saya banyak terdapat buku. Bagi saya, membaca adalah kesenangan tiada tara. Namun, ada satu hal yang menetap di benak saya; ‘Kapan saya bisa melihat buku dengan nama saya sebagai penulisnya terpampang di toko buku?’
Sebuah pertanyaan sulit. Saya suka menulis cerita fiksi. Entah sudah berapa banyak novel yang saya selesaikan. Namun, langkah saya tersandung permasalahan klasik –yang juga dialami para penulis besar sekarang: SUSAHNYA MENEMBUS PENERBIT.
Anda yang punya obsesi menulis tentu juga merasakan pahit dan sulitnya menembus penerbit. Kita bisa berkaca ke kisah Meg Cabot yang meski sudah suka menulis sejak di bangku sekolah, dia baru menerbitkan novel di usia 30-an. JK Rowling yang sukses melahirkan tokoh fenomenal Harry Potter juga sempat merasakan pahitnya ditolak penerbit. Hilman juga pernah ditolak penerbit ketika menawarkan serial Lupus. Anda tentu mengenal Aditya Mulya kan? Namun, tahukah Anda jika dia ‘menjajakan’ draft awal Jomblo sampai ke lima penerbit sebelum akhirnya novel laris tersebut diterbitkan oleh Gagas Media (diceritakan oleh Aditya Mulya saat Pesta Penulis 2011 di Aula gedung Telkom, Jakarta Barat).
Mungkin Anda pernah terpikir untuk menerbitkan secara independen. Bisa saja, selama Anda memiliki modal kuat karena untuk menerbitkan sendiri Anda minimal harus mencetak 1000 eksemplar. Tentu saja itu akan memakan biaya besar.
Lalu, apakah mimpi menjadi penulis harus dikubur begitu saja?
Pikiran itu sempat terlintas di benak saya. Namun, saya seolah menemukan titik terang ketika menemukan nulisbuku.com. Di sini, mimpi untuk menerbitkan buku bisa terwujud.
Semuanya berawal dari pemikiran jenius seorang penulis bernama Aulia Halimatussadiah, atau yang dikenal dengan nama pena Ollie. Meski sudah menerbitkan buku lewat penerbit besar, tidak menjamin naskahnya bisa langsung diterima. Sontak Ollie berpikir ‘Saya yang bisa dibilang sudah punya nama saja masih ditolak, apalagi penulis baru?’ Berangkat dari sana maka tercetuslah ide untuk membuka self publishing online. Ide ini memungkinkan siapa saja menerbitkan bukunya lalu menjualnya secara online dan tidak dipungut biaya. Ya, inilah nulisbuku.com.

Foto oleh Kalista Cendani
Masih merasa asing? Mungkin Anda bisa berkunjung ke http://www.nulisbuku.com/ dan mempelajarinya lebih lanjut. Saya sempat berbincang-bincang dengan si pencetus ide, Ollie, mengenai inovasinya ini. Menurut Ollie, kecintaannya terhadap buku, keprihatinan terhadap penulis berbakat yang susah mendapatkan penerbit, dan latar belakang pendidikannya di bidang teknologi informasi membuatnya merasa perlu menghasilkan sesuatu yang bisa berguna bagi orang banyak. Melalui nulisbuku, siapapun bisa mewujudkan mimpinya menerbitkan buku. Dan itu semua secara cuma-cuma alias GRATIS.
Masih menurut Ollie, mekanisme yang ditetapkan cukup gampang. Setelah Anda register, Anda bisa langsung mengunggah naskah. Lalu, pihak nulisbuku akan mencetak satu eksemplar dan Anda harus membelinya. Cetakan pertama itu adalah dummy di mana Anda bisa membacanya ulang lalu menyempurnakannya. Jika sudah merasa sempurna, Anda tinggal mengontak nulisbuku lalu buku Anda pun akan muncul di nulisbuku.com. Mengenai harga jual, Anda juga berperan dalam menentukannya. Anda akan menerima perhitungan biaya cetak dari pihak nulisbuku, lalu Anda berhak menentukan harga jual yang menurut Anda pas. Setelah buku Anda muncul di nulisbuku.com, sekaranglah saatnya mempromosikan. Anda harus berusaha sekreatif mungkin mempromosikannya. Oh ya, nulisbuku mengenal sistem print on demand, dalam artian buku Anda akan dicetak sesuai dengan jumlah pesanan.
Kehadiran nulisbuku mendapat sambutan hangat. Sesuai tagline-nya Publish Your Dream, maka siapapun bisa mewujudkan mimpinya menerbitkan sebuah buku. Sisi positif lainnya, Anda tidak hanya berperan sebagai penulis, tetapi juga sebagai editor dan marketing untuk buku Anda sendiri. Hebatnya lagi, nulisbuku tidak pilih-pilih, alias menerima semua naskah. Jika Anda merasa berbakat dalam masak memasak, buku kumpulan resep Anda pun bisa diterbitkan. Atau Anda suka nge-blog dan ingin mengumpulkan tulisan Anda menjadi sebuah buku seperti Raditya Dika? Sila ke nulisbuku dan terbitkan.
Menarik? Tentu saja. Saya memang belum menerbitkan satu pun buku disini karena saya belum memiliki naskah yang –menurut saya- memuaskan. Someday, jika naskah yang tengah saya garap sekarang selesai maka saya akan ke nulisbuku dan voilaaaa, mimpi saya pun terwujud.
Oh ya, saya mengenal beberapa teman yang pernah menerbitkan buku disini. Just info, kami dipertemukan lewat nulis buku club (NBC), sebuah ajang temu anggota nulisbuku. Karena memiliki cinta dan impian yang sama, kami jadi langsung akrab loh. Bahkan diantaranya sudah akrab lebih dulu lewat twitter karena aktif berbincang di twitter dengan perantara @nulisbuku. Nulisbuku juga selalu menyebarkan virus menulis dengan proyek-proyeknya, yaitu membuat kumpulan cerpen dengan tema tertentu dan bisa diikuti oleh siapa saja. Sudah tak terhitung lagi proyek yang dilaksanakannya. Saat ini yang sedang berlangsung adalah proyek #horor dan #historicalfiction. Bahkan, saking dekatnya jarak antar proyek sampai-sampai membuat saya kehabisan nafas karena keasyikan menulis, hehe.
Hmmm, saya mau berbagi nih pendapat beberapa teman tentang nulisbuku.
Berkat nulisbuku aku memutuskan untuk menekuni dunia penulisan dan bertemu dengan teman-teman penulis yang menyenangkan (Dannis @dannissyamra)
Partner saya untuk mewujudkan mimpi! (Jenny @JennyThaliaF)
Sarana bwlajar, ngembangin hobi dan pergaulan, sarana tukar pikiran juga suatu wadah yang bisa ngembangin ide kreatif (Dian @diangandhi)
Nulisbuku itu tempat yang pas banget buat mengembangkan inspirasi dan mempublikasikannya. Best self-publisher!!! (nadya @nadyapermadi)
Kehadiran nulisbuku memberi dampak yang sangat luar biasa menurutku, mulai dari aku jadi lebih sering menulis, aku bisa ketemu sama penulis-penulis yang oke-oke sekaligus jadi sahabatku kini (Yomi @omidgreeny)
Inovasi memang selalu dibutuhkan, dan saya percaya bahwa masih banyak ide gila diluar sana yang menunggu untuk diorbitkan. Terlebih, teknologi terus berkembang secepat kedipan mata. Anda merasa tidak punya lahan untuk mewujudkannya? Haha, sekarang bukan saatnya. Teman-teman kita di Fakultas Ilmu Komputer UI memberikan jawaban lewat Compfest 2011, sebuah event di bidang teknologi informasi. Disini kita bisa mendapatkan banyak hal, mulai dari seminar, kompetisi (bagi Anda yang berbakat di bidang programming, memiliki game ciptaan sendiri, atau tertarik dengan robotic, tidak alasan untuk tidak berpartisipasi di acara ini), exhibition dan entertainment. Tentu saja, Anda pun bisa mewujudkan inovasi cemerlang Anda disini. Ollie sudah membuktikan bahwa kecintaan dan pengalamannya di dunia tulis menulis buku membuatnya menghasilkan suatu inovasi cemerlang yang terbukti telah membantu banyak orang mewujudkan impian melalui http://www.compfest2011.com/#

Blogging Competition Compfest 2011
(Wawancara dengan Ollie dilakukan di Soto Kudus Pancoran, tanggal 12 November 2010)

Wednesday, April 6, 2011

Britney Spears; The Real Comeback

FINALLY. BRITNEY MENEPATI JANJINYA UNTUK MELEMPARKAN VIDEO CLIP TILL THE WORLD ENDS TANGGAL 7 APRIL 2011 WAKTU AMRIK SONO.
(Capslock di atas bukan berarti keypad rusak tapi bukti antusiasme saya).
Berikut videonya.


Lagi-lagi, Britney membuktikan janjinya. Video clip TTWE jauh lebih keren daripada Hold It Against Me (HIAM aja udah bikin saya sesak nafas saking kerennya). Konsepnya keren. Mengusung latar futuristik, yaitu suasana kiamat tahun 2012 (tertanggal 21 Desember 2012). Eniwei, kalau kiamat beneran masih bisa party di bawah tanah nggak ya kayak di video ini? Hehe. Just Kidding, i'm sorry.

Balik lagi ke pop princess ini. Sejak awal kemunculannya di Baby One More Time, saya sudah suka. Begitu mendengar album comeback nya akan segera rilis tahun 2011 ini (say thanks to Just jared), saya pun jadi antusias. Dan...... FEMME FATALE IS REALLY REALLY AWESEOME.


Nggak sia-sia saya merogoh kocek untuk membeli album ini. Ke-12 lagu yang disajikan benar-benar memukau. Bukti nyata, Hold It Againts Me dan Till The World Ends yang diusung sebagai firts and second single saja sudah terbukti kedahsyatannya. Meski satu dekade telah berlalu, Britney masih belum kehilangan gigitannya. Beragam cobaan dari segala penjuru justru menempa kematangannya. Dia belum berubah. Mau bukti? Check this!!!

(photo from @elcofrebliaman)

Menurut saya, album ini tidak hanya memanjakan kuping, tapi foto-foto di dalamnya juga menakjubkan. FIERCEEEEEEEEEEEEEEEEEEE..........
Selain dua lagu di atas, ada satu lagu yang menurut saya cukup menggelitik. Liriknya lucu. Judulnya Criminal. Berikut saya lampirkan liriknya (via: directlyrics)
He is a hustler, He's no good at all He is a loser, he’s a bum, bum, bum, bum He lies, he bluffs, He's unreliable. He is a sucker with a gun, gun, gun, gun I know you told me I should stay away. I know you said He’s just a dog astray. He is a rebel with a tainted heart And even I know this a'int smart But mama im in love with a criminal And this type of love Isn't rational, it's physical Mama please don't cry I will be alright All reasons inside I just cant deny Love the guy He is a villain of the devil’s law He is a killer just for fun, fun, fun, fun That man's a snitch and unpredictable, He’s got no conscious He got none, none, none, none All I know, should let go, but no 'cause he’s a rebel with a tainted heart And even I know this ain't smart And he's got my name Tatooed on his arm His lucky charm, So I guess its okay He’s with me And I hear people talk Trying to make remarks Keep us apart But I don't even hear I don't care

Apa ini curhatan dia saat jatuh cinta sama Kevin Federline ya? Uhmmmm, may be, wong tu cowok (yang makin ke sini makin jelek. Gendut nggak beraturan. #mamamnoh) cocok menggambarkan cowok yang dimaksud di lagu ini.
So, Britney. Welcome back. Panggung itu tetap milikmu. Dan saya? Ya, saya adalah satu dari sekian juta penggemarmu.

love,

Sunday, April 3, 2011

Teman Setia

“Maafkan aku, aku selalu menyakitimu.”

“Tak a pa.”

“Aku selalu menodaimu. Tanpa ampun.”

“Sudahlah, aku rela.”

“Aku tak pernah memikirkanmu. Selalu menyakitimu dengan goresanku. Selalu melukaimu dengan tusukan tajam. Dan akhirnya, saat kau tak lagi punya celah untukku, aku pun berpaling. Meninggalkanmu.”

“Memang itulah takdirku. Aku ikhlas.”

“Aku membutukanmu. Hidupku bergantung padamu. Setiap saat aku merasa ingin menumpahkan isi perutku, aku segera mendatangimu. mengotorimu. Ketika aku berbuat kesalahan, ku timpa dirimu dengan cairan putih berbau menusuk itu. Lalu, kembali ku gores kulit putih mulusmu. Dengan racauanku yang tiada hentinya. Lalu, ketika ku marah dengan segala racauan itu, ku buang kau, padahal sedikitpun kau tak punya salah apa-apa.”

“Kau tak usah khawatir. Kau tahu, aku melakukannya dengan penuh kerelaan karena untuk itulah aku diciptakan. Lagipula, bukan inginmu menyakitiku. Kau sama sepertiku, tak punya daya upaya apa-apa untuk menentukan jalan hidupmu sendiri. Kita, hidup kita, semuanya berada di tangan makhluk besar yang sekarang ada di depan kita. Kau perhatikan dia.”

“……”

“Ketika dia merasa senang, dia raih tubuh mungilmu itu dengan penuh kelembutan. Sebaris senyum dihadiahkannya untuk kita. Lalu, dengan penuh kelembutan pula ia menggunakan tubuhmu untuk menyampaikan semua isi hatinya. Aku pun tak merasa sakit, geli sedikit iya. Dia juga memperlakukanku dengan penuh kelembutan. Dia hiasi kulitku dengan kata-kata indah penuh makna, pertanda cinta kasih. Terkadang bunga-bunga bermekaran di atas tubuhku. Keberatankah kau dengan itu?

“Tidak. Aku turut senang saat dia senang.”

“Ya, aku apalagi. Karena dialah yang memegang hidup kita. Namun tak selamanya dia merasa bahagia. Ada masa dia berlinang air mata. Dia raih tubuh kita dengan penuh kesedihan. Dia menggerakkan dirimu perlahan di atas kulitku. Sesekali air matanya jatuh menimpaku. Aku pun turut merasakan kesedihannya. Dan, hidupku suram. Tak ada kata-kata cinta, apalagi bunga. Semua yang dia keluarkan melalui tubuhmu, semuanya adalah kata-kata sakit hati. Adakah kau memperhatikannya?”

“Ya. Terkadang aku tak ingin keluar jika dia sedang bersedih.”

“Ada kalanya juga dia marah-marah. Kelembutan itu begitu jauh. Dia hempaskan aku begitu saja. Dia sakiti aku dengan menekan tubuhmu kuat-kuat ke kulitku. Sakit memang, tapi jika itu bisa membuatnya tenang, kenapa tidak? Aku ikhlas, selama dia bisa melampiaskan semua kemarahannya. Aku ikhlas menerima apapun perlakuannya. Aku puas dikuliti habis-habisan, diremuk, dibuang ataupun dibakar. Selama dia bisa tenang.”

“Kau begitu ikhlas.”

“Karena untuk itulah aku diciptakan. Untuk menerima semua goresanmu. Untuk menerima semua tusukan tajammu. Tapi, apapun yang kau berikan, itu semua tergantung dia karena dialah yang mengendalikan kita. Namun, aku selalu berdoa agar dia bahagia karena aku suka melihat bunga-bunga dan kata cinta di atas kulit putihku. Bagaimana denganmu?”

“Aku juga. Aku suka dengan kelembutannya memperlakukan kita.”

****

Ku rengkuh kertas putih persegi itu. Inilah sahabat terbaikku, tempat aku mengeluarkan semua isi hati. Dia tak pernah berontak, sekalipun aku menghujaninya dengan kata-kata kotor berisi makian, keluh kesah, bahkan air mata. Dia juga tidak pernah keberatan kutulisi hingga tak ada lagi celah tersisa. Dia juga tidak pernah cemberut saat warna putihnya tertutupi oleh tinta hitam.

Ah, alangkah indahnya jika dalam kehidupan nyata aku memiliki sahabat seikhlas dan sesetia kertas ini.

****

“Hei, bisakah kau melihat senyumannya?”

“Aku melihatnya. Sepertinya dia sedang berbahagia. Aku sudah tidak sabar menanti dia merengkuhku dengan penuh kelembutan.”

“Aku juga. Aku juga tidak sabar menunggu dia menggoresku dengan kata cinta juga bunga-bunga.”


NB: Akhirnya,s etelah berkali-kali ikut Writing Session, 1 April kemaren cerpen saya yang berjudul Teman Setia ini berhasil meraih gelar 'Best of the Night'. Saya cukup berbangga hati karena cerpen ini saya selesaikan dalam waktu 30 menit. Tapi, ini semacam lecutan bagi saya untuk terus dan terus -tanpa henti- menulis demi terwujudnya angan-angan saya. Makasih writing session.


Love,