Ingin Dikenal Dunia, Maka Menulislah

Sewaktu kecil RL Stine adalah tokoh paling jenius yang pernah mampir di ingatan saya. Begitu juga halnya dengan Enyd Blyton. Pun ketika mama memperkenalkan novel NH Dini. Saya merasa merekalah orang-orang hebat yang bisa mengguncang dunia dengan tulisan mereka.
Beranjak SMP, kakak saya membelikan buku The Lord of The Ring karangan JRR Tolkien. Trilogi itu begitu membius saya. Di saat anak-anak SMP mulai mengenal cinta monyet dan pacaran, saya justru memilih ‘kencan’ dengan Tolkien. Bagi saya, Tolkien adalah salah satu orang terhebat sepanjang massa, hingga sekarang. Bertahun berlalu, namanya masih tetap harum.
Itu hanya beberapa nama. Jika ditilik lebih jauh lagi, tentu saja akan muncul banyak nama yang terkenal akibat tulisan-tulisan yang mereka publikasikan. Sebut saja Meg Cabot, Agatha Christie, Jane Austen, Mark Twain, JK Rowling, Dan Brown, Sidney Sheldon, Teresa Palmer dan sebagainya. Dari dalam negeri, siapa yang tidak kenal NH Dini, Mira W, Marga T, Clara Ng, Andrei Aksana, Alberthiene Endah, Esti Kinasih, Sitta Karina, Dewi Lestari dan masih banyak lagi. Anda semua tentu tahu apa persamaan dari mereka. Yup, mereka dikenal dunia berkat tulisan.
Ada satu kalimat yang mengusik saya. Kalimat ini saya dapatkan dari sebuah spanduk di salah satu pusat perbelanjaan di bilangan Depok. Isi spanduk tersebut:
“Ingin mengenal dunia, bacalah. Ingin dikenal dunia, TULISLAH”
Saya setuju 100% dengan tulisan itu.
Semenjak kecil hingga sekarang, saya suka sekali membaca. Apapun saya lahap. Tidak mengherankan jika setiap awal bulan adalah waktu wajib saya ke toko buku. Tidak mengherankan juga jika di kamar saya banyak terdapat buku. Bagi saya, membaca adalah kesenangan tiada tara. Namun, ada satu hal yang menetap di benak saya; ‘Kapan saya bisa melihat buku dengan nama saya sebagai penulisnya terpampang di toko buku?’
Sebuah pertanyaan sulit. Saya suka menulis cerita fiksi. Entah sudah berapa banyak novel yang saya selesaikan. Namun, langkah saya tersandung permasalahan klasik –yang juga dialami para penulis besar sekarang: SUSAHNYA MENEMBUS PENERBIT.
Anda yang punya obsesi menulis tentu juga merasakan pahit dan sulitnya menembus penerbit. Kita bisa berkaca ke kisah Meg Cabot yang meski sudah suka menulis sejak di bangku sekolah, dia baru menerbitkan novel di usia 30-an. JK Rowling yang sukses melahirkan tokoh fenomenal Harry Potter juga sempat merasakan pahitnya ditolak penerbit. Hilman juga pernah ditolak penerbit ketika menawarkan serial Lupus. Anda tentu mengenal Aditya Mulya kan? Namun, tahukah Anda jika dia ‘menjajakan’ draft awal Jomblo sampai ke lima penerbit sebelum akhirnya novel laris tersebut diterbitkan oleh Gagas Media (diceritakan oleh Aditya Mulya saat Pesta Penulis 2011 di Aula gedung Telkom, Jakarta Barat).
Mungkin Anda pernah terpikir untuk menerbitkan secara independen. Bisa saja, selama Anda memiliki modal kuat karena untuk menerbitkan sendiri Anda minimal harus mencetak 1000 eksemplar. Tentu saja itu akan memakan biaya besar.
Lalu, apakah mimpi menjadi penulis harus dikubur begitu saja?
Pikiran itu sempat terlintas di benak saya. Namun, saya seolah menemukan titik terang ketika menemukan nulisbuku.com. Di sini, mimpi untuk menerbitkan buku bisa terwujud.
Semuanya berawal dari pemikiran jenius seorang penulis bernama Aulia Halimatussadiah, atau yang dikenal dengan nama pena Ollie. Meski sudah menerbitkan buku lewat penerbit besar, tidak menjamin naskahnya bisa langsung diterima. Sontak Ollie berpikir ‘Saya yang bisa dibilang sudah punya nama saja masih ditolak, apalagi penulis baru?’ Berangkat dari sana maka tercetuslah ide untuk membuka self publishing online. Ide ini memungkinkan siapa saja menerbitkan bukunya lalu menjualnya secara online dan tidak dipungut biaya. Ya, inilah nulisbuku.com.

Foto oleh Kalista Cendani
Masih merasa asing? Mungkin Anda bisa berkunjung ke http://www.nulisbuku.com/ dan mempelajarinya lebih lanjut. Saya sempat berbincang-bincang dengan si pencetus ide, Ollie, mengenai inovasinya ini. Menurut Ollie, kecintaannya terhadap buku, keprihatinan terhadap penulis berbakat yang susah mendapatkan penerbit, dan latar belakang pendidikannya di bidang teknologi informasi membuatnya merasa perlu menghasilkan sesuatu yang bisa berguna bagi orang banyak. Melalui nulisbuku, siapapun bisa mewujudkan mimpinya menerbitkan buku. Dan itu semua secara cuma-cuma alias GRATIS.
Masih menurut Ollie, mekanisme yang ditetapkan cukup gampang. Setelah Anda register, Anda bisa langsung mengunggah naskah. Lalu, pihak nulisbuku akan mencetak satu eksemplar dan Anda harus membelinya. Cetakan pertama itu adalah dummy di mana Anda bisa membacanya ulang lalu menyempurnakannya. Jika sudah merasa sempurna, Anda tinggal mengontak nulisbuku lalu buku Anda pun akan muncul di nulisbuku.com. Mengenai harga jual, Anda juga berperan dalam menentukannya. Anda akan menerima perhitungan biaya cetak dari pihak nulisbuku, lalu Anda berhak menentukan harga jual yang menurut Anda pas. Setelah buku Anda muncul di nulisbuku.com, sekaranglah saatnya mempromosikan. Anda harus berusaha sekreatif mungkin mempromosikannya. Oh ya, nulisbuku mengenal sistem print on demand, dalam artian buku Anda akan dicetak sesuai dengan jumlah pesanan.
Kehadiran nulisbuku mendapat sambutan hangat. Sesuai tagline-nya Publish Your Dream, maka siapapun bisa mewujudkan mimpinya menerbitkan sebuah buku. Sisi positif lainnya, Anda tidak hanya berperan sebagai penulis, tetapi juga sebagai editor dan marketing untuk buku Anda sendiri. Hebatnya lagi, nulisbuku tidak pilih-pilih, alias menerima semua naskah. Jika Anda merasa berbakat dalam masak memasak, buku kumpulan resep Anda pun bisa diterbitkan. Atau Anda suka nge-blog dan ingin mengumpulkan tulisan Anda menjadi sebuah buku seperti Raditya Dika? Sila ke nulisbuku dan terbitkan.
Menarik? Tentu saja. Saya memang belum menerbitkan satu pun buku disini karena saya belum memiliki naskah yang –menurut saya- memuaskan. Someday, jika naskah yang tengah saya garap sekarang selesai maka saya akan ke nulisbuku dan voilaaaa, mimpi saya pun terwujud.
Oh ya, saya mengenal beberapa teman yang pernah menerbitkan buku disini. Just info, kami dipertemukan lewat nulis buku club (NBC), sebuah ajang temu anggota nulisbuku. Karena memiliki cinta dan impian yang sama, kami jadi langsung akrab loh. Bahkan diantaranya sudah akrab lebih dulu lewat twitter karena aktif berbincang di twitter dengan perantara @nulisbuku. Nulisbuku juga selalu menyebarkan virus menulis dengan proyek-proyeknya, yaitu membuat kumpulan cerpen dengan tema tertentu dan bisa diikuti oleh siapa saja. Sudah tak terhitung lagi proyek yang dilaksanakannya. Saat ini yang sedang berlangsung adalah proyek #horor dan #historicalfiction. Bahkan, saking dekatnya jarak antar proyek sampai-sampai membuat saya kehabisan nafas karena keasyikan menulis, hehe.
Hmmm, saya mau berbagi nih pendapat beberapa teman tentang nulisbuku.
Berkat nulisbuku aku memutuskan untuk menekuni dunia penulisan dan bertemu dengan teman-teman penulis yang menyenangkan (Dannis @dannissyamra)
Partner saya untuk mewujudkan mimpi! (Jenny @JennyThaliaF)
Sarana bwlajar, ngembangin hobi dan pergaulan, sarana tukar pikiran juga suatu wadah yang bisa ngembangin ide kreatif (Dian @diangandhi)
Nulisbuku itu tempat yang pas banget buat mengembangkan inspirasi dan mempublikasikannya. Best self-publisher!!! (nadya @nadyapermadi)
Kehadiran nulisbuku memberi dampak yang sangat luar biasa menurutku, mulai dari aku jadi lebih sering menulis, aku bisa ketemu sama penulis-penulis yang oke-oke sekaligus jadi sahabatku kini (Yomi @omidgreeny)
Inovasi memang selalu dibutuhkan, dan saya percaya bahwa masih banyak ide gila diluar sana yang menunggu untuk diorbitkan. Terlebih, teknologi terus berkembang secepat kedipan mata. Anda merasa tidak punya lahan untuk mewujudkannya? Haha, sekarang bukan saatnya. Teman-teman kita di Fakultas Ilmu Komputer UI memberikan jawaban lewat Compfest 2011, sebuah event di bidang teknologi informasi. Disini kita bisa mendapatkan banyak hal, mulai dari seminar, kompetisi (bagi Anda yang berbakat di bidang programming, memiliki game ciptaan sendiri, atau tertarik dengan robotic, tidak alasan untuk tidak berpartisipasi di acara ini), exhibition dan entertainment. Tentu saja, Anda pun bisa mewujudkan inovasi cemerlang Anda disini. Ollie sudah membuktikan bahwa kecintaan dan pengalamannya di dunia tulis menulis buku membuatnya menghasilkan suatu inovasi cemerlang yang terbukti telah membantu banyak orang mewujudkan impian melalui http://www.compfest2011.com/#

