Overdosis Me Time

Everybody need "me Time".
Including me.

Me Time, buat setiap orang tentu berbeda-beda. Ada yang merasa sudah bisa melepaskan diri dari kejenuhan saat menonton film kartun kesukaan. Sebagian lagi menyebutkan diving ke pantai atau bermain sepatu roda di taman sebagai bagian dari me time *ups. Remembering me for someone*. Sebagian lagi menyatakan berdiam diri di salon. Lalu ada pihak yang memilih jalan kaki ke taman kota, menyusuri butik demi butik, all night long seru-seruan di cafe atau club, main musik, baca buku, nonton ke bisokop, dan masih banyak lagi. Ada juga pihak yang memilih menghabiskan Me Time dengan sangat sederhana, memasak untuk keluarga tercinta, makan malam bersama pasangan, menghabiskan sore sambil berpelukan depan perapian, having all night long with the love ones, ke perpustakaan, toko buku, blogging, dan macam-macam. Apapun itu, me time adalah saat yang menyenangkan meski sesaat karena melakukannya benar-benar dari hati yang terdalam.

Lalu, arti Me Time buat saya? Sederhana saja. Novel roman, lagu-lagu lama, segelas kopi, dan semilir angin.

Dan, maksud saya menulis ini?
Yeah well, dulu saya sangat menginginkan suatu waktu di mana saya ingin melakukan hal sederhana itu. Tapi sekarang saya justru menginginkan kesibukan. Kenapa?

Karena pengangguran membuat saya overdosis me time.

Love,
iif

Comments

Popular Posts