My Internship

Hari ini adalah liputan perdana. yeii...
Liputan kali ini disuruh ke Terranza Bianco @ The Akmani Hotel di Wahid Hasyim. Agak bingung juga tempatnya dimana, tapi ternyata dekat The Djakarta Theatre. Baguslah, di daerah Thamrin ternyata (Thamrin= tempat kerja impian).
Liputannya sih menyenangkan. Meliput pengumuman dibukanya audisi The Biggest Loser Asia Season 2 sekaligus pengumuman pemenang lomba penulisan tentang The Biggest Loser Asia season 1. Dan ada screening tayang perdana Melrose Place season 2. Seru?? Pasti. Lebih lagi, karena acaranya diprakarsai oleh sebuah konsultan PR maka goodie bag tentu tidak ketinggalan. Selain dapat press kit berupa press release (sebodo amat yang bilang kalau wartawan press release is a big no no, bagi saya sama-sama ada tantangannya kok) saya juga dapat goodie bag berupa tas dari Sony Entertainment Television (lucu banget, sumpah), bola-bola berisi quote yang kalau digoyang-goyang akan muncul tulisan-tulisan (a little bit like bola ramal meramal), snack berupa pizza tipis (hmmm yummi.... jadi ingat Ema yang ngebet banget pengen makan pizza tipis) dan makan siang a la hotel plus secangkir kopi. Sounds great? Yup, you're right honey...
Tapi, eh tapi... perjalanan menuju kesana nggak se-asyik itu lho. Macet di Fatmawati sampai Blok M benar-benar bikin bete. Belum lagi panas yang menggelegar dan posisi duduk saya yang langsung menantang matahari. Suck... Begitu naik busway di Blok M agak sedikit lega tapi begitu melewati bunderan HI agak sedikit tersendat akibat demo (Hello, no respect at all). Namun, begitu kaki saya menginjak trotoar Thamrin, saya merasakan kebahagiaan yang tiada tara? Mengapa? Karena saya benar-benar jatuh cinta sama Thamrin dan menelusuri jalanan Thamrin (entah itu panas sekalipun) adalah hal yang paling membahagiakan.
*masih menyimpan mimpi untuk bekerja di Thmarin. MRA, call me please...*

Ngomong-ngomong soal liputan, saya begitu menginginkan wawancara. Wawancara pertama saya baru akan dilakukan Kamis besok, dengan Dr. Samuel Oetoro tentang makanan bergizi. Sebenarnya saya deg-degan mengingat selama ini saya belum pernah melakukan wawancara berskala *tergolong* besar ini. Ya, sekali waktu untuk tugas kuliah saya pernah mewawancara salah seorang idola saya sejak kecil, yang hanya dengan mendengar dendangnya membuat saya terpana, terlebih setelah melihat wajahnya yang begitu merepresentasikan perempuan Indonesia yang sebenarnya, SARAS DEWI. Yup, dialah pelantun Lembayung Bali yang seiring bergulirnya waktu meninggalkan dunia tarik suara dan beralih profesi menjadi dosen Filsafat UI.


Mengenai wawancara ini, sebenarnya, saya punya banyak daftar keinginan orang-orang yang ingin saya wawancara. Orang-orang hebat di bidangnya yang membuat saya terinspirasi untuk terus berkarya. Seperti pasangan penulis Rayni N Massardi dan Noorca Massardi (no offense sama kelabilan saya yang menggemari Iga Massardi (and his band, of course), keponakan mereka).



Bagi saya, mereka adalah penulis top. Karya mereka yang santai tapi berisi, ringan namun serius, sederhana tapi kaya makna, mengalir namun sarat akan kejelian. Benar-benar menjadi teman setia di saat menyesap secangkir kopi di sore hari (bolehlah ditemani alunan gitar keponakan mereka). Dan, FYI, Rayni, selain penulis, dia juga merupakan orang yang berjasa di balik berkembangnya Femina dan dunia permajalahan Indonesia (hal ini diteruskan oleh anak bungsunya Nakita Massardi yang menjadi fashion stylist salah satu majalah remaja, Girlfriend) dan Noorca adalah orang di balik layar kesuksesan cineplex 21 dan ikut berjasa dalam perkembangan perfilman Indonesia (diteruskan juga oleh anak sulung mereka Cassandra Massardi yang berprofesi sebagai sutradara. Salah satu film perempuan yang akrab dipanggil Kasih ini adalah Oh Baby yang dibintangi si cewek beraksen bule, Cinta Laura).
Selain mereka, tokoh yang juga ingin saya wawancara adalah si cantik alias Indonesian Sweetheart yang baru saja melepas masa lajangnya, Dian Sastro.


atau talenta terbesar yang dimiliki Indonesia, Agnes Monica


Mengapa? Karena saya mengagumi mereka yang memiliki ketetapan hati serta komitmen yang tegas untuk berkarya di bidang yang mereka pilih. Tetap konsisten dan berjuang dengan usaha yang tidak mengenal kata menyerah demi mimpi serta ambisi yang mereka tetapkan. Mereka membuktikan bahwa tekad, kerja keras, dan doa akan mewujudkan mimpi serta ambisi menjadi kenyataan. Setinggi apapun itu, dengan usaha dan keyakinan yang teguh, toh akhirnya akan berada di genggaman juga.
Itulah yang saya pelajari dari mereka.
Namun, ada dua tokoh yang sangat ingin saya wawancarai tapi tangan Tuhan lebih dahulu menjemput mereka sebelum saya berhasil menggenggam keinginan tersebut. Alm Bapak Soeharto dan Lady Diana.

Maka dari itu, saya ingin bekerja dengan semangat demi mewujudkan keinginan saya, mewawancarai orang hebat. Ini hanya segelintir dari sekian banyak orang hebat di bidangnya masing-masing yang saya panuti.

P.S: Selain untuk mewujudkan mimpi, saya juga ingin mewawancarai orang-orang ini demi memenuhi hasrat kelabilan saya, hehehe
Joe Jonas (wawancara KW 2 nya yang ada di kampus sih sudah pernah. Upsss keceplosan.... ; ) hahaha) dan Demi Lovato (Yeah... jika dia punya La La La and, maka saya juga punya iiph Land yang mana, hanya saya yang berkuasa dan semua hal yang turut ada di dalamnya akan tunduk di bawah kuasa saya)



So, apakah mimpi ini hanya sekedar wacana atau bisa diwujudkan dalam bentuk nyata?
Tentu saja saya ingin perwujudan nyata...
Ok, jika tidak ingin menjadi wacana -seperti yang selama ini terjadi- maka saya akan serius menjalani internship ini. Toh, ini demi diri saya sendiri juga bukan? Bukan untuk orang lain. Peduli apa mereka. Kalau saya? Jelas saya peduli....

love, iif

p.s: ini dia tempat saya liputan hari ini

@ Terranza Bianco, The Akmani Hotel, Jakarta

Comments

Popular Posts