Blogging Competition Compfest 2011
(Wawancara dengan Ollie dilakukan di Soto Kudus Pancoran, tanggal 12 November 2010)

Comments

  1. Salam kenal mbak, saya nyubi nih. :)
    Saya baru tahu tentang nulisbuku.com setelah baca tulisannya mbak ini. Informasi yang bermanfaat sekali.
    Oia, mudah-mudahan naskah buku yang mbak buat segera rampung dan memuaskan ya, mbak Hikmah.
    Biar bisa diterbitin segera, ditunggu deh infonya.

    ReplyDelete
  2. Makasih udah berkunjung ke sini. Makasih juga doanya. Info lebih lanjut kamu kunjungi aja nulisbuku.com. Semoga kamu juga tertarik menerbitkan buku di sana.
    Salam kenal juga

    ReplyDelete
  3. Tulisannya bagus banget mbak.. :D btw kalimatnya bakalan jadi lebih tepat lagi kalo ditulis gini menurut saya :

    "Ingin mengenal dunia? Bacalah (buku2 yg berbahasa Inggris), Ingin dikenal dunia? Tulislah (dengan menggunakan bahasa Inggris)"

    Hihihii.. just joking.. :D

    ReplyDelete
  4. wah, ikutan compfest yah? ane juga ah.. hehe.. lam kenal.. bacaannya berat2 yah, hehe..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts