Friday, April 30, 2010

MY NEW GAME

Bukan sembarang permainan karena permainan ini selain menghibur juga menambah pengetahuan di bidang musik.
Berawal dari ketidaksengajaan mendengarkan radio *kebiasaan saya sejak dahulu kala* dan mendengar program YourDailyPlaylist di salah satu radio ternama di Indonesia *itu lho radio yang jadi referensinya Kawula Muda* dimana kita bisa membuat playlist sendiri dan ada kemungkinan untuk diputer di radio tersebut.
Tertarik? Jelas....
Kenapa? Karena berbagai alasan, diantaranya:
  • Alter Ego. Sebagai penyuka musik, mendengarkan lagu merupakan sebuah kebutuhan dan akan sangat lengkap jika saya bisa mengatur sendiri lagu yang ingin saya dengarkan dan membaginya dengan orang lain dengan harapan mereka akan menyukainya dan mengapresiasinya -dan syukur-syukur akan mem-vote playlist saya-.
  • Mengasah kemampuan musik saya -yang entah kenapa- mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir, meskipun tidak terlalu signifikan. *Penjelasannya: waktu SMA saya adalah orang yang selalu update dengan perkembangan lagu terbaru karena lingkup pergaulan saya adalah di dunia radio, tetapi semenjak kuliah, entah karena faktor apa *bingung sendiri*, saya jadi kurang update... Hal ini ternyata cukup menyesakkan.
  • Iseng-iseng berhadiah. Lumayan untuk mengisi waktu luang. Kalau akhirnya menang? Anggap saja rezeki dari Yang Di Atas. Ya, nothing to lose lah...
Berangkat dari alasan tersebut, maka akhirnya saya bergabung dan layanan ini.Namun *seperti yang sudah-sudah* ketika sebuah niat muncul, tidak langsung saya realisasikan melainkan ditunda-tunda terlebih dahulu. Akhirnya, setelah mengalami berkali-kali penundaan, rencana tersebut terwujud juga.
And, This is it....
My First Playlist: My La La Land...
Mau dengar lebihlanjut?? Check this one out..



Sebenarnya, harapan saya adalah semoga ini tidak hanya menjadi hobby sesaat saja, dalam arti kata bisa bertahan dalam jangka waktu yang ya........ lumayanlah...

Semoga...

So, tunggu playlist saya selanjutnya yha.. Insya Allah *jika keadaan mengizinkan* saya akan membuatnya setiap hari dan meng-updatenya di blog ini setiap hari juga*

Love, iif

Wednesday, April 21, 2010

Abstraksi Tingkat Tinggi

*Dari judul sepertinya menarik dan agak-agak serius*

Kewajiban utama sebagai seorang mahasiswa adalah: mengerjakan tugas. Dan entah kenapa, para dosen pun dengan senang hati memberikan tugas dengan jumlah yang tidak tanggung-tanggung. Mampu membuat kita menggeleng-geleng dan berdecak kagum.
Namun, sebagai pihak yang seringkali merasa dirinya sangat sibuk, maka tugas-tugas itu pun ditumpuk sampai akhirnya yang ada adalah pusing sendiri.Tapi, hal itu bisa dimaafkan dengan dalih: "Entah kenapa otak baru bisa bekerja secara maksimal ketika mendekati deadline".

Dalam mengerjakan tugas -khususnya tugas kuliah- yang pertama kali harus dimiliki adalah niat. Meski hanya berupa perkataan, yang penting ada niat. Paling tidak niat menjadi pertanda bahwa ada keinginan untuk menyelesaikannya -meski tidak segera-. Yang penting niat -excuse para deadliners-.

Setelah niat, apakah ada realisasinya? Hmmm, sebuah pertanyaan sulit. Kenapa? Karena pada akhirnya niat hanyalah tinggal niat, hanya berupa wacana, dan entah kapan akan diwujudkan. Satu hal yang pasti, niat itu baru akan terwujud sempurna jika batas akhir sudah menampakkan batang hidungnya. Jika saat itu tiba, maka barulah kita kalang kabut menyelesaikannya, rela begadang dan absen sebentar dari tempat tidur yang nyaman, tumpukan DVD yang memanggil-manggil untuk ditonton, atau mungkin godaan majalah yang baru terbit.
Namun, ketika mulai berhadapan dengan tugas-tugas kuliah itu, berbagai godaan pun bermunculan. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya sendiri seringkali kalah dari godaan tersebut. Godaan itu macam-macam bentuknya, dan cara menggodanya pun beragam. Diantaranya:

  1. Game. Mana yang lebih menarik, teorinya Adorno, Kode Etik Jurnalistik atau perkembangan copyright ketimbang Spider Solitair, Zuma, The Sims atau game-game lainnya yang -meskipun kelihatannya cemen- tetap saja punya daya tarik yang Naudzubilllahi min dzalik.
  2. Makanan, apalagi yang mengandung MSG atau kafein. Tugas is number 2. Memang sih alasannya makan sambil ngerjain tugas= penambah inspirasi, tapi faktanya? Tugas kuliah tidak bisa dikerjakan karena tangan sibuk dipakai untuk mengambil dan menyuap makanan.
  3. Playlist. Mengerjakan tugas tanpa musik memang kurang afdhol, tapi mengerjakan tugas diselingi musik? Yang ada adalah pikiran melayang kemana-mana. Apalagi jika si penyanyi berwajah ganteng dengan suara serak yang mendesah, maka pikiran sudah melayang kemana-mana *refers to TTATW, hahaha*
  4. Handphone. Dalihnya adalah untuk bersosialisasi tapi kenyataannya untuk saling berbagi gosip dengan teman-teman. SMS pertama memang tentang tugas, tapi selanjutnya? Tidak usah ditanya.... Apalagi ketika handphone berdering dan ada nama si 'baby' muncul dilayarnya, maka tugas ke laut dulu deh. Mari kita nge-jorok dulu, hehe...
  5. Bagaimana dengan kerja kelompok? Teorinya, kerja kelompok memang efektif, tapi fakta di lapangan? 5 menit untuk tugas, 5 jam untuk bercanda, bergosip, melabil, stalker atau main kartu??? *upssss*
Dan, godaan paling besar berasal dari si maya a.k.a dunia maya, spesifikasi situs jejaring sosial.
Perbandingan antara situs jejaring sosial yang dibuka dengan file kuliah adalah 5:1. Baru mengetik judul, YM berkedip-kedip pertanda ada yang mengajak chatting, dan tugas kuliah pun kian terbengkalai jika si pengajak chatting menyuguhkan gosip hot. Atau ketika baru mengetik satu kalimat, muncul godaan untuk menyusuri jejak si gebetan melalui facebook. Stalker is funny, right? Atau ketika sedang sibuk memikirkan ide berikutnya, muncul tulisan '1 new tweet' dan tidak pelak lagi, file kuliah ditinggalkan demi melihat perkembangan terbaru di Twitter.
Dan, menulis di blog juga salah satu godaan *nendang diri sendiri yang mangkir dari tugas electronic publisher dan Metode Penelitian Komunikasi 2 demi berceloteh di blog ini*

Jadi intinya???
*teriak ala mama* KERJAIN TUGAS SANAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!

Love, iif

untitled

Kosong...
Hampa...
Tidak jelas...
Abstrak...
Random...

Bosan...
Muak...
Letih...

Ingin gejolak...
Tapi bukan risau...
Juga derau...
Apalagi bising...

Ingin gelora...
tapi bukan hasrat...
Juga sekedar asa...
Apalagi khayal tanpa makna...

Gerah...
Ingin pulang...

Pulang kemana????

Merindukan suatu tempat dimana aku bisa terbebas, melakukan apa yang aku mau tanpa gangguan siapa pun.
Dunia milikku sendiri...
Akulah penguasanya...

Karena aku bosan dengan semua hal ribet dan tidak berguna yang ada di sekitarku. Omongan orang yang tidak tahu apa-apa tapi berlagak seolah-olah dialah makhluk terpintar. Celotehan orang-orang menyuarakan sesuatu yang tak selayaknya disuarakan dan berujung ke gerutuan dan membuat dunia yang sudah sempit semakin sempit, tak ada tempat untuk menghela nafas sesaat saja.
Bising. Suara-suara serak menggumam, berdengung laksana kembang dan tak tahu kemana arah muaranya. Hello....??? Kalau mau bersuara, di sana saja, cari tempatmu sendiri, jangan di tempat umum.
Daripada kamu selalu berbicara la la la, lebih baik kerjakan apa yang seharusnya kamu kerjakan, jangan dibebankan ke orang lain dan merasa bahwa dirimulah yang paling sibuk. What the....???

Bosan...
Gerah...
Bising...
Ingin gejolak tapi bukan rintihan mereka, apalagi keluhan mereka...
Ingin gelora tapi bukan hasrat tak terbendung, apalagi nafsu sesaat...

Ingin duniaku sendiri...
jangan ganggu...

Berdirilah di depan pintu, ketuklah pintu itu, dan tunggu izinku sebelum masuk...

Love and hate, iif

Tuesday, April 20, 2010

Fight The Future

Meminjam judul lagunya The Trees and The Wild untuk judul postingan kali ini...
Why Fight The Future??
Karena masa depan adalah untuk diperjuangkan.
Jika masa lalu adalah kenangan dan masa sekarang adalah torehan maka masa depan adalah perjuangan.
Jika masa sekarang ditentukan oleh masa lalu maka masa depan tergantung kepada apa yang diperbuat di masa sekarang...

Masa depan memang suatu misteri tetapi kita bisa menerkanya, dan itu semua tergantung kepada apa yang kita lakukan di hari ini. Saya percaya bahwa apapun yang telah dipersiapkan di masa depan saya, itu semua terkait dengan apa yang saya lakukan di hari ini.

Saya adalah seorang pemimpi, suka merajut impian dan berkhayal akan sesuatu. Saya ingin jadi penulis, punya kolom sendiri di majalah atau koran dimana saya bisa berekspresi dan berkarya sebebas-bebasnya, saya ingin membangun sekolah untuk mereka yang kurang mampu, saya ingin mempunyai sebuah perpustakaan yang terbuka untuk siapa saja, saya ingin ini, ingin itu la la la la...
Semuanya ingin saya wujudkan di masa depan. Namun, bagaimana semua mimpi itu bisa terwujud jika tidak ada usaha di hari ini????
Seperti yang pernah saya sebutkan sebelumnya, saya adalah tipe pengecut, takut untuk memulai sesuatu, tidak berani mencoba meskipun di depan mata jelas-jelas terbuka sebuah kesempatan. Akibatnya, saya semakin jauh dengan impian yang telah saya rajut selama ini.
Menjadi seorang penulis, misalnya. Menulis adalah hobby saya -buah didikan orang tua saya- dan berkecimpung di dunia itu adalah tujuan hidup saya. Saya menghabiskan waktu tiga jam -minimal- setiap harinya untuk menulis dan sampai sekarang entah berapa banyak tulisan yang saya hasilkan -tanpa berniat untuk sombong ; ) -. Namun, bagaimana nasib tulisan itu selanjutnya? Hanya teronggok begitu saja di dalam sebuah folder di laptop tanpa pernah sampai ke tangan penerbit. Penyebabnya? Karena saya terlalu pengecut -atau mungkin bodoh- untuk mengirimnya. Atau entah berapa macam lomba yang saya ketahui tetapi begitu masa penyerahan karya berakhir, saya tidak pernah mengirimkan karya saya karena saya sudah takut duluan. Dan lagi-lagi sebuah kesempatan melayang begitu saja. Damn... (Heiii, apa gunanya saya mengumpat. It's my fault dan saya tidak punya hak untuk mengumpat)
Dan lebih bodohnya lagi, saya tidak pernah belajar dari kesalahan saya. Tulisan demi tulisan saya hasilkan dan setiap tulisan bernasib sama; teronggok begitu saja tanpa kejelasan nasib.

Saya tahu ini salah tapi entah kenapa ketakutan itu selalu muncul. Saya takut inilah, itulah dan saya belum mencobanya tetapi sudah memikirkan yang nggak-nggak. Saya ingin berubah tetapi sampai detik ini, itu masih berupa wacana, sementara realisasinya? Nothing..

So, Fight the future. Saya ingin berjuang, untuk masa depan saya. Namun, bukankah harus memperbaiki diri dulu sebelumnya? I need help. Teman, tolong saya....
Ini memang bukan contoh yang baik dan teman, saya mengharapkan bantuan kalian. At least, untuk memarahi saya ketika saya mulai takut untuk mencoba lagi.
Kehilangan harapan yang sudah ada di genggaman itu terlalu menyakitkan, apalagi jika berulang kali merasakannya.

Saya hanya ingin berbagi, tapi lebih jauh lagi, saya membutuhkan pertolonganmu, teman....

I'll fight the future for myself...

Love, si penakut, iif...

Monday, April 12, 2010

Suatu cerita tentang dia yang tersayang

Saya sedang mengerjakan tugas kuliah ketika tiba-tiba ke-distract sama salah satu jejaring sosial. Sebut saja namanya Twitter. Saya membaca twitt teman-teman saya dan ada satu yang membuat saya tertarik. Salah seorang teman saya memberikan link ke postingan terbaru di blognya. Dan, saya pun membuka link tersebut.
Postingan tersebut bercerita tentang kerinduannya pada sang ayah yang telah meninggal dunia. Dia bercerita dengan lancar dan kata-katanya mengalir begitu saja, bagaimana kehidupan mereka semasa sang ayah masih ada, bagaimana si anak yang begitu menyayangi ayahnya dan bangganya si ayah ketika anaknya masuk UI, bagaimana ketabahan si anak ketika ayahnya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.
Jika kalian mengenal teman saya ini, kalian tidak akan percaya bahwa kata-kata indah itu keluar dari pikirannya. Saya sendiri juga tidak percaya. But, it's real. Ini tulisannya dan hasil pemikirannya.
OK, sekarang saya tidak ingin mengomentari postingan teman saya tersebut. Intinya adalah, saya terharu dengan tulisannya itu dan saya pun teringat ayah dan ibu saya di Bukittinggi. Terakhir kali kita bertemu adalah lebaran tahun lalu.
Saya merindukan mereka. Tubuh ringkih yang di balut usia, yang semakin uzur dimakan hari tapi senyum dan semangatnya tak pernah luntur menemani setiap langkah kaki saya setiap hari. Doa yang keluar dari hatinya menjadi penuntun jalan saya, pengingat setiap kali saya berbuat kesalahan, lentera di kala gelap saya dan pelindung saya. Mereka tak henti-hentinya mencurahkan kasih sayang kepada saya, sementara saya? Apa yang saya berikan?
Mungkin saya bukan anak yang baik. Kebanggan yang saya berikan kepada mereka bisa dihitung dengan jari sedangkan entah berapa ribu kekecewaan yang saya lemparkan ke muka mereka. Tapi, sedikitpun mereka tidak pernah menunjukkan kekecewaannya. Mereka tetap mendukung saya, berdiri di belakang saya, ikut berlari ketika saya berlari padahal langkah renta itu semakin susah dipakai untuk menjejak tanah. Sedikitpun tidak ada keletihan disana, apalagi keluhan.
Mama Papa...
Aku kangen kalian. Aku kangen saat aku berkejar-kejaran dengan papa di atas rumput, atau ketika mama menghadiahi aku majalah Bobo dan aku membacanya sambil memerhatikan beliau mengajar di depan kelas. Setiap kebandelanku dibalas dengan senyum dan nasihat. Setiap kesalahanku dibalas dengan maaf dan arahan ke jalan yang lebih baik. Mereka tidak pernah membalas setiap amarahku -amarah yang selalu ku sesali- atau meladeni setiap keluh kesahku -yang tidak ada apa-apanya di banding apa yang telah mereka lakukan- atau menyalahkan ngambek dan ngototku.
Aku melempar api ke muka mereka tapi mereka justru menyiramku dengan tetes embun pagi...
Begitulah mereka, orang tuaku...
Mama papa....
Aku kangen kalian. Kapan kita bisa bertemu lagi? Aku doakan kalian selalu sehat dan tetap bersabar menanti sampai tiba saatnya aku membuat kalian bangga.
Tunggulah karena aku janji, saat itu akan tiba.

Love, anakmu yang manja, iif

Saturday, April 10, 2010

My playlist

OK, refreshing sebentar ya. Kali ini saya ingin berbagi mengenai apa yang sedang ada di playlist saya saat ini. Mungkin ini tidak penting bagi kalian tapi bagi saya ini penting banget karena saya tidak bisa hidup tanpa 'mereka'.
OK, sekarang mari kita mulai.
  1. The Trees and The Wild.Saat ini saya sedang tergila-gila sama mereka. Say thanks to Remedy Waloni, Iga Massardi and Andra Kurniawan karena telah menghadirkan musik yang begitu ciamik dan membuat saya betah berlama-lama di depan laptop, berimajinasi ditemani secangkir kopi dan menikmati sore hari sambil menunggu datangnya inspirasi. Lagu kesukaan saya adalah 'Honeymoon on ice', suatu kisah cinta yang so.... dark tapi dikemas dengan musik yang simpel sebenarnya tapi berasa 'kaya'. Lagu-lagu lain juga menarik dan menurut saya, semua lagu di album 'Rasuk' benar-benar merasuk di hati dan pikiran saya. Teruslah berkarya guys, teruslah menemani sore hariku, teruslah menjadi pengiring setiaku menunggu datangnya inspirasi.
  2. Kelly sweet. Si cantik ini menghadirkan lagu slow tapi menarik. Lagunya yang paling saya suka adalah 'J T'aime' yang benar-benar manis dan kaya makna. Jika The Trees and The Wild paling enak didengar di sore hari maka Kelly Sweet enak didengar di malam hari sambil menatap bintang atau seraya menatap pelangi sehabis hujan.
  3. Rufus Wainwright. Suaranya memang terdengar malas-malasan tapi saya sama sekali tidak ikut bermalas-malasan setiap kali mendengarkan lagunya. Menurut saya, Rufus adalah salah satu vokalis cowok terbaik di dunia dan lagunya yang berjudul 'going to a town' membuat saya ingin lari dari kesumpekan Jakarta dan pergi ke sebuah kota kecil yang damai dan tenang dimana saya bisa berkreasi sebebas-bebasnya. Lagu-lagunya paling enak dinikmati ketika menjelang tidur karena kita bisa dibuai oleh suaranya dan mengantarkan kita ke dunia nina bobo.
  4. Kris Allen. Jebolan American idol ini paling enak didengarkan di pagi hari agar semangat yang tertanam di dalam lagunya bisa menular ke diri saya dan membuat saya ikut-ikutan bersemangat. Lagu kesukaan saya adalah 'She works hard for the money', sebuah cover version dari lagunya Donna Summer. Mendengar lagu ini membuat saya bersemangat dan ayo kita bekerja hari ini.
  5. Saras Dewi. She's my favorite singer (Makasih mbak sudah mau aku wawancara demi tugas kuliahku. Sukses terus mbak, terutama untuk novelnya yang akan segera rilis). Mungkin tidak banyak yang mengenalnya tapi bagi saya dia adalah salah satu penyanyi berkualitas yang pernah dimiliki negeri ini. Meskipun sekarang dia tidak banyak muncul di media, saya tetap menyukainya, terutama setelah saya mewawancarainya dan mengenalnya. 'Aku ini seperti Chrysan Liar' benar-benar cocok untuk menggambarkan diri saya.
  6. Kulkul. Saya beruntung pernah mengenal Kulkul dan menurut saya mereka adalah band dengan musikalitas tinggi dan kemampuan para personilnya benar-benar patut diacungi jempol. Wow......

OK, untuk saat ini hanya itu yang ada di playlist saya. Bagi kalian yang penasaran silakan cari lagu yang saya sebutkan dan nikmati. Apakah kamu punya pendapat yang sama dengan saya atau mungkin berbeda? Terserah kamu. Berpendapat adalah hak setiap orang. Justru perbedaan pendapat itulah yang membuat kita kaya bukan??

So, enjoy the music.....
Love, iif

Dhidi dan Keberaniannya....

Hallooo...
Ini sebenarnya cerita tentang hari Jumat kemaren tapi baru sempat cerita sekarang..
Semuanya berawal dari teman saya bernama -sebut saja dia Dhidi- yang minta ditemenin ke Score, Citos karena ada launching album perdana Kulkul dan pointnya adalah: Dhidi minta ditemenin karena dia suka banget sama gitarisnya.
Datang ke Score ini bukan usaha pertama yang dilakukannya. Satu hal yang saya petik dari Dhidi adalah keberaniannya. Kenapa? Karena dia tidak mau menyerah demi si gitaris ini. Dia sadar dia siapa dan si gitaris siapa, mereka terlalu berbeda dan saingannya? Tidak tanggung-tanggung. Salah duanya model salah satu produk kecantikan yang merupakan teman si gitaris sejak SMP dan violin salah satu grup band cewek ternama di Indonesia. Sementara Dhidi, hanya seorang mahasiswa biasa. Kalau dari segi fisik, ya si model pastilah juaranya. Kalau dari segi kesempatan, ya si violinlah yang memiliki kesempatan besar karena mereka berada di dunia yang sama.
Tapi, Dhidi tidak pernah menyerah meskipun dia cukup tahu diri. Dia pernah berkata seperti ini: "Gue nyenggol mereka? (Mereka merunut ke si model dan vioin) Yang ada juga gue yang jatuh." Tapi, usahanya patut diacungi jempol.
Sampai sekarang saya masih heran bagaimana caranya si Dhidi ini mendapatkan Pin BBnya si gitaris sampai-sampai sekarang mereka BBM-an. Akrab banget meski tidak ada kepastian tentang perasaan si gitaris. Dan Dhidi selalu update soal perkembangan si gitaris dan bandnya. Dia tahu semua hal tentang dia dan tentunya, tanpa putus asa terus mendekati si gitaris.
Bahkan, Dhidi sampai berani melakukan hal gila demi si gitaris. Termasuk ya waktu launching album kemaren. Meskipun mereka hanya sempat ngobrol (sebentar dan Dhidi yang mulai) tapi Dhidi senang banget. Satu hal yang saya salut adalah: kemampuan Dhidi mengontrol emosi. Siapapun pasti akan salah tingkah atau bertingkah bodoh di depan cowok pujannya, tapi Dhidi tidak. Dia mampu mengontrol dirinya, memilah kata-kata yang akan diucapkannya dan menjaga irama percakapan. Dia bisa terlihat biasa-biasa saja padahal hatinya bergejolak. Dia tidak kelihatan seperti orang yang kesengsem sama si gitaris padahal sebenarnya iya.
Two thumbs up buat Dhidi...
jadi inti dari cerita ini adalah: pentingnya keberanian dan kemampuan mengontrol emosi. Saya sendiri yakin tidak bisa seberani dan sebagus itu dalam hal mengontrol emosi dan saya perlu belajar hal ini dari Dhidi. Dengan keberanian, kesempatan jadi terbuka lebar, itulah yang saya lihat dari kasus Dhidi.

Masalahnya bagi saya adalah, saya bukan tipe pemberani, malah condong ke pengecut. OK, saya tahu itu tidak baik dan saya menyadarinya, tapi untuk berubah? Pelan-pelan saja. Saya tahu pentingnya keberanian dan saya pernah berkali-kali harus gigit jari melihat kesempatan yang sudah ada di depan mata terbang begitu saja karena saya begitu pengecut. Saya ingin berubah dan saya sudah bertekad. Perlahan-lahan saya mulai untuk berani dan saya tanamkan di pikiran saya bahwa

"SAYA HARUS BERANI"

Dan saya akan mencoba untuk terus memupuk keberanian ini dan salah satu caranya adalah berteman dengan si pemberani. Seperti Dhidi ini.

"Let's fight the world....!"
Love, iif
nb: Saya juga dapat CD-nya Kulkul lho dan lagu kesukaan saya adalah Wina) dan saya juga sangat ingin pergi ke Wina. Semoga tercapai.. Aminnnn)

Friday, April 9, 2010

Tentang Saya

Saya bukanah seorang yang terkenal. Saya hanyalah seorang biasa...
Sebagai seseorang yang menghabiskan masa kecil di sebuah kota kecil membuat saya mengalami banyak hal indah di awal kehidupan saya. Dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai saya, dilingkupi oleh pemzndangan alam yang mempesona, bertemu dengan orang-orang hebat (menurut saya) yang turut membantu saya dalam membangun jalan hidup saya, dan tentunya dididik secara sempurna, baik oleh keluarga, guru, lingkungan maupun alam.
Dan saya beruntung memiliki hidup seperti itu.

Suatu kehidupan akan berjalan dengan indah jika kita melewatinya dengan ikhlas. Saya berusaha untuk selalu ikhlas dalam setiap langkah yang saya pilih dan saya bertanggung jawab atas pilihan itu. Membuat pilihan adalah sesuatu yang sulit, termasuk bagi saya. Tapi, saya berusaha untuk memilih sesuatu berdasarkan hati sehingga saya tidak akan menyesalinya dan saya bisa bertanggung jawab penuh atas pilihan tersebut.

Seperti sekarang dimana saya berbahagia atas apa yang saya pilih dalam hidup saya...


Semoga kamu semua juga berbahagia atas apa yang kamu pilih dan bertanggung jawab penuh atasnya..

Dan saya juga akan berusaha untuk selalu membuat pilihan berdasarkan kata hati dan tidak akan menyesalinya karena kata hati tak pernah salah....

Love, iif

my first post

Hallo....
Mungkin saya agak telat membuat blog tapi sebenarnya ini bukanlah blog pertama saya. Karena ada sedikit trial error (kebanyakan sih gara-gara lupa password) jadi terpaksalah blog-blog sebelumnya ditiadakan.
Tapi, bukankah tidak pernah ada kata terlambat untuk sesuatu yang positif? Sesuatu yang menjadi wadah untuk berkarya, mengekspresikan diri dan berbagi pengalaman kepada orang lain.
Ini adalah postingan pertama saya. Harapan saya, semoga blog ini benar-benar bisa memenuhi tujuan saya yaitu 'berkarya' dan 'mengekspresikan diri'.
Berkarya karena hidup ini terlalu berharga untuk disia-siakan dan setiap orang mempunyai hak untuk menghasilkan sesuatu. Sesuatu yang bisa memuaskan dirinya dan (syukur-syukur) juga bisa memuaskan orang lain. Berkarya karena dengan karya inilah kita dikenal dan mengenal orang. Berkarya karena karyalah yang membuat kita berharga.
Mengekspresikan diri karena apa yang terjadi atau bersemayam di pikiran kita mungkin saja berguna bagi orang lain dan dengan membaginya maka secara tidak langsung kita ikut membantu orang lain. Mengekspresikan diri karena terkadang kita harus mengistirahatkan tubuh dan pikiran dan salah satu caranya adalah berbagi dengan orang lain.
Jadi, semoga ini bisa menjadi wadah bagi saya untuk berkarya dan mengekspresikan diri -dan pastinya- di jalan yang positif.

Semoga berguna
and enjoy it...

Love, iif