Day21: What a Small World

First of all, happy 22 birthday Fhia. Finally ya lo gabung di geng 22, hihihi. Nah, mumpung itu anak lagi ulang tahun jadi dia ngasih kebebasan mau nulis apa hari ini.

Day 21: free

And
I decided to write about things that haunt my mind lately; What A Small World!


Ada pepatah kuno yang mengatakan kalau dunia ini nggal selebar daun kelor. Meski gue nggak tahu daun kelor itu kayak apa, tapi pepatah itu secara kasar bisa diartiin kalau dunia ini nggak kecil. But, what i found in my office berkebalikan dengan pepatah itu.

Ada dua hal yang bikin gue shock dan berkata "what a small world'. Pertama, how come cowok yang katanya paling ganteng sekantor dan jadi bahan daydreaming anak-anak adalah tetangganya si om dan juga mantan adiknya. Kedua, how come orang yang menjadi bahan gosipan lo selama kuliah tiba-tiba muncul di kantor lo dan menjadi atasan lo padahal selama ini lo hanya bisa mengagumi suaranya yang mengudara di radio dan dia juga junior temen setim lo waktu kuliah.

What a small world.

Kasus pertama. Si M yang ternyata tetangganya si om. Ini benar-benar shock therapy buat gue. Si om ini orang yang jauh berada diluar lingkaran gue. Nggak ada satupun orang di lingkaran gue yang terkait dengan doi. Lalu, saat gue kerja dan kenalan sama si M, gue lihat di facebooknya kalau si om adalah mutual friend kita. Begitu gue tanyain lebih lanjut ternyata mereka tetanggaan sejak dulu. Hal ini membuat kita akrab dan dia suka ngegoda-godain gue terkait si om. Tapi akibatnya, sebagai anak baru gue dianggap belagu karena langsung akrabin diri dengan si M. Helloooo, is it my fault kalau gue punya something yang bikin gue akrab dengan M? Nggak kan.

Sekarang kasus kedua. Ingat banget gue saat @seeta_lescha masih terpukau akan pesona si kakaku, kita (gue, @seeta_lescha @rhararar dll) melakukan kegiatan mengasyikkan bagi para hopeless romantic, stalking. Kegiatan ini membawa kita ke satu nama berinisial H yang juga penyiar kondang di seantero Jakarta dan sekitarnya. Si H ini anggota geng kakaku ini. Gue sering dan bisa dibilang suka dengerin dia siaran. Suaranya adem dan suka nyerempet-nyerempet *nggak udah dijelasin ya nyerempet apa*. Untung aja gue nggak sempat goda-godain penyiar ini *seperti yang gue lakuin ke penyiar di radio tetangga tempatnya si H*.

Nah, minggu lalu, hari Senin, ada orang baru di kantor gue. Pertama lihat gue langsung kayak kesetrum gitu dan langsung ngucap "I know him". Gue belum kenalan sama dia tapi gue langsung yakin kalau gue tahu siapa dia. Begitu dia ke meja gue untuk kenalan, temen setim gue langsung heboh karena kenal si anak baru itu. Dia nyebut nama yang familiar di telinga gue. Begitu gue kenalan sama dia, gue makin yakin kalau ini orang pernah bersentuhan dengan something in my past. Begitu gue pastiin ke temen gue apakah dia H dari radio M? Si temen mengiyakan dan bilang kalau dia itu juniornya waktu kuliah.

How in the world banget orang yang jadi bahan gosipan lo waktu kuliah sekarang jadi atasan lo?

Dan kenapa ini orang malah bikin gue degg degg serr? Nervous tiap kali dekat dia. Gugup tiap kali ngomong. Salah tingkah. Bahkan sampai muncul keinginan pengen diimamin tiap kali lihat dia shalat atau bahkan ingin menggelosor di bawahnya tiap kali lihat dia push up #lostfocus. Well, fisicly memang oke. But, I know him. Dia si songong dengan tampang minta digampar dan lidah nyelekit meski gue belum pernah ngerasain senyelekit apa sih lidahnya *ambigu* dan body minta dipeluk. But, the most important thing is, He's married and he's a ***.

But, I think it just my starstruck. Ya, gue kaget karena nggak disangka-sangka aja akan bersinggungan langsung sama dia. I told to myself, just enjoy the ride If.

Dan yang bikin gue terbengong-bengong lagi adalah percakapan gue dan temen gue Bayu di Canteen, PI, hari Minggu kemaren.

B: Lo jangan goda-godain si C dari radio K lagi deh.
I: *senyum simpul* Kenapa jangan? Via twitter ini doang. Lagian juga nggak kenal ini.
B: Hati-hati aja. Who knows, one day lo bakal kenal sama dia, atau terlibat kerja bareng.
I: *ngakak* nggak bakalan lah, Bay, nggak ada juga gitu satupun hal yang bisa bikin gue bersinggungan langsung sama dia.
B: Yakin? Memang dulu, dua tahun lalu, lo pernah kepikiran nggak akan bersinggungan langsung sama H waktu lo dan teman-teman lo gosipin dia?
I: *kicep*

Well, he's right. Dan seolah langsung menimpali omongan kita ini, waktu gue lihat twitter, ada yang mention gue. Someone bernama @de*******ar yang gue tahu sebagai salah satu editor di majalah yang dinaungi grup tempat gue bekerja. He said: "Mau gue kenalin sama C if?" *dia menimpali twit gue yang memuja C*. Dengan songongnya gue balas "Kayak lo tahu aja C mana yang gue maksud." Lalu jawabannya bikin gue shock seketika. "Ya tahulah wong lo nyebut nama radio tempat gue kerja. Gue kan siaran di radio itu juga."

Damn! Gue baru ngeh kalo si D adalah announcer di radionya si C waktu gue buka profil twitternya D.

What a small world, right? Atau, apa ini karena gue yang cuma bergerak di lingkungan yang itu-itu aja? Yeah, i don't have any idea about that.

Tapi, karena dunia yang sempit inilah gue bisa akrab dengan M dan H, dua orang berpengaruh di kantor, dan siapa tahu si D beneran mau ngenalin gue sama penyiar ganteng berinisial C itu, hihihi.

Love,
iif

@office sambil dengerin si C siaran ;p

Comments

Popular Posts