Will You STtill Love Me Tomorrow?

Case 1

Setiap kali saya membuka mata di pagi hari, hal pertama yang terpikirkan adalah "Will you still love me, then?"

Karena pergantian hari membuat saya menua. Pergerakan waktu membuat saya terus tumbuh. Tidak sama lagi dengan ketika kita pertama bertemu dulu.

Dari hari ke hari, saya akan terus berubah. Kaki saya tak lagi sekuat dulu. Tangan saya tak lagi selincah dulu. Tubuh saya tak lagi seliat dulu.

Saat ini bolehlah saya terlihat gagah. Tapi suatu hari wangi parfum ini akan berganti bau minyak kayu putih akibat masuk angin yang menimpa saya. Saat ini bolehlah saya terlihat tegap. Tapi suatu hari tulang punggung ini tak lagi sanggup menahan derap dunia dan perlahan-lahan mulai membungkuk. Saat ini bolehlah saya terlihat cekatan. Tapi suatu hari tangan saya akan selalu bergetar saking lemahnya. Saat ini bolehlah saya terlihat menawan. Tapi suatu hari rambut ini akan memutih dan menipis.

Lalu, saat itu terjadi, will you still love me?

Karena jika keadaannya di balik, saya telah membuat keputusan. Saya akan tetap mencintai kamu, semata karena saya ingin mencintai kamu. Dan ya, karena saya butuh untuk mencintai kamu.

So, will you still love me tomorrow?

Case 2

Di hari ketika saya mencium keningmu sehabis janji itu terucap, saya bersumpah, kepada diri saya sendiri, bahwa saya akan menempatkan kepentinganmu di atas apapun.

Dan mimpimu telah menjadi bagian dari keinginan saya. Saya bekerja demi mewujudkan apapun keinginanmu. Saya membanting tulang agar kamu bisa membeli semua barang yang kamu impi-impikan. Dan, saya menata makan malam indah, meski sederhana, untuk memanjakanmu. Dan ketika kamu lelah, saya akan menyediakan bahu saya sebagai tempatmu bersandar.

Itu semua saya lakukan karena saya mencintaimu.

Namun, saya hanyalah manusia biasa, tidak terlepas dari kekurangan. Sejatinya, saya ingin mewujudkan semua mimpimu, tapi daya yang saya miliki begitu terbatas. Ada hal yang berada di luar kehendak saya. Dan, maafkan saya. Saya tidak bisa memenuhi mimpi terbesarmu. Bukan karena saya tidak ingin, tapi karena saya tidak bisa. Saya telah berusaha tapi Tuhan memutuskan semuanya sendiri.

Saya tahu kamu adalah ibu yang baik untuk anak-anak kita kelak. Dan saya tahu, betapa mimpimu selalu berkisar antara tangis dan tawa bayi. Sayang, tahukah kamu bahwa saya juga menginginkan hal yang sama? Bahwa saya juga terluka karenanya? Jauh lebih merasa tersakiti karena ini membuat saya lemah. Membuat saya tak berdaya. Dan tak berguna.

Cinta, maafkan saya atas semua keterbatasan saya. Sehingga rumah kita tak kan pernah dihiasi tangis bayi. Karena keterbatasan saya.

Dengan semua ini, will you still love me?

Case 3

Saya tak bisa berjalan. Saya bahkan tak bisa menggerakkan tangan. Saya juga tidak bisa bicara. Yang bisa saya lakukan hanya terbaring. Dan menatap ke kedalaman matamu.

Ayah, bisakah ayah membaca apa yang terpancar dari tatapan saya? Ada banyak rasa terbuncah di sana, yang tak bisa saya ucapkan. Ayah, bisakah ayah merasakan pancaran cinta dari dalam tubuh saya? Betapa saya sangat membutuhkan pelukan dan dukungan ayah. Saya lemah, yah. Saya tak berdaya. Tak bisa lakukan apa-apa. Kecelakaan itu membuat saya tak lebih dari sekedar seonggok daging yang tak punya daya apa-apa.

Saat ini, saya hanya bisa meminta. Meminta ayah untuk menjadi penyambung lidah saya. Meminta ayah untuk menggendong saya. Meminta ayah menuliskan semua hal untuk saya. Karena saat ini, saya tak bisa melakukan apapun lagi.

Namun, jauh di dalam hati saya, saya begitu meminta satu hal. Dengan keadaan saya, will you still love me?

Case 4

Tonight you're mine completely, you give you love so sweetly, tonight the light of love is in your eyes, But will you love me tomorrow? Is this a lasting treasure, or just a moment's pleasure? Can I believe the magic of your sighs? Will you still love me tomorrow? Tonight with words unspoken, you say that I'm the only one. But will my heart be broken, when the night meets the morning sun? I'd like to know that your love. Is love I can be sure of. So tell me now, and I won't ask again, will you still love me tomorrow? (Will you still love mw tomorrow by The Shirelles)


love,

Comments

  1. the song is written by Carole King, but it was released first in The Shirelles' as a single (1960). King, later included it in her Tapestry (1971) album.

    but anyway, nice reflection.. :)

    ReplyDelete
  2. Makasih komennya. And, thanks for visiting my blog.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts