Day 5: Something I Hope To Do In My Life

Memasuki hari kelima, gue semakin enjoy dengan gaya menulis yang santai ini. Ya, memang nggak disengaja sih awalnya kenapa tiba-tiba gue berubah santai setelah sebelumnya selalu serius. But i think it's fun, hehehe.
Today is December 5th and it's mean sekarang kita masuk tema hari kelima.

Day5: Something You Hope To Do In Your Life.

Apa sih yang paling ingin gue lakukan selama gue hidup? For now, it's a simple question. Something I hope to do in my life is quit from my job.

Seriously? Gue yakin pernyataan ini akan menimbulkan banyak spekulasi *gaya benerrr*. Mungkin ada yang mengira kalau gue nggak sreg di tempat kerja yang sekarang, atau masih ingin mencari tantangan, atau salary-nya kurang, et cetera. Ya, gue cuma bisa bilang kalau semua anggapan itu salah. It's totally wrong karena nggak peduli gue kerja dimana, gaji berapa, enjoy atau nggak, gue akan tetap ngelakuin hal yang sama. QUIT!

And be a full time writer :D

Gue serius. Menjadi cungpret kayak sekarang nggak ada dalam daftar keinginan gue. Gue bersyukur banget dapat kerjaan yang sesuai sama passion dan kuliah gue, tapi, bukan ini yang gue inginkan untuk jangka panjang. For me, ini cuma batu loncatan doang. Karena kenapa? It's all because I have to live. Maksud gue, dengan gue yang masih nobody gini, koneksi juga nggak seberapa, gue mau jadi full time writer, nggak usah mikirin apa-apa yang penting gue bisa nulis, helloooo, gue hidup dengan apa? Gue bukannya pesimis, tapi gue berusaha untuk realistis aja. Kalau gue ikutin keinginan gue itu, gue nggak akan bisa beli baju seperti yang gue pake sekarang, gue mau isi paket BB pake apa biar gue bisa tetap eksis di twitter, gue nggak akan bisa minum-minum nggak jelas di cafe yang gue tongkrongin sekarang sekedar nunggu macetnya udahan, gue nggak bisa jalan-jalan bego, let's say, ke Bandung tiap kali gue sumpek sama Jakarta, karena mau bayar pake apa? Jadi full time writer kelihatannya memang keren, tapi disini, cuma ngandelin itu doang? Ya siap-siap aja hidup lo melarat. Gue bukannya matre atau apa, tapi jaman sekarang bo. It's bullshit kalau lo bilang uang bukan segalanya.

Lain soal kalau gue udah setenar Alberthiene Endah atau Fira Basuki. Gue nggak usah mikir macam-macam. At least sebulan sekali Mel Ahyar masuk ke lemari gue. Yang harus gue pikirin cuma nulis, nulis, dan nulis.

Tapi gue belum sampai ke tahap itu. Ya, apalagi yang bisa gue lakuin selain melacurkan diri jadi cungpret, kayak sekarang ini. Memang gaji gue nggak bisa bikin gue keluar masuk Social House tiap hari, at least, gue masih bisa tenang besok hidup gue aman terjamin. Bukannya gue bilang profesi penulis itu miskin, tapi di Indonesia profesi ini belum se-wah di luar sono. Ngaku deh, masih banyak kok yang mengerutkan jidat waktu lo sebut nama penulis disini karena nggak kenal. Kalaupun lo udah jadi penulis, let's say lo udah nelurin 1 atau 2 novel metropop tapi ya so so lah. Tetap aja lo nggak akan bisa hidup 100% dari penjualan novel lo kan?

Because of that, gue harus nahan-nahan hati sekarang. Nggak masalah gue harus jadi cungpret, desak-desakan di kereta dari tempat gue di ujung negeri ini demi mengais rejeki ke Thamrin sana, but i do it buat sementara doang. Because one day: i'll quit.

Sekarang gue kerja untuk jadi landasan doang. Gue nyari-nyari penyambung hidup sama KONEKSI. And someday, saat gue udah settle, gue akan keluar dari kerjaan ini dan lakuin apa yang selama ini selalu ingin gue lakuin.

Be a full time writer.

Karena yang ada di pikiran gue sampai saat ini adalah: gue duduk di depan laptop, mengetik apapun yang ada di otak gue kapanpun gue mau, gue bisa menikmati hidup gue dan orang-orang akan berjejer didepan gue minta tulisan gue, entah itu cerpen, novel, essay, kolom, skenario, et cetera.

All I wanna do is.... writing. Just it. Simple, right? Tapi jika lo bertanya kapan, gue juga nggak tahu. Setahun, dua tahun, tiga tahun, only God knows.

Love,
iif

Social House Grand Indonesia sambil nunggu macet udahan, 5 Desember 2011, 08.15 PM

Comments

Post a Comment

Popular Posts