Day 19: My Opinion About Religion

First of all, pengen complain dulu soal tema hari ini. Ini nyindir gue banget ya? Gue yang minus banget soal agama trus tiba-tiba harus nulis pandangan gue tentang agama? Ya, harap dimaklumin aja ya kesotoyan gue ini.

Day 19: Your opinion about religion.

Awalnya gue melihat agama sebagai warisan. Gue Islam karena diwariskan begitu sama orang tua gue. Orang tua gue islam juga karena diwariskan begitu sama kakek nenek gue. Seterusnya ya begitu. Jadi, gue melihat agama cuma sebatas hitam putih, apa yang dibolehin dan apa yang dilarang, apa yang disuruh kerjain dan apa yang harus dijauhin. That's it.

But now, I think religion is not a simple thing. Nggak bisa dipungkiri memang kalau kebanyakan dari kita menganut agama karena warisan ini. Ada yang memilih untuk mempelajari lebih lanjut agamanya dan ada yang cuma sekedar nrimo. Jujur, gue ada di golongan kedua. Gue nrimo aja meski sedikit banyak ada juga gue nyari-nyari tahu tentang agama. Tapi disini gue nggak mau ngomongin soal agama Islam karena ilmu gue buat ngomongin itu nggak ada. Gue cuma ingin ngomongin agama secara universal.

Terlepas dari warisan tadi, gue percaya bahwa agama adalah sesuatu yang lo percayai dengan hati lo. Sekafir apapun lo, pasti ada sedikit aja kata hati lo yang percaya akan suatu kekuatan gaib yang memegang lo dan menuntun lo. Agama itu adalah seberapa besar hati dan value yang lo punya dan lo pahami meyakini bahwa apa yang lo lakuin adalah benar atau salah. Agama itu bagaimana lo memaknai setiap tindakan yang lo lakukan itu sudah sesuai dengan value-value yang lo punya atau malah melenceng. Value ini bisa saja berasal dari orang tua, apa yang lo lihat di lingkungan sekitar lo atau bahkan lo temukan sendiri.

Keep it simple. Se-simple elo mencontek dan tanyakan ke hati lo, benar atau nggak tindakan lo ini? Tentu saja jawabannya adalah salah. Contoh lain, free sex. Seberapapun besarnya lo mengamuflasekan pikiran lo bahwa it's oke to sex before marriage, di hati lo pasti ada, meski sedikit, perasaan yang mengatakan bahwa tindakan lo salah. Karena value yang lo punya dan lo pahami mengatakan bahwa mencontek dan free sex itu salah.

Let your heart decide.

Gue awalnya menyadari bahwa agama hanyalah warisan dan kemudian paham bahwa warisan ini memberi gue nilai-nilai yang gue yakini dan gue pahami benar dan gue percaya akan nilai-nilai itu. Meski untuk saat ini nilai yang gue punya belum seberapa, but deep in my heart, gue ingin mengerti semuanya, agar tindakan gue makin terarah.

Religion is not about black and white, ada grey area diantaranya dan di grey area inilah dibutuhkan pemahaman lebih lanjut. Dan karena kepercayaan tiap orang berbeda, gue nggak mempermasalahkan orang lain mau menganut agama apa. Kalau si A percaya value yang diajarkan oleh Katolik itu adalah yang terbaik, ya itu hak dia. Bahkan jika misalnya lo nggak percaya satupun sama agama yang ada dan memilih untuk menjalani hidup lo dengan value yang lo ciptain sendiri, ya it's your choice.

Sederhananya, bagi gue agama itu adalah "Let your heart decide".

And my heart decide to chose Islam as my religion.

Love,
iif

Comments

  1. kagak nyindir gueee... T_T
    cuma buat uji kemampuan gue aja.

    anyway, lo bener kok dalam hal, universal. ga perlu takut bilang, Islam itu universal..bahasa kerennya: Rahmatan lil Alamin :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts