Abstraksi Tingkat Tinggi

*Dari judul sepertinya menarik dan agak-agak serius*

Kewajiban utama sebagai seorang mahasiswa adalah: mengerjakan tugas. Dan entah kenapa, para dosen pun dengan senang hati memberikan tugas dengan jumlah yang tidak tanggung-tanggung. Mampu membuat kita menggeleng-geleng dan berdecak kagum.
Namun, sebagai pihak yang seringkali merasa dirinya sangat sibuk, maka tugas-tugas itu pun ditumpuk sampai akhirnya yang ada adalah pusing sendiri.Tapi, hal itu bisa dimaafkan dengan dalih: "Entah kenapa otak baru bisa bekerja secara maksimal ketika mendekati deadline".

Dalam mengerjakan tugas -khususnya tugas kuliah- yang pertama kali harus dimiliki adalah niat. Meski hanya berupa perkataan, yang penting ada niat. Paling tidak niat menjadi pertanda bahwa ada keinginan untuk menyelesaikannya -meski tidak segera-. Yang penting niat -excuse para deadliners-.

Setelah niat, apakah ada realisasinya? Hmmm, sebuah pertanyaan sulit. Kenapa? Karena pada akhirnya niat hanyalah tinggal niat, hanya berupa wacana, dan entah kapan akan diwujudkan. Satu hal yang pasti, niat itu baru akan terwujud sempurna jika batas akhir sudah menampakkan batang hidungnya. Jika saat itu tiba, maka barulah kita kalang kabut menyelesaikannya, rela begadang dan absen sebentar dari tempat tidur yang nyaman, tumpukan DVD yang memanggil-manggil untuk ditonton, atau mungkin godaan majalah yang baru terbit.
Namun, ketika mulai berhadapan dengan tugas-tugas kuliah itu, berbagai godaan pun bermunculan. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya sendiri seringkali kalah dari godaan tersebut. Godaan itu macam-macam bentuknya, dan cara menggodanya pun beragam. Diantaranya:

  1. Game. Mana yang lebih menarik, teorinya Adorno, Kode Etik Jurnalistik atau perkembangan copyright ketimbang Spider Solitair, Zuma, The Sims atau game-game lainnya yang -meskipun kelihatannya cemen- tetap saja punya daya tarik yang Naudzubilllahi min dzalik.
  2. Makanan, apalagi yang mengandung MSG atau kafein. Tugas is number 2. Memang sih alasannya makan sambil ngerjain tugas= penambah inspirasi, tapi faktanya? Tugas kuliah tidak bisa dikerjakan karena tangan sibuk dipakai untuk mengambil dan menyuap makanan.
  3. Playlist. Mengerjakan tugas tanpa musik memang kurang afdhol, tapi mengerjakan tugas diselingi musik? Yang ada adalah pikiran melayang kemana-mana. Apalagi jika si penyanyi berwajah ganteng dengan suara serak yang mendesah, maka pikiran sudah melayang kemana-mana *refers to TTATW, hahaha*
  4. Handphone. Dalihnya adalah untuk bersosialisasi tapi kenyataannya untuk saling berbagi gosip dengan teman-teman. SMS pertama memang tentang tugas, tapi selanjutnya? Tidak usah ditanya.... Apalagi ketika handphone berdering dan ada nama si 'baby' muncul dilayarnya, maka tugas ke laut dulu deh. Mari kita nge-jorok dulu, hehe...
  5. Bagaimana dengan kerja kelompok? Teorinya, kerja kelompok memang efektif, tapi fakta di lapangan? 5 menit untuk tugas, 5 jam untuk bercanda, bergosip, melabil, stalker atau main kartu??? *upssss*
Dan, godaan paling besar berasal dari si maya a.k.a dunia maya, spesifikasi situs jejaring sosial.
Perbandingan antara situs jejaring sosial yang dibuka dengan file kuliah adalah 5:1. Baru mengetik judul, YM berkedip-kedip pertanda ada yang mengajak chatting, dan tugas kuliah pun kian terbengkalai jika si pengajak chatting menyuguhkan gosip hot. Atau ketika baru mengetik satu kalimat, muncul godaan untuk menyusuri jejak si gebetan melalui facebook. Stalker is funny, right? Atau ketika sedang sibuk memikirkan ide berikutnya, muncul tulisan '1 new tweet' dan tidak pelak lagi, file kuliah ditinggalkan demi melihat perkembangan terbaru di Twitter.
Dan, menulis di blog juga salah satu godaan *nendang diri sendiri yang mangkir dari tugas electronic publisher dan Metode Penelitian Komunikasi 2 demi berceloteh di blog ini*

Jadi intinya???
*teriak ala mama* KERJAIN TUGAS SANAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!

Love, iif

Comments

Popular Posts