Day 3: Something I Have To Forgive Myself For

First, gue pengen ngebejek-bejek si fhia yang entah kerasukan setan darimana sampai kepikiran tema beginian.
Second: pengen mundur karena benar-benar blank. Trus mikir lagi. Gila, ginian doang nyerah? Cemen banget sih lo if.
Third: Okelah. Yuk mari kita menulis. Here we go.

Day 3: Something I have to forgive myself for.

The most important things in my life yang bikin gue masih suka senyum miris sampai sekarang adalah: i never let him go -from my mind, although it's been 10 years since he left. I think, hal terberat yang bisa gue lakukan sampai detik ini ya mengikhlaskan kepergiannya dan berdamai dengan diri sendiri.

Sebelum kita mulai, baca dulu post ini karena ada hubungannya dengan tulisan gue kali ini.

I always blame myself for his death karena tindakan gue yang saat itu so childish. Year by year gue mencoba untuk merelakannya dan menanamkan pikiran bahwa it's not your fault, if, it's destiny. His destiny. Memang sudah jalannya kayak gni. Tapi, sangat sulit melepaskan sesak di hati dan perasaan bersalah setiap kali ingat dia.

Dan setiap detik yang gue lalui selalui berisi bayang-bayang dia.

I know, i had to forgive myself and let him go, agar dianya juga hidup tenang disana. Believe me, I tried and tried and tried. Till now.

If someone ask me, mau nggak gue memutar kembali waktu ke sepuluh tahun lalu untuk memperbaiki keadaan? Dulu, gue akan mengangguk dengan antusias, but now, i don't need it. Yang gue butuhin adalah belajar dari pengalaman. Kebetulan sekali salah satu penulis kesukaan gue, Ika Natassa, berkicau sore ini di Twitter mengenai pendapat dia akan film The Tree Of Life. Ada twit dia yang bikin gue jlebb seketika dan memutuskan untuk menulis post ini.
She said that loss teaches us things. Loss teaches us to appreciate what is truly essential in life. To appreciate the little things. Like we did when we were kids. Because one day, when i lost somebody, i would love to remember the little things that we used to do together. And in the end, you'll understand, that everything happens for a reason. To make you learn things you otherwise couldn't
Ika benar. Kehilangan membuat kita belajar banyak hal, terutama menghargai hal sepele yang pernah dijalani bersama the loved one. That phrase makes me think, kenapa gue terus-terusan memendam sesak dan penyesalan, bukannya mengingat dia sebagai part of my life? He is my best friend, dulu dan sekarang. Bedanya, dulu dia ada, nyata di hadapanku, sedangkan sekarang, dia sudah berganti wujud menjadi kenangan. Kehilangan ini ngajarin gue untuk lebih berhati-hati, terutama dalam mengeluarkan 'sumpah serapah', something yang sangat dekat dengan kehidupan gue sehari-hari.

You make me learn many things in life. Jadi, sudah bisakah gue maafin diri gue sendiri untuk hal ini?

Believe me, I tried and tried and tried because i'm sure, someday i'll forgive myself.

love, iif

ps: buat yang ingin berbagi hal yang sama ditunggu di kolom komen ya. Many thanks.

Comments

Popular Posts