Fight The Future

Meminjam judul lagunya The Trees and The Wild untuk judul postingan kali ini...
Why Fight The Future??
Karena masa depan adalah untuk diperjuangkan.
Jika masa lalu adalah kenangan dan masa sekarang adalah torehan maka masa depan adalah perjuangan.
Jika masa sekarang ditentukan oleh masa lalu maka masa depan tergantung kepada apa yang diperbuat di masa sekarang...

Masa depan memang suatu misteri tetapi kita bisa menerkanya, dan itu semua tergantung kepada apa yang kita lakukan di hari ini. Saya percaya bahwa apapun yang telah dipersiapkan di masa depan saya, itu semua terkait dengan apa yang saya lakukan di hari ini.

Saya adalah seorang pemimpi, suka merajut impian dan berkhayal akan sesuatu. Saya ingin jadi penulis, punya kolom sendiri di majalah atau koran dimana saya bisa berekspresi dan berkarya sebebas-bebasnya, saya ingin membangun sekolah untuk mereka yang kurang mampu, saya ingin mempunyai sebuah perpustakaan yang terbuka untuk siapa saja, saya ingin ini, ingin itu la la la la...
Semuanya ingin saya wujudkan di masa depan. Namun, bagaimana semua mimpi itu bisa terwujud jika tidak ada usaha di hari ini????
Seperti yang pernah saya sebutkan sebelumnya, saya adalah tipe pengecut, takut untuk memulai sesuatu, tidak berani mencoba meskipun di depan mata jelas-jelas terbuka sebuah kesempatan. Akibatnya, saya semakin jauh dengan impian yang telah saya rajut selama ini.
Menjadi seorang penulis, misalnya. Menulis adalah hobby saya -buah didikan orang tua saya- dan berkecimpung di dunia itu adalah tujuan hidup saya. Saya menghabiskan waktu tiga jam -minimal- setiap harinya untuk menulis dan sampai sekarang entah berapa banyak tulisan yang saya hasilkan -tanpa berniat untuk sombong ; ) -. Namun, bagaimana nasib tulisan itu selanjutnya? Hanya teronggok begitu saja di dalam sebuah folder di laptop tanpa pernah sampai ke tangan penerbit. Penyebabnya? Karena saya terlalu pengecut -atau mungkin bodoh- untuk mengirimnya. Atau entah berapa macam lomba yang saya ketahui tetapi begitu masa penyerahan karya berakhir, saya tidak pernah mengirimkan karya saya karena saya sudah takut duluan. Dan lagi-lagi sebuah kesempatan melayang begitu saja. Damn... (Heiii, apa gunanya saya mengumpat. It's my fault dan saya tidak punya hak untuk mengumpat)
Dan lebih bodohnya lagi, saya tidak pernah belajar dari kesalahan saya. Tulisan demi tulisan saya hasilkan dan setiap tulisan bernasib sama; teronggok begitu saja tanpa kejelasan nasib.

Saya tahu ini salah tapi entah kenapa ketakutan itu selalu muncul. Saya takut inilah, itulah dan saya belum mencobanya tetapi sudah memikirkan yang nggak-nggak. Saya ingin berubah tetapi sampai detik ini, itu masih berupa wacana, sementara realisasinya? Nothing..

So, Fight the future. Saya ingin berjuang, untuk masa depan saya. Namun, bukankah harus memperbaiki diri dulu sebelumnya? I need help. Teman, tolong saya....
Ini memang bukan contoh yang baik dan teman, saya mengharapkan bantuan kalian. At least, untuk memarahi saya ketika saya mulai takut untuk mencoba lagi.
Kehilangan harapan yang sudah ada di genggaman itu terlalu menyakitkan, apalagi jika berulang kali merasakannya.

Saya hanya ingin berbagi, tapi lebih jauh lagi, saya membutuhkan pertolonganmu, teman....

I'll fight the future for myself...

Love, si penakut, iif...

Comments

Popular Posts