My Best Friend

Saya kan jarang lihat friend request di Facebook. Nggak tahu kenapa bawaannya ya males aja, banyak orang-orang nggak jelas gitu yang nge-add (sok terkenal, haha). But, barusan saya nggak sengaja ngarahin kursor si Lappie ke arah friend request dan nge-klik (really, ini nggak sengaja loh) dan eng ing eng.... Ada yang nge-add.
Lalu saya terperangah selama sekian detik, mengerjap-ngerjapkan mata seraya berpikir "ini beneran?"
kenapa saya sampai bertingkah seheboh itu? Karena yang mengajak saya berteman di jejaring sosial tersebut adalah teman masa kecil saya *sahabat terbaik yang pernah diberikan Tuhan YRA untuk saya* yang sudah lama tidak bertemu *OK, libur lebaran kemaren emang ketemu tapi cuma sehari setelah beberapa tahun nggak ketemu? Ya jelas nggak cukuplah*. Lalu tanpa babibu lagi langsung saya approve.
Anddddd, begitu saya buka laman facebook dia, saya menemukan alamat blognya. Ya secara saya blogger freak langsunglah saya berkunjung ke blognya.
Kesan pertama: lucu. Unik dan agak-agak childish (entah kenapa desain templatenya sangat merepresentasikan dia, hehe *peace Na*).
Lalu, saya melanjutkan pandangan ke postingannya. Sepertinya blog ini baru karena hanya ada empat tulisan. Tulisan pertama berjudul "My Writing Guru".
Tulisan itu berisi pandangan dia terhadap teman masa kecilnya. Begitu saya baca, yang ada di pikiran saya "Saya pasti kenal siapa teman yang di maksud karena sembilan tahun berada satu kelas dengan dia membuat saya mengenal dia dengan sangat baik." Selain itu, kebiasaan menulis novel ala diri sendiri yang dia maksud adalah kegilaan anak-anak 3B SMP 1 Bukittinggi kala itu *termasuk saya*.
Spoiler: Ingat novel pertama saya *lupa judulnya* bertema thriller pembunuhan dengan latar belakang Chicago. Nama tokohnya Tonny dan Chloe. Heran, seingat saya dulu semua tulisan saya bertema thirller-pembunuhan-yang rada-rada seram gitu *efek ghoosebumps dan Fear Street* lalu kenapa sekarang saya terdampar di dunia roman?
Oke lanjut cyinnnnnn.......
Lalu, setelah saya membaca sampai akhir tulisan tersebut, saya kaget karena ternyata teman yang dimaksud adalah..... SAYA
Ya, Saya alias Ifnur Hikmah, seorang anak-kecil-beranjak-dewasa-yang-masih-labil-alias-mencari-jati-diri-dan-terkadang-nggak-tahu-diri-kebanyakan-omong.
Kenapa dia bisa menggambarkan saya sedemikian rupa? Seolah-olah saya adalah sosok yang patut dibanggakan? Karena jujur, saya tidak memiliki kapasitas apa-apa seperti yang dia tulis.
Oke, saya memang memiliki keinginan yang jelas *terkadang nggak tahu diri* dan saya ingin mencapai semuanya, termasuk nekat mengambil jurusan Komunikasi UI saat SPMB meski saat itu semua orang mencibir dan menertawakan saya karena mereka pikir saya terlalu bermimpi dan tidak tahu diri. And then, you can see it? Saya di komunikasi UI sekarang. Tapi, hanya itu yang bisa saya banggakan. Selebihnya? *Angkat bahu*.
Mengenai novel, saya sudah pernah bilang kalau saya pengecut kan? Tidak berani memulai dan selalu dihantui ketakutan tidak jelas yang menghambat langkah saya. (Sayang Na, kamu nggak tahu itu). Saya hanya bisa berandai-andai. Saya seorang yang omong besar, sibuk meracau kesana kemari kalau saya ingin seperti Fira Basuki-lah, Adeline-lah, Ivana-lah, atau siapalah itu. Namun saya sadar kalau itu hanya lebih banyak omongan daripada tindakan emski saat ini perlahan-lahan, sedikit demi sediki, saya mulai berubah. Ya, saya masih berusaha.
Nah, untuk itulah saya membutuhkan teman, seperti kamu Na. Jadi, tolong doakan saya dan dukungan dari kamu sangat berarti buat saya.
As you know, saya sendiri juga banyak mengambil pelajaran dari kamu. Kamu juga punya karakter sendiri dan unik, kamu berjalan dengan cara kamu sendiri dan satu hal yang membuat saya iri adalah kamu punya keluarga yang perfect banget. Gambaran kelaurga ideal yang saya *juga orang lain* bayangkan adalah seperti yang kamu punya *smile*.
And now i just can say thank you very much. Thanks for everything. Thank you to be my best best best friend ever. I love and miss you so much darl. *Ayo kita segera ketemu*

Tulisan ini saya persembahkan untuk teman terbaik yang pernah saya miliki hingga detik ini, Novia Aninda alias Nana.

p.s: Tulisan dia tentang saya bisa di lihat di sini http://nannannaownworld.blogspot.com/2010/12/my-writing-guru.html

*Masih speechless dan berkaca-kaca karena baca tulisan itu*

love,

Comments

  1. untung lw ga sengaja ngeklik,,kalo ga mungkin friend request gw baru di approve kapan tau..
    heeeii,,i still remember your first novel..dan sumpah gw penasaran siapa pembunuh sebenernya,,kalo ga salah gw ga selese deh bacanya -_____-"
    about your novel,,keep spirit yaaa..i'm sure you can do it!

    ReplyDelete
  2. Makasih sayang. Sebenernya belum pede sih sm naskah yg udah ada, masih banyak kurangnya gitu, masih jelek gitu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